Operasi Pasar Besar-besaran, Mentan Pastikan Harga Beras Turun Dua Pekan Lagi
Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:19 WIB
loading...
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis harga beras di pasaran akan mengalami penurunan dalam waktu maksimal dua pekan ke depan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis harga beras di pasaran akan mengalami penurunan dalam waktu maksimal dua pekan ke depan. Hal itu disampaikannya saat meninjau kegiatan program pangan murah di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
Menurut Amran, pemerintah saat ini tengah menggelontorkan dua program utama untuk menstabilkan harga beras, yakni bantuan sosial (bansos) beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Melalui dua skema tersebut, sebanyak 1,5 juta ton beras akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
"Hari ini kita operasi pasar besar-besaran. Ini untuk mengantisipasi agar harga beras tidak naik, justru turun, karena stok kita cukup banyak," ujar Mentan Amran.
Baca Juga: Setelah Beras Oplosan, Pupuk Palsu Rugikan Petani Triliunan Rupiah
Ia merinci, sebanyak 360.000 ton beras disalurkan untuk bansos, sementara 1,3 juta ton lainnya didistribusikan melalui program SPHP. "Total ada 1,5 juta ton. Kami yakin dalam satu hingga dua minggu ke depan, harga beras akan turun," katanya.
Tak hanya lewat distribusi beras oleh pemerintah, penurunan harga juga didorong oleh respons dari para produsen beras. Menurut Amran, sejumlah produsen telah menurunkan harga secara sukarela hingga Rp1.000 per kemasan, sebagai tindak lanjut dari imbauan pemerintah.
"Setelah kami menyurat ke penegak hukum terkait 212 merek, para produsen merespons dan menyatakan akan menurunkan harga sebesar Rp1.000. Alhamdulillah, harga kini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penurunan harga tersebut merupakan bentuk kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama menjelang periode yang rawan gejolak harga. Meski demikian, Amran menekankan bahwa harga murah tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia menyatakan pemerintah akan melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan beras yang beredar tetap memenuhi standar mutu.
"Kita ingin pastikan, kalau beras yang dijual diklaim sebagai premium, maka mutunya juga harus premium. Kalau medium, ya harus sesuai kualitas medium. Ini tidak bisa ditawar," tegas Amran.
Baca Juga: Mentan Ungkap Modus Beras Oplosan, Rugikan Konsumen Rp99 Triliun per Tahun
Pemerintah akan terus mengawal jalannya program pangan murah dan SPHP agar tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap stabilitas harga di pasar. Selain itu, pengawasan ketat juga akan dilakukan terhadap produsen maupun pedagang besar.
Langkah-langkah ini, lanjut Amran, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau di tengah tekanan inflasi global dan gejolak cuaca. Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan program pangan murah yang digelar di berbagai wilayah, serta melaporkan apabila ditemukan praktik penjualan beras di atas HET dengan mutu yang tidak sesuai.
Menurut Amran, pemerintah saat ini tengah menggelontorkan dua program utama untuk menstabilkan harga beras, yakni bantuan sosial (bansos) beras dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Melalui dua skema tersebut, sebanyak 1,5 juta ton beras akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
"Hari ini kita operasi pasar besar-besaran. Ini untuk mengantisipasi agar harga beras tidak naik, justru turun, karena stok kita cukup banyak," ujar Mentan Amran.
Baca Juga: Setelah Beras Oplosan, Pupuk Palsu Rugikan Petani Triliunan Rupiah
Ia merinci, sebanyak 360.000 ton beras disalurkan untuk bansos, sementara 1,3 juta ton lainnya didistribusikan melalui program SPHP. "Total ada 1,5 juta ton. Kami yakin dalam satu hingga dua minggu ke depan, harga beras akan turun," katanya.
Tak hanya lewat distribusi beras oleh pemerintah, penurunan harga juga didorong oleh respons dari para produsen beras. Menurut Amran, sejumlah produsen telah menurunkan harga secara sukarela hingga Rp1.000 per kemasan, sebagai tindak lanjut dari imbauan pemerintah.
"Setelah kami menyurat ke penegak hukum terkait 212 merek, para produsen merespons dan menyatakan akan menurunkan harga sebesar Rp1.000. Alhamdulillah, harga kini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa penurunan harga tersebut merupakan bentuk kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama menjelang periode yang rawan gejolak harga. Meski demikian, Amran menekankan bahwa harga murah tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia menyatakan pemerintah akan melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan beras yang beredar tetap memenuhi standar mutu.
"Kita ingin pastikan, kalau beras yang dijual diklaim sebagai premium, maka mutunya juga harus premium. Kalau medium, ya harus sesuai kualitas medium. Ini tidak bisa ditawar," tegas Amran.
Baca Juga: Mentan Ungkap Modus Beras Oplosan, Rugikan Konsumen Rp99 Triliun per Tahun
Pemerintah akan terus mengawal jalannya program pangan murah dan SPHP agar tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap stabilitas harga di pasar. Selain itu, pengawasan ketat juga akan dilakukan terhadap produsen maupun pedagang besar.
Langkah-langkah ini, lanjut Amran, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau di tengah tekanan inflasi global dan gejolak cuaca. Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan program pangan murah yang digelar di berbagai wilayah, serta melaporkan apabila ditemukan praktik penjualan beras di atas HET dengan mutu yang tidak sesuai.
(nng)
Lihat Juga :