BRI Kenalkan Dunia Pertanian kepada Anak sejak Dini
Rabu, 23 Juli 2025 - 15:54 WIB
loading...
A
A
A
Klaster Usaha Ganitri merupakan lembaga ekonomi petani hortikultura dataran tinggi yang beranggotakan sekitar 350 petani dari empat Gapoktan, yaitu Cikandang Agro, Margamulya Tani, Gapesa Jaya, dan Sahabat Tani. Klaster ini mengelola lahan seluas sekitar 100 hektare dengan komoditas unggulan berupa kentang.
Ketua Klaster Ganitri, Teten Rustandi, menyambut baik keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini. “Momentum Hari Anak Nasional menjadi saat yang tepat untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini, agar tumbuh kecintaan generasi muda terhadap sektor pangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain memberi pengalaman edukatif bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi ilmu bagi para petani. "Kami berharap, upaya ini dapat sejalan dengan visi pemerintah menyongsong generasi emas Indonesia 2045," katanya.
Baca Juga: Diluncurkan Presiden Prabowo, BRI Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Jadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan
Kepala SDN 7 Kota Kulon, Sri Asdianwati, menyampaikan apresiasi atas program ini. Ia menilai kegiatan agroedukasi sangat relevan dalam mendukung pembentukan karakter siswa. “Anak-anak belajar ketekunan dan nilai usaha melalui aktivitas nyata seperti menanam dan memanen sendiri,” tuturnya.
Ketua Klaster Ganitri, Teten Rustandi, menyambut baik keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini. “Momentum Hari Anak Nasional menjadi saat yang tepat untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini, agar tumbuh kecintaan generasi muda terhadap sektor pangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain memberi pengalaman edukatif bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi ilmu bagi para petani. "Kami berharap, upaya ini dapat sejalan dengan visi pemerintah menyongsong generasi emas Indonesia 2045," katanya.
Baca Juga: Diluncurkan Presiden Prabowo, BRI Optimistis Koperasi Desa Merah Putih Jadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan
Kepala SDN 7 Kota Kulon, Sri Asdianwati, menyampaikan apresiasi atas program ini. Ia menilai kegiatan agroedukasi sangat relevan dalam mendukung pembentukan karakter siswa. “Anak-anak belajar ketekunan dan nilai usaha melalui aktivitas nyata seperti menanam dan memanen sendiri,” tuturnya.
Lihat Juga :