Saham-saham Konglomerat Topang Penguatan IHSG ke 7.500, BEI Buka Suara
Jum'at, 25 Juli 2025 - 08:52 WIB
loading...
Sejumlah saham terafiliasi taipan-taipan dalam negeri tercatat turut menopang penguatan IHSG belakangan ini hingga tembus level 7.500, begini respons BEI. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah saham terafiliasi taipan-taipan dalam negeri seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) tercatat turut menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) belakangan ini. Sebagaimana diketahui, indeks saat ini telah menembus level 7.500, seiring reli yang telah terjadi hampir dua pekan.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) , I Gede Nyoman Yetna mengatakan, terkait kontribusi saham-saham yang dikaitkan dengan tokoh-tokoh konglomerat terhadap kinerja IHSG, pihaknya memandang hal ini sebagai bagian dari dinamika pasar yang terbentuk secara organik, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.
“Pergerakan harga saham di pasar sangat ditentukan oleh mekanisme supply and demand serta pertimbangan investor atas informasi yang tersedia di publik, baik terkait kinerja keuangan, rencana bisnis, maupun sentimen global dan domestik,” kata Nyoman dalam keterangannya.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau ke 7.378, Deretan Saham Ini Huni Top Gainers
Sebagai self-regulatory organization (SRO), lanjut Nyoman, BEI tidak memiliki kebijakan yang membedakan emiten berdasarkan kepemilikan atau afiliasi pemegang saham pengendalinya. Ia menyebut jika pihaknya memperlakukan seluruh emiten secara setara dan memastikan bahwa seluruh transaksi dilakukan berdasarkan prinsip keterbukaan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Selama pergerakan saham terjadi secara wajar, maka pergerakan tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang sah,” imbuh Nyoman.
Nyoman juga menekankan, bahwa BEI senantiasa bekerja sama dengan OJK dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menjaga integritas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia dengan senantiasa menjalankan perannya sebagai penyelenggara perdagangan efek sehingga dapat berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Intip Saham-saham Jagoan Versi Analis
“Kami mengimbau agar seluruh investor selalu melakukan analisis yang cermat, memperhatikan aspek fundamental dan risiko investasi, serta memanfaatkan informasi yang tersedia secara publik dalam membuat keputusan investasinya,” pungkas Nyoman.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) , I Gede Nyoman Yetna mengatakan, terkait kontribusi saham-saham yang dikaitkan dengan tokoh-tokoh konglomerat terhadap kinerja IHSG, pihaknya memandang hal ini sebagai bagian dari dinamika pasar yang terbentuk secara organik, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.
“Pergerakan harga saham di pasar sangat ditentukan oleh mekanisme supply and demand serta pertimbangan investor atas informasi yang tersedia di publik, baik terkait kinerja keuangan, rencana bisnis, maupun sentimen global dan domestik,” kata Nyoman dalam keterangannya.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau ke 7.378, Deretan Saham Ini Huni Top Gainers
Sebagai self-regulatory organization (SRO), lanjut Nyoman, BEI tidak memiliki kebijakan yang membedakan emiten berdasarkan kepemilikan atau afiliasi pemegang saham pengendalinya. Ia menyebut jika pihaknya memperlakukan seluruh emiten secara setara dan memastikan bahwa seluruh transaksi dilakukan berdasarkan prinsip keterbukaan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Selama pergerakan saham terjadi secara wajar, maka pergerakan tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang sah,” imbuh Nyoman.
Nyoman juga menekankan, bahwa BEI senantiasa bekerja sama dengan OJK dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menjaga integritas dan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia dengan senantiasa menjalankan perannya sebagai penyelenggara perdagangan efek sehingga dapat berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Intip Saham-saham Jagoan Versi Analis
“Kami mengimbau agar seluruh investor selalu melakukan analisis yang cermat, memperhatikan aspek fundamental dan risiko investasi, serta memanfaatkan informasi yang tersedia secara publik dalam membuat keputusan investasinya,” pungkas Nyoman.
(akr)
Lihat Juga :