Ancaman Siber Sasar UMKM, BSSN Ingatkan Pelaku Usaha Jaga Keamanan Data
Jum'at, 18 Juli 2025 - 20:30 WIB
loading...
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara, Slamet Aji Pamungkas. FOTO/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Kejahatan siber semakin marak dan perlu diwaspadai dengan ketat. Kini, ancaman siber ini pun juga menyerang banyak pelaku UMKM dengan kecerdasan buatan (AI) yang bisa mengecoh dan berimbas pada keamanan data.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara, Slamet Aji Pamungkas, mengatakan era digitalisasi saat ini tentu menjadi wadah yang menguntungkan untuk para pelaku usaha. Namun, perlu diingat dengan adanya ancaman kejahatan siber sehingga penting dengan memahani edukasi dan waspada khususnya para pelaku UMKM ini dengan kemanan data mereka.
"Zaman sekarang pemerintah mempunyai plarform percepatan transformasi digital dan ekonomi digital. Semakin digital justru semakin banyak gangguan," ungkap Slamet Aji, dalam acara Seminar Cyber Security bersama Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
Baca Juga: Kadin Gelar Seminar Cyber Security Digital Defense, Ajak Pelaku Usaha Tingkatkan Keamanan Siber
Dalam acara tersebut, BSSN bersama Kadin Indonesia diskusi dan rencana implementasi edukasi keamanan siber bagi para pelaku usaha. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha bisa bekerja sama mengamankan tekonologi di Indonesia dari para penjahat siber.
"BSSN bersama Kadin Indonesia bisa memberikan literasi pentingnya kemanan cyber ke seluruh pengaruh usaha supaya bisnisnya selalu lancar, keuntungan besar, tapi juga harus ingat bahwa di era digital ini perlu sekali sadar dengan keamanan siber," tambahnya.
Sementara, Eryk Budi Pratama, Wakil Ketua Komite Tetap Al dan Pelindungan Data Pribadi, KADIN Indonesia mengatakan pihaknya akan melakukan pengukuran kewaspadaan pelaku usaha anggita Kadin Indonesia akan kejahatan siber berbasis AI ini.
Baca Juga: Jaga Keamanan di Era Digital, Pemerintah Rancang Perpres tentang AI
"Kita meng-highlight bahwa ke depan organisasi Indonesia harus duduk dengan peraturan pemerintah data pribadi (PDP) karena terkait dengan etika AI. Para organisasi yang bergabung di Kadin Indonesia bisa mendapatkan manfaat dengan cara kami memberikan fasilitas untuk mengukur tingkat keamanan cyber dan keamanan datanya," jelasnya.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian, Badan Siber dan Sandi Negara, Slamet Aji Pamungkas, mengatakan era digitalisasi saat ini tentu menjadi wadah yang menguntungkan untuk para pelaku usaha. Namun, perlu diingat dengan adanya ancaman kejahatan siber sehingga penting dengan memahani edukasi dan waspada khususnya para pelaku UMKM ini dengan kemanan data mereka.
"Zaman sekarang pemerintah mempunyai plarform percepatan transformasi digital dan ekonomi digital. Semakin digital justru semakin banyak gangguan," ungkap Slamet Aji, dalam acara Seminar Cyber Security bersama Kadin Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
Baca Juga: Kadin Gelar Seminar Cyber Security Digital Defense, Ajak Pelaku Usaha Tingkatkan Keamanan Siber
Dalam acara tersebut, BSSN bersama Kadin Indonesia diskusi dan rencana implementasi edukasi keamanan siber bagi para pelaku usaha. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha bisa bekerja sama mengamankan tekonologi di Indonesia dari para penjahat siber.
"BSSN bersama Kadin Indonesia bisa memberikan literasi pentingnya kemanan cyber ke seluruh pengaruh usaha supaya bisnisnya selalu lancar, keuntungan besar, tapi juga harus ingat bahwa di era digital ini perlu sekali sadar dengan keamanan siber," tambahnya.
Sementara, Eryk Budi Pratama, Wakil Ketua Komite Tetap Al dan Pelindungan Data Pribadi, KADIN Indonesia mengatakan pihaknya akan melakukan pengukuran kewaspadaan pelaku usaha anggita Kadin Indonesia akan kejahatan siber berbasis AI ini.
Baca Juga: Jaga Keamanan di Era Digital, Pemerintah Rancang Perpres tentang AI
"Kita meng-highlight bahwa ke depan organisasi Indonesia harus duduk dengan peraturan pemerintah data pribadi (PDP) karena terkait dengan etika AI. Para organisasi yang bergabung di Kadin Indonesia bisa mendapatkan manfaat dengan cara kami memberikan fasilitas untuk mengukur tingkat keamanan cyber dan keamanan datanya," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :