BRI Tingkatkan Penyaluran KPR Subsidi lewat Skema FLPP
Senin, 28 Juli 2025 - 12:01 WIB
loading...
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas akses pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). FOTO/BRI
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas akses pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk kelompok pekerja informal dan aparatur sipil negara (ASN), melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Program ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam mengatasi persoalan backlog perumahan nasional, dengan memberikan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat yang belum memiliki hunian. FLPP menawarkan bunga tetap maksimal 5 persen, tenor hingga 20 tahun, serta menyasar masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp14 juta per bulan.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa BRI memanfaatkan berbagai kolaborasi strategis untuk menjangkau kelompok yang selama ini sulit mengakses pembiayaan perumahan formal, termasuk pekerja informal dan ASN.
"Melalui kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta, kami ingin memastikan pembiayaan FLPP dapat diakses secara merata oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pengemudi taksi dan pegawai negeri," ujar Hendy dalam siaran pers di Jakarta, Senin (28/7).
Baca Juga: Bukan Cuma Transaksi, AgenBRILink Buka Peluang Usaha hingga Pelosok Negeri
Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah kemitraan antara BRI dan PT Bluebird Tbk, yang memungkinkan para pengemudi taksi mengakses rumah pertama dengan skema FLPP. Sementara itu, di sektor ASN, BRI menggandeng instansi seperti Kementerian PANRB, BKN, ANRI, dan LAN untuk memperluas jangkauan program.
Per Juni 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan KPR subsidi kepada 97.878 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total nilai outstanding KPR subsidi BRI tercatat mencapai Rp13,35 triliun, tumbuh 19,51 persen secara tahunan.
Capaian itu disertai kualitas kredit yang sehat, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang rendah, yakni 1,1 persen.
Hendy menambahkan bahwa perluasan akses rumah pertama melalui FLPP tidak hanya berdampak pada penyediaan hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Efek domino dari program ini terasa hingga ke sektor konstruksi, bahan bangunan, logistik, jasa tukang, dan UMKM di sekitar wilayah perumahan," jelasnya.
Baca Juga: AgenBRILink Bukukan Volume Transaksi Rp843 Triliun dalam 6 Bulan
Sebagai mitra resmi pemerintah, BRI turut mendukung target Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan dengan skema FLPP, yang saat ini menyumbang 97 persen dari total penyaluran KPR subsidi oleh BRI.
"BRI berkomitmen untuk terus mendorong pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, agar semakin banyak masyarakat memiliki akses nyata terhadap hunian yang layak," tutup Hendy.
Program ini menjadi salah satu andalan pemerintah dalam mengatasi persoalan backlog perumahan nasional, dengan memberikan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat yang belum memiliki hunian. FLPP menawarkan bunga tetap maksimal 5 persen, tenor hingga 20 tahun, serta menyasar masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp14 juta per bulan.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa BRI memanfaatkan berbagai kolaborasi strategis untuk menjangkau kelompok yang selama ini sulit mengakses pembiayaan perumahan formal, termasuk pekerja informal dan ASN.
"Melalui kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta, kami ingin memastikan pembiayaan FLPP dapat diakses secara merata oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pengemudi taksi dan pegawai negeri," ujar Hendy dalam siaran pers di Jakarta, Senin (28/7).
Baca Juga: Bukan Cuma Transaksi, AgenBRILink Buka Peluang Usaha hingga Pelosok Negeri
Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah kemitraan antara BRI dan PT Bluebird Tbk, yang memungkinkan para pengemudi taksi mengakses rumah pertama dengan skema FLPP. Sementara itu, di sektor ASN, BRI menggandeng instansi seperti Kementerian PANRB, BKN, ANRI, dan LAN untuk memperluas jangkauan program.
Per Juni 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan KPR subsidi kepada 97.878 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total nilai outstanding KPR subsidi BRI tercatat mencapai Rp13,35 triliun, tumbuh 19,51 persen secara tahunan.
Capaian itu disertai kualitas kredit yang sehat, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang rendah, yakni 1,1 persen.
Hendy menambahkan bahwa perluasan akses rumah pertama melalui FLPP tidak hanya berdampak pada penyediaan hunian layak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Efek domino dari program ini terasa hingga ke sektor konstruksi, bahan bangunan, logistik, jasa tukang, dan UMKM di sekitar wilayah perumahan," jelasnya.
Baca Juga: AgenBRILink Bukukan Volume Transaksi Rp843 Triliun dalam 6 Bulan
Sebagai mitra resmi pemerintah, BRI turut mendukung target Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan dengan skema FLPP, yang saat ini menyumbang 97 persen dari total penyaluran KPR subsidi oleh BRI.
"BRI berkomitmen untuk terus mendorong pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, agar semakin banyak masyarakat memiliki akses nyata terhadap hunian yang layak," tutup Hendy.
(nng)
Lihat Juga :