Bentoel Group Beri Pelatihan dan Pendampingan 30 UMKM Difabel di Malang
Kamis, 17 Juli 2025 - 18:05 WIB
loading...
Bentoel Group melalui inisiatif Bangun Bangsa melaksanakan program Empower Academy Batch 2 di Kota Malang. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bentoel Group melalui inisiatif Bangun Bangsa melaksanakan program Empower Academy Batch 2 di Kota Malang sebagai bagian dari program pendampingan dan inkubasi bisnis yang menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyandang disabilitas.
Sebanyak 30 UMKM difabel terpilih menjadi peserta program ini dan akan mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan. Materi pelatihan mencakup keterampilan dasar bisnis, akses permodalan, penguatan legalitas usaha, serta strategi pemasaran. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Selain peserta baru, Empower Academy tahun ini juga memberikan pendampingan lanjutan kepada alumni Batch 1 guna membantu mereka memperluas skala usaha. Dukungan berkelanjutan ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi komunitas difabel.
Empower Academy merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan Bentoel Group yang difokuskan pada tiga kelompok masyarakat utama: komunitas rentan, masyarakat pedesaan, dan kelompok yang berada dalam rantai pasok industri tembakau. Program ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan untuk menciptakan akses ekonomi yang setara.
"Sebagai pilot project, Empower Academy Batch 1 telah menunjukkan capaian luar biasa dengan tingkat penyelesaian program mencapai 96%. Ini mencerminkan semangat belajar dan komitmen kuat dari para peserta, meskipun tanpa insentif finansial," ujar Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti, dalam siaran pers, Kamis (17/7).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga JBB Gelar UMK Academy 2025 di Jakarta
Ia menambahkan, Empower Academy bertujuan untuk pengembangan usaha melalui perubahan pola pikir. "Kami ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar dalam membangun bisnis yang mandiri dan berdampak," ujarnya.
Menurut Dian, melalui program ini berharap dapat menjangkau lebih banyak UMKM difabel di berbagai daerah Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem inklusi dalam dunia usaha. Pendekatan inklusif dalam pemberdayaan ekonomi ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan partisipasi pelaku usaha difabel dalam sektor produktif.
Baca Juga: Pentingnya Edukasi Transformasi Digital untuk UMKM: Kunci Bertahan dan Berkembang
Selain pelatihan teknis, program ini juga memperkuat jejaring bisnis peserta dengan melibatkan mentor dan praktisi industri. Bentoel Group menargetkan agar Empower Academy tidak berhenti pada tahapan pelatihan, tetapi terus berkembang sebagai ruang pembelajaran bersama dan inkubator kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebanyak 30 UMKM difabel terpilih menjadi peserta program ini dan akan mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan. Materi pelatihan mencakup keterampilan dasar bisnis, akses permodalan, penguatan legalitas usaha, serta strategi pemasaran. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi dan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Selain peserta baru, Empower Academy tahun ini juga memberikan pendampingan lanjutan kepada alumni Batch 1 guna membantu mereka memperluas skala usaha. Dukungan berkelanjutan ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi komunitas difabel.
Empower Academy merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan Bentoel Group yang difokuskan pada tiga kelompok masyarakat utama: komunitas rentan, masyarakat pedesaan, dan kelompok yang berada dalam rantai pasok industri tembakau. Program ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan untuk menciptakan akses ekonomi yang setara.
"Sebagai pilot project, Empower Academy Batch 1 telah menunjukkan capaian luar biasa dengan tingkat penyelesaian program mencapai 96%. Ini mencerminkan semangat belajar dan komitmen kuat dari para peserta, meskipun tanpa insentif finansial," ujar Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti, dalam siaran pers, Kamis (17/7).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga JBB Gelar UMK Academy 2025 di Jakarta
Ia menambahkan, Empower Academy bertujuan untuk pengembangan usaha melalui perubahan pola pikir. "Kami ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar dalam membangun bisnis yang mandiri dan berdampak," ujarnya.
Menurut Dian, melalui program ini berharap dapat menjangkau lebih banyak UMKM difabel di berbagai daerah Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem inklusi dalam dunia usaha. Pendekatan inklusif dalam pemberdayaan ekonomi ini diharapkan mampu mempersempit kesenjangan partisipasi pelaku usaha difabel dalam sektor produktif.
Baca Juga: Pentingnya Edukasi Transformasi Digital untuk UMKM: Kunci Bertahan dan Berkembang
Selain pelatihan teknis, program ini juga memperkuat jejaring bisnis peserta dengan melibatkan mentor dan praktisi industri. Bentoel Group menargetkan agar Empower Academy tidak berhenti pada tahapan pelatihan, tetapi terus berkembang sebagai ruang pembelajaran bersama dan inkubator kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :