Tanpa Kesepakatan Dagang dengan AS, Satu Juta Pekerja Sektor Padat Karya RI Terancam
Jum'at, 25 Juli 2025 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Airlangga menjelaskan bahwa impor komoditas pangan seperti kedelai, gandum, dan kapas hanya dilakukan untuk produk yang tidak diproduksi di dalam negeri, dengan tujuan menjaga stabilitas inflasi khususnya pada kelompok volatile food. Mekanisme perizinan impor tetap akan dijalankan berbasis kebutuhan nasional melalui pengaturan Neraca Komoditas.
Sebagai bagian dari komitmen investasi lanjutan, Pemerintah AS berencana menanamkan modal di berbagai sektor strategis Indonesia, antara lain Fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) senilai USD10 miliar oleh ExxonMobil, Pusat data di Batam senilai USD6,5 miliar oleh Oracle, Infrastruktur cloud dan AI senilai USD1,7 miliar oleh Microsoft, Pengembangan AI dan cloud senilai USD5 miliar oleh Amazon, serta Fasilitas produksi CT scanner pertama di Indonesia senilai Rp178 miliar oleh GE Healthcare.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Elen Setiadi, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.
Sebagai bagian dari komitmen investasi lanjutan, Pemerintah AS berencana menanamkan modal di berbagai sektor strategis Indonesia, antara lain Fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) senilai USD10 miliar oleh ExxonMobil, Pusat data di Batam senilai USD6,5 miliar oleh Oracle, Infrastruktur cloud dan AI senilai USD1,7 miliar oleh Microsoft, Pengembangan AI dan cloud senilai USD5 miliar oleh Amazon, serta Fasilitas produksi CT scanner pertama di Indonesia senilai Rp178 miliar oleh GE Healthcare.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Elen Setiadi, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.
(akr)
Lihat Juga :