Pantau Penyaluran BSU di Kantorpos Boyolali, Wapres Gibran: Jangan Dipakai Judol
Jum'at, 18 Juli 2025 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan sampai ada yang pakai uang dari BSU atau PKH untuk judol. Nanti bisa ada konsekuensi hukum, bahkan bisa berujung pencabutan bantuan. Saya percaya masyarakat Boyolali bisa memanfaatkan bantuan ini dengan baik," ujarnya dalam pernyataan resminya.
BSU 2025 menyasar lebih dari 17,3 juta pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan. Sebanyak 8,5 juta penerima disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Di Boyolali, sebanyak 12.538 dari total 18.366 penerima telah menerima bantuan hingga 18 Juli, atau setara 68,7 persen.
Adapun bantuan ini diterima utuh tanpa potongan. Berdasarkan laporan Kemnaker, hingga kini lebih dari 2 juta BSU telah disalurkan di wilayah Jawa Tengah. Di Boyolali sendiri, sekitar 84 ribu BSU sudah diterima pekerja secara langsung tanpa kendala.
Baca Juga: Kembali Tinjau Penyaluran BSU, Wapres Puji Pelayanan PosIND Cepat dan Nyaman
Plt Dirut PT Pos Indonesia, Endy Abdurrahman, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kesiapan Pos Indonesia dalam menyalurkan bantuan secara profesional. "Kami memastikan proses berjalan lancar tanpa antrean panjang. Sistem kami terintegrasi secara digital dan fisik untuk percepatan layanan," kata Endy.
BSU 2025 menyasar lebih dari 17,3 juta pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan. Sebanyak 8,5 juta penerima disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Di Boyolali, sebanyak 12.538 dari total 18.366 penerima telah menerima bantuan hingga 18 Juli, atau setara 68,7 persen.
Adapun bantuan ini diterima utuh tanpa potongan. Berdasarkan laporan Kemnaker, hingga kini lebih dari 2 juta BSU telah disalurkan di wilayah Jawa Tengah. Di Boyolali sendiri, sekitar 84 ribu BSU sudah diterima pekerja secara langsung tanpa kendala.
Baca Juga: Kembali Tinjau Penyaluran BSU, Wapres Puji Pelayanan PosIND Cepat dan Nyaman
Plt Dirut PT Pos Indonesia, Endy Abdurrahman, menyampaikan bahwa kunjungan Wapres menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kesiapan Pos Indonesia dalam menyalurkan bantuan secara profesional. "Kami memastikan proses berjalan lancar tanpa antrean panjang. Sistem kami terintegrasi secara digital dan fisik untuk percepatan layanan," kata Endy.
Lihat Juga :