Hari Mangrove Sedunia, BRI Pertegas Komitmen Selamatkan Lingkungan lewat Perbaikan Ekosistem Pesisir
Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:44 WIB
loading...
Program BRI Menanam-Grow & Green di kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. FOTO/BRI
A
A
A
JAKARTA - BRI Peduli dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2025 kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui program BRI Menanam-Grow & Green dengan penanaman 10.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Program penanaman ini merupakan inisiatif berkelanjutan, menyusul penanaman 10.000 pohon mangrove yang telah dilakukan BRI Peduli di wilayah yang sama pada tahun 2023. Proses monitoring dan pendampingan terhadap program sebelumnya terus berjalan, menunjukkan keseriusan BRI dalam menjaga ekosistem pesisir.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI secara konsisten mendukung pelestarian alam untuk menjaga pesisir pantai dari abrasi serta mengembalikan habitat hutan mangrove di Tanah Air. Kegiatan penanaman pohon mangrove di Muara Gembong menjadi bentuk nyata komitmen BRI dalam menyelamatkan ekosistem pesisir sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memerangi perubahan iklim.
"BRI Menanam - Grow & Green berupa penanaman pohon mangrove di Muara Gembong tentunya memberikan manfaat bagi keberlanjutan hidup masyarakat. Sejak tahun 2023, BRI Peduli telah melaksanakan program ini di wilayah Muara Gembong, yang artinya program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman semata, namun juga terdapat monitoring dan pengawasan demi hasil yang maksimal dan berkelanjutan,” ungkap Hendy dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/7).
Baca Juga: Pengajuan Kartu Kredit BRI Easy Card via Website Bikin Untung, Ini Syarat dan Langkah Lengkapnya
BRI dalam pelaksanaannya, berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bentuk nyata dari inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.
"Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat. Harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian," imbuhnya.
Pada kesempatan terpisah, Bendahara Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Makmur, Endang, mengungkapkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumber daya alam yang makin meluas menimbulkan kecemasan bagi masyarakat di wilayahnya. Ekosistem mangrove, yang seharusnya kaya dengan fungsi dan manfaatnya sebagai green belt atau penghalang dari gempuran gelombang air laut di Muara Gembong, perlahan menjadi rusak.
"Kolaborasi dengan BRI melalui program BRI Menanam-Grow & Green menjadi salah satu harapan kami untuk bisa menyelamatkan wilayah kami dari kerusakan akibat abrasi. Dalam program ini kami tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon, diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam, termasuk penyulaman kalau ada yang mati," ujar Endang.
Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun oleh kelompok tani setempat dengan BRI Peduli melalui program ini bisa terus dijaga dan dipelihara oleh masyarakat setempat hingga akhirnya bisa berguna bagi keberlanjutan hidup generasi penerus di wilayahnya.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, BRI Peduli Tanamkan Nilai Karakter Siswa lewat Agroedukasi di Garut
Sebagai informasi, penanaman mangrove di Muara Gembong telah dilaksanakan oleh BRI sejak tahun 2023 secara bertahap. Tahapan tersebut meliputi penyusunan rancangan program, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendataan kondisi perkembangan pohon, serta pengukuran potensi cadangan dan serapan karbon hingga tahun 2026.
Penanaman mangrove di Muara Gembong merupakan bagian dari program BRI Menanam – Grow & Green, di mana hingga saat ini tercatat sebanyak 25.000 pohon mangrove dan cemara laut telah ditanam di wilayah Muara Gembong dan Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.
Selain penanaman pohon mangrove, BRI Peduli juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Muara Gembong berupa pembangunan sarana prasarana pendukung kegiatan pertanian. Bantuan tersebut antara lain pembangunan jembatan, ruang serbaguna, mushola, toilet, tenan pancing, tenan kuliner bagi pelaku UMKM, greenhouse/hatchery, perahu eduwisata, serta pelatihan dan pemberdayaan.
Program penanaman ini merupakan inisiatif berkelanjutan, menyusul penanaman 10.000 pohon mangrove yang telah dilakukan BRI Peduli di wilayah yang sama pada tahun 2023. Proses monitoring dan pendampingan terhadap program sebelumnya terus berjalan, menunjukkan keseriusan BRI dalam menjaga ekosistem pesisir.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI secara konsisten mendukung pelestarian alam untuk menjaga pesisir pantai dari abrasi serta mengembalikan habitat hutan mangrove di Tanah Air. Kegiatan penanaman pohon mangrove di Muara Gembong menjadi bentuk nyata komitmen BRI dalam menyelamatkan ekosistem pesisir sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memerangi perubahan iklim.
"BRI Menanam - Grow & Green berupa penanaman pohon mangrove di Muara Gembong tentunya memberikan manfaat bagi keberlanjutan hidup masyarakat. Sejak tahun 2023, BRI Peduli telah melaksanakan program ini di wilayah Muara Gembong, yang artinya program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman semata, namun juga terdapat monitoring dan pengawasan demi hasil yang maksimal dan berkelanjutan,” ungkap Hendy dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/7).
Baca Juga: Pengajuan Kartu Kredit BRI Easy Card via Website Bikin Untung, Ini Syarat dan Langkah Lengkapnya
BRI dalam pelaksanaannya, berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bentuk nyata dari inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.
"Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat. Harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan perekonomian," imbuhnya.
Pada kesempatan terpisah, Bendahara Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Makmur, Endang, mengungkapkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya jumlah sumber daya alam yang makin meluas menimbulkan kecemasan bagi masyarakat di wilayahnya. Ekosistem mangrove, yang seharusnya kaya dengan fungsi dan manfaatnya sebagai green belt atau penghalang dari gempuran gelombang air laut di Muara Gembong, perlahan menjadi rusak.
"Kolaborasi dengan BRI melalui program BRI Menanam-Grow & Green menjadi salah satu harapan kami untuk bisa menyelamatkan wilayah kami dari kerusakan akibat abrasi. Dalam program ini kami tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga melakukan pengukuran seperti ketinggian pohon, diameter batang untuk mangrove yang sudah ditanam, termasuk penyulaman kalau ada yang mati," ujar Endang.
Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun oleh kelompok tani setempat dengan BRI Peduli melalui program ini bisa terus dijaga dan dipelihara oleh masyarakat setempat hingga akhirnya bisa berguna bagi keberlanjutan hidup generasi penerus di wilayahnya.
Baca Juga: Peringati Hari Anak Nasional, BRI Peduli Tanamkan Nilai Karakter Siswa lewat Agroedukasi di Garut
Sebagai informasi, penanaman mangrove di Muara Gembong telah dilaksanakan oleh BRI sejak tahun 2023 secara bertahap. Tahapan tersebut meliputi penyusunan rancangan program, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendataan kondisi perkembangan pohon, serta pengukuran potensi cadangan dan serapan karbon hingga tahun 2026.
Penanaman mangrove di Muara Gembong merupakan bagian dari program BRI Menanam – Grow & Green, di mana hingga saat ini tercatat sebanyak 25.000 pohon mangrove dan cemara laut telah ditanam di wilayah Muara Gembong dan Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.
Selain penanaman pohon mangrove, BRI Peduli juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Muara Gembong berupa pembangunan sarana prasarana pendukung kegiatan pertanian. Bantuan tersebut antara lain pembangunan jembatan, ruang serbaguna, mushola, toilet, tenan pancing, tenan kuliner bagi pelaku UMKM, greenhouse/hatchery, perahu eduwisata, serta pelatihan dan pemberdayaan.
(nng)
Lihat Juga :