Pertamina Gelar Pelatihan Budidaya Lele dari Galon Bekas
Senin, 28 Juli 2025 - 09:44 WIB
loading...
Soekarno-Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI) menggelar pelatihan budidaya lele di Tangerang. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Soekarno-Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang menggelar pelatihan budidaya lele bertajuk "BULE PURI" atau Budidaya Lele Kampung Sirih sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Balai Kelurahan Mekarsari, Kota Tangerang ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Kampung Sirih Mekarsari, mitra binaan CSR Pertamina Patra Niaga JBB SHAFTHI.
Baca Juga: Gelar Bazar di Wikenfes 2025, Pertamina Regional Jabar Barat Komitmen Majukan UMKM
Materi pelatihan mencakup teknik dasar budidaya lele, mulai dari pemilihan bibit unggul, manajemen pakan, teknik panen, hingga strategi pemasaran. Salah satu inovasi menarik yang diperkenalkan adalah penggunaan galon bekas air minum sebagai wadah budidaya, solusi kreatif bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
SHAFTHI Manager Ady Hafriady menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat program CSR kepada masyarakat di wilayah Ring 1. "Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi awal masyarakat menciptakan sumber penghasilan baru dari rumah sendiri," ujar dia melalui pernyataannya, Senin (28/7).
Selama pelatihan, peserta diajak langsung mempraktikkan teknik budidaya, mulai dari memotong galon, memasang saluran air, mengatur kepadatan benih, hingga memahami pengendalian hama dan pengelolaan kualitas air. Peserta juga dibekali analisis sederhana mengenai biaya dan manfaat usaha lele skala rumah tangga.
Salah satu peserta, Alex Eko Setiawan, mengapresiasi pelatihan ini. Ia menilai program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengembangkan budidaya lele. “Kami jadi tahu cara membudidayakan lele secara efektif, meski dengan lahan terbatas,” tuturnya.
Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui inisiatif-inisiatif sederhana namun berdampak langsung.
"Kami percaya perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan memanfaatkan galon bekas, kami ingin menunjukkan bahwa peluang usaha bisa tumbuh dari rumah dan dari barang yang selama ini dianggap tidak berguna," ujar Satria.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Transisi Energi Melalui Pengembangan SAF
Ia berharap, pelatihan ini menjadi titik awal tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru yang tangguh dan mandiri di Kampung Sirih dan wilayah sekitarnya. Pertamina, katanya, akan terus hadir dan mendampingi masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
Program BULE PURI juga dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pendekatan ini, pelatihan tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat.
Pertamina Patra Niaga JBB menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program-program berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai wujud kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung di Balai Kelurahan Mekarsari, Kota Tangerang ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Kampung Sirih Mekarsari, mitra binaan CSR Pertamina Patra Niaga JBB SHAFTHI.
Baca Juga: Gelar Bazar di Wikenfes 2025, Pertamina Regional Jabar Barat Komitmen Majukan UMKM
Materi pelatihan mencakup teknik dasar budidaya lele, mulai dari pemilihan bibit unggul, manajemen pakan, teknik panen, hingga strategi pemasaran. Salah satu inovasi menarik yang diperkenalkan adalah penggunaan galon bekas air minum sebagai wadah budidaya, solusi kreatif bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
SHAFTHI Manager Ady Hafriady menyampaikan, pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat program CSR kepada masyarakat di wilayah Ring 1. "Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi awal masyarakat menciptakan sumber penghasilan baru dari rumah sendiri," ujar dia melalui pernyataannya, Senin (28/7).
Selama pelatihan, peserta diajak langsung mempraktikkan teknik budidaya, mulai dari memotong galon, memasang saluran air, mengatur kepadatan benih, hingga memahami pengendalian hama dan pengelolaan kualitas air. Peserta juga dibekali analisis sederhana mengenai biaya dan manfaat usaha lele skala rumah tangga.
Salah satu peserta, Alex Eko Setiawan, mengapresiasi pelatihan ini. Ia menilai program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengembangkan budidaya lele. “Kami jadi tahu cara membudidayakan lele secara efektif, meski dengan lahan terbatas,” tuturnya.
Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui inisiatif-inisiatif sederhana namun berdampak langsung.
"Kami percaya perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan memanfaatkan galon bekas, kami ingin menunjukkan bahwa peluang usaha bisa tumbuh dari rumah dan dari barang yang selama ini dianggap tidak berguna," ujar Satria.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Transisi Energi Melalui Pengembangan SAF
Ia berharap, pelatihan ini menjadi titik awal tumbuhnya wirausaha-wirausaha baru yang tangguh dan mandiri di Kampung Sirih dan wilayah sekitarnya. Pertamina, katanya, akan terus hadir dan mendampingi masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
Program BULE PURI juga dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pendekatan ini, pelatihan tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat.
Pertamina Patra Niaga JBB menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program-program berbasis pemberdayaan masyarakat sebagai wujud kontribusi nyata terhadap ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :