MNC Insurance Business Group dan BRI Gelar Cek Kesehatan Gratis di Museum Nasional
Senin, 28 Juli 2025 - 14:09 WIB
loading...
MNC Insurance Business Group berkolaborasi dengan BRI menggelar cek kesehatan gratis di Museum Nasional Indonesia, Senin (28/7/2025). FOTO/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - MNC Insurance Business Group, yang terdiri dari PT MNC Life Assurance, PT MNC Asuransi Indonesia, dan PT MNC Insurance Broker di bawah naungan PT MNC Kapital Indonesia Tbk, berkolaborasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) di Museum Nasional Indonesia pada Senin (28/7/2025).
Program yang bertajuk “Harmoni Sehat & Lestari: Sinergi untuk Kesehatan dan Lingkungan” ini menghadirkan seminar kesehatan, edukasi lingkungan melalui program penukaran sampah rumah tangga, serta penyediaan layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta, termasuk pegawai Museum dan Cagar Budaya yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Selain menekankan aspek kesehatan dan lingkungan, program ini juga berfungsi sebagai wadah literasi keuangan, memperkenalkan pentingnya perlindungan diri melalui asuransi. Para peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat asuransi jiwa dan asuransi umum dalam menjaga stabilitas finansial pribadi dan keluarga.
Baca Juga: MNC Insurance Business Group Gelar SPARK 2025 Dorong Gaya Hidup Sehat dan Cerdas Finansial
Risye Dillianti, Managing Director Insurance Business Group dan President Director MNC Life, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial korporat. Ia menambahkan bahwa program ini juga mendukung peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan yang bijak sebagai bagian dari ketahanan sosial dan ekonomi.
"Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa kesehatan, literasi keuangan, dan kelestarian lingkungan adalah tiga hal yang saling berkaitan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah penting dalam menciptakan dampak yang lebih luas, dimulai dari penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan secara fisik dan finansial demi kualitas hidup yang lebih baik dan berkelanjutan,” ungkap Risye.
Branch Office Head BRI Jakarta Cut Mutiah, Rio Nugroho, menyambut baik kolaborasi dalam kegiatan sosial ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari sisi komersial, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat.
"Sinergi dengan MNC Insurance Business Group dan Museum dan Cagar Budaya menjadi wujud peran aktif kami dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja di sektor kebudayaan,” ujarnya.
Baca Juga: Aksi Bersih-bersih Sungai, BRI Berhasil Angkat 3.262 Kg Sampah
Sementara, Kepala Bagian Umum Museum dan Cagar Budaya, Muhammad Ikbal, juga menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa museum terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi teknis pegawai.
Ikbal menambahkan bahwa program kerjasama tidak hanya akan berfokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pada kompetensi sosiokultural, serta dukungan kesehatan pegawai dan lingkungan kerja.
"Kadang-kadang pegawai lupa akan kesehatan mereka, sehingga perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Kami ingin menggandeng pihak-pihak yang bersedia bekerja sama. Kondisi kesehatan yang optimal tentu akan mendukung pegawai untuk berkonsentrasi, berkomitmen, loyal, dan lebih terlibat secara aktif dalam proses kerja,” imbuhnya.
Program yang bertajuk “Harmoni Sehat & Lestari: Sinergi untuk Kesehatan dan Lingkungan” ini menghadirkan seminar kesehatan, edukasi lingkungan melalui program penukaran sampah rumah tangga, serta penyediaan layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta, termasuk pegawai Museum dan Cagar Budaya yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Selain menekankan aspek kesehatan dan lingkungan, program ini juga berfungsi sebagai wadah literasi keuangan, memperkenalkan pentingnya perlindungan diri melalui asuransi. Para peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat asuransi jiwa dan asuransi umum dalam menjaga stabilitas finansial pribadi dan keluarga.
Baca Juga: MNC Insurance Business Group Gelar SPARK 2025 Dorong Gaya Hidup Sehat dan Cerdas Finansial
Risye Dillianti, Managing Director Insurance Business Group dan President Director MNC Life, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial korporat. Ia menambahkan bahwa program ini juga mendukung peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keuangan yang bijak sebagai bagian dari ketahanan sosial dan ekonomi.
"Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa kesehatan, literasi keuangan, dan kelestarian lingkungan adalah tiga hal yang saling berkaitan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah penting dalam menciptakan dampak yang lebih luas, dimulai dari penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan secara fisik dan finansial demi kualitas hidup yang lebih baik dan berkelanjutan,” ungkap Risye.
Branch Office Head BRI Jakarta Cut Mutiah, Rio Nugroho, menyambut baik kolaborasi dalam kegiatan sosial ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari sisi komersial, tetapi juga dari kontribusi nyata terhadap masyarakat.
"Sinergi dengan MNC Insurance Business Group dan Museum dan Cagar Budaya menjadi wujud peran aktif kami dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja di sektor kebudayaan,” ujarnya.
Baca Juga: Aksi Bersih-bersih Sungai, BRI Berhasil Angkat 3.262 Kg Sampah
Sementara, Kepala Bagian Umum Museum dan Cagar Budaya, Muhammad Ikbal, juga menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa museum terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi teknis pegawai.
Ikbal menambahkan bahwa program kerjasama tidak hanya akan berfokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pada kompetensi sosiokultural, serta dukungan kesehatan pegawai dan lingkungan kerja.
"Kadang-kadang pegawai lupa akan kesehatan mereka, sehingga perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Kami ingin menggandeng pihak-pihak yang bersedia bekerja sama. Kondisi kesehatan yang optimal tentu akan mendukung pegawai untuk berkonsentrasi, berkomitmen, loyal, dan lebih terlibat secara aktif dalam proses kerja,” imbuhnya.
(nng)
Lihat Juga :