Gandeng ELSA AI, PLN Perkuat Talenta Kerja Berdaya Saing Global
Jum'at, 25 Juli 2025 - 20:51 WIB
loading...
PT PLN (Persero) memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan talenta kerja berdaya saing global. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan talenta kerja berdaya saing global melalui peluncuran Global Talent Readiness Program (GTRP), hasil kolaborasi dengan ELSA Speak Indonesia, sebuah platform pembelajaran komunikasi Bahasa Inggris berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).
Peluncuran program ini digelar di Kantor Pusat PLN dengan mengusung tema “English for Global Career”, menghadirkan sesi talkshow dan diskusi interaktif bersama Valencia Gabriella, career coach profesional yang kini berkiprah di Apple Academy. Valencia merupakan lulusan University of California, Los Angeles (UCLA) dan University of Melbourne.
Antusiasme pegawai PLN terhadap program ini cukup tinggi. Dari target awal 500 peserta, tercatat lebih dari 2.000 karyawan dari berbagai wilayah di Indonesia telah mendaftar, menunjukkan tingginya minat untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris di lingkungan BUMN energi tersebut.
Direktur Human Capital PLN, melalui siaran pers, menyampaikan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi kunci dalam mendukung misi PLN untuk tumbuh sebagai pemain utama di sektor energi global dan menjalin kolaborasi internasional yang lebih luas.
Tantangan penguasaan bahasa Inggris di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan laporan EF English Proficiency Index 2023, Indonesia menempati posisi ke-79 dari 113 negara dengan kategori “kemampuan rendah”. Hal ini menjadi salah satu latar belakang PLN menggulirkan program GTRP.
Studi IDC 2024 juga menunjukkan bahwa solusi pembelajaran bahasa berbasis AI mampu memberikan return on investment (ROI) hingga 400% dalam 6–12 bulan. Selain itu, efisiensi biaya operasional bisa mencapai lebih dari Rp7,5 miliar untuk setiap 1.000 karyawan yang mengikuti program.
"Komunikasi lintas budaya dan bahasa kini menjadi kebutuhan utama, apalagi di perusahaan seperti PLN yang banyak berinteraksi secara global," ujar Yasser Muhammad Syaiful, Managing Director ELSA Speak Indonesia dalam pernyataannya, Jumat (25/7).
Baca Juga: Sepanjang 2024, PLN EPI Ciptakan Value Creation Rp14,08 Triliun
Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris yang baik dan literasi AI akan berdampak langsung pada produktivitas dan budaya belajar perusahaan.
Valencia Gabriella, menekankan bahwa bahasa Inggris bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat dasar untuk dapat berkembang di lingkungan kerja global. Ia juga menyoroti pentingnya latihan yang terstruktur dan solusi digital untuk membangun kepercayaan diri para profesional Indonesia.
Program GTRP menggunakan pendekatan blended learning melalui platform ELSA Business, yang mengombinasikan pembelajaran mandiri dengan umpan balik instan dan sesi interaktif bersama tutor native speaker. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan keterlibatan peserta hingga tiga kali lipat dibanding metode konvensional.
Baca Juga: Tarif Listrik Terbaru Berlaku Mulai 1 Juli 2025, Ini Rincian untuk Semua Golongan
Fleksibilitas waktu belajar menjadi keunggulan utama program ini, memungkinkan peserta menyesuaikan ritme belajar di tengah kesibukan pekerjaan. Hasilnya pun positif dalam 3 bulan, rata-rata peserta PLN mengalami peningkatan kemampuan bahasa Inggris sebesar 10–15%, setara dengan kenaikan 1–2 level kemahiran.
“ELSA sangat membantu saya dalam pelafalan dan kepercayaan diri. Saya jadi lebih siap mengikuti program Global Leadership Camp di Bali, bersama peserta dari berbagai negara,” ujar Nanoe Rolin, peserta program sebelumnya.
Peluncuran program ini digelar di Kantor Pusat PLN dengan mengusung tema “English for Global Career”, menghadirkan sesi talkshow dan diskusi interaktif bersama Valencia Gabriella, career coach profesional yang kini berkiprah di Apple Academy. Valencia merupakan lulusan University of California, Los Angeles (UCLA) dan University of Melbourne.
Antusiasme pegawai PLN terhadap program ini cukup tinggi. Dari target awal 500 peserta, tercatat lebih dari 2.000 karyawan dari berbagai wilayah di Indonesia telah mendaftar, menunjukkan tingginya minat untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris di lingkungan BUMN energi tersebut.
Direktur Human Capital PLN, melalui siaran pers, menyampaikan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, menjadi kunci dalam mendukung misi PLN untuk tumbuh sebagai pemain utama di sektor energi global dan menjalin kolaborasi internasional yang lebih luas.
Tantangan penguasaan bahasa Inggris di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan laporan EF English Proficiency Index 2023, Indonesia menempati posisi ke-79 dari 113 negara dengan kategori “kemampuan rendah”. Hal ini menjadi salah satu latar belakang PLN menggulirkan program GTRP.
Studi IDC 2024 juga menunjukkan bahwa solusi pembelajaran bahasa berbasis AI mampu memberikan return on investment (ROI) hingga 400% dalam 6–12 bulan. Selain itu, efisiensi biaya operasional bisa mencapai lebih dari Rp7,5 miliar untuk setiap 1.000 karyawan yang mengikuti program.
"Komunikasi lintas budaya dan bahasa kini menjadi kebutuhan utama, apalagi di perusahaan seperti PLN yang banyak berinteraksi secara global," ujar Yasser Muhammad Syaiful, Managing Director ELSA Speak Indonesia dalam pernyataannya, Jumat (25/7).
Baca Juga: Sepanjang 2024, PLN EPI Ciptakan Value Creation Rp14,08 Triliun
Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris yang baik dan literasi AI akan berdampak langsung pada produktivitas dan budaya belajar perusahaan.
Valencia Gabriella, menekankan bahwa bahasa Inggris bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat dasar untuk dapat berkembang di lingkungan kerja global. Ia juga menyoroti pentingnya latihan yang terstruktur dan solusi digital untuk membangun kepercayaan diri para profesional Indonesia.
Program GTRP menggunakan pendekatan blended learning melalui platform ELSA Business, yang mengombinasikan pembelajaran mandiri dengan umpan balik instan dan sesi interaktif bersama tutor native speaker. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan keterlibatan peserta hingga tiga kali lipat dibanding metode konvensional.
Baca Juga: Tarif Listrik Terbaru Berlaku Mulai 1 Juli 2025, Ini Rincian untuk Semua Golongan
Fleksibilitas waktu belajar menjadi keunggulan utama program ini, memungkinkan peserta menyesuaikan ritme belajar di tengah kesibukan pekerjaan. Hasilnya pun positif dalam 3 bulan, rata-rata peserta PLN mengalami peningkatan kemampuan bahasa Inggris sebesar 10–15%, setara dengan kenaikan 1–2 level kemahiran.
“ELSA sangat membantu saya dalam pelafalan dan kepercayaan diri. Saya jadi lebih siap mengikuti program Global Leadership Camp di Bali, bersama peserta dari berbagai negara,” ujar Nanoe Rolin, peserta program sebelumnya.
(nng)
Lihat Juga :