Akui Negosiasi Tarif dengan AS Alot, Prabowo Terima Kritik bukan Nyinyiran
Kamis, 24 Juli 2025 - 11:30 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto menekankan, bahwa negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS) yang alot, dialami semua negara. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan, bahwa negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS) yang alot, dialami semua negara. Dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan sikap keras sejumlah negara besar, Prabowo juga menegaskan, Indonesia tetap mengedepankan kepentingan nasional, khususnya perlindungan terhadap pekerja.
Ia menyebut negosiasi ekonomi tidak mudah, tetapi itu adalah bagian dari tanggung jawab sebagai kepala negara. Baca Juga: Tarif Trump 19% Bukti Gagalnya Negosiasi Pemerintah dan Tunduk Kepentingan AS
“Memang situasi dunia sedang tidak baik-baik saja, kita tahu itu. Perang di sini, perang di sini. Tapi Indonesia memang berusaha menjaga. Kita non-blok, kita hormati semua, kita baik,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu malam (23/7/2025).
“Di bidang ekonomi, tidak hanya kita, semua negara sedang menghadapi Amerika Serikat yang alot, punya garis alot. Tapi ya itu fakta, kita harus berurusan,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan, bahwa pendekatan yang ia ambil adalah untuk melindungi pekerja Indonesia dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). “Dan pendekatan kita, pendekatan saya adalah tanggung jawab saya adalah melindungi kepentingan bangsa Indonesia. Kewajiban saya adalah melindungi rakyat Indonesia,” katanya.
“Dalam bidang ekonomi saya harus menjaga asal tidak ada alasan untuk PHK pekerja-pekerja kita,” tambah Prabowo.
Baca Juga: Tarif AS 19% Rugikan Posisi Indonesia, Ini Alasannya
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut bahwa setiap langkah pemerintah pasti ada kritik. “Karena itu ya saya bermusyawarah, saya negosiasi. Selalu ada yang nyinyir. Jadi gimana ya, kita perlu kritik, kita perlu pengawasan. Tapi kalau nyinyir agak lain. Kita nggak ada yang benar gitu. Kita mau kerja baik, nggak ada yang bener,” pungkasnya.
Ia menyebut negosiasi ekonomi tidak mudah, tetapi itu adalah bagian dari tanggung jawab sebagai kepala negara. Baca Juga: Tarif Trump 19% Bukti Gagalnya Negosiasi Pemerintah dan Tunduk Kepentingan AS
“Memang situasi dunia sedang tidak baik-baik saja, kita tahu itu. Perang di sini, perang di sini. Tapi Indonesia memang berusaha menjaga. Kita non-blok, kita hormati semua, kita baik,” kata Prabowo dalam pidatonya di acara Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu malam (23/7/2025).
“Di bidang ekonomi, tidak hanya kita, semua negara sedang menghadapi Amerika Serikat yang alot, punya garis alot. Tapi ya itu fakta, kita harus berurusan,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan, bahwa pendekatan yang ia ambil adalah untuk melindungi pekerja Indonesia dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). “Dan pendekatan kita, pendekatan saya adalah tanggung jawab saya adalah melindungi kepentingan bangsa Indonesia. Kewajiban saya adalah melindungi rakyat Indonesia,” katanya.
“Dalam bidang ekonomi saya harus menjaga asal tidak ada alasan untuk PHK pekerja-pekerja kita,” tambah Prabowo.
Baca Juga: Tarif AS 19% Rugikan Posisi Indonesia, Ini Alasannya
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut bahwa setiap langkah pemerintah pasti ada kritik. “Karena itu ya saya bermusyawarah, saya negosiasi. Selalu ada yang nyinyir. Jadi gimana ya, kita perlu kritik, kita perlu pengawasan. Tapi kalau nyinyir agak lain. Kita nggak ada yang benar gitu. Kita mau kerja baik, nggak ada yang bener,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :