Perluas Kolaborasi Perdagangan dan Investasi, Kadin-SBF Sarawak Sepakat Bentuk Task Force
Selasa, 29 Juli 2025 - 07:22 WIB
loading...
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus memperkuat kerja sama lintas negara, kali ini melalui pertemuan resmi dengan Sarawak Business Federation (SBF) dari Malaysia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
BALIKPAPAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus memperkuat kerja sama lintas negara, kali ini melalui pertemuan resmi dengan Sarawak Business Federation (SBF) dari Malaysia. Agenda utama pertemuan yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur ini membahas kolaborasi perdagangan dan investasi, serta pembentukan tim kerja bersama.
"Tentu, kami dari Kadin mendukung langkah pemerintah Malaysia atas arahan Ketua Umum Anindya Bakrie. Kita juga akan melakukan kolaborasi dengan pemerintahan Malaysia dalam hal ini Sarawak," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia yang juga Plt. Sekretaris Jenderal Partai Perindo Andi Yuslim Patawari, Sabtu (25/7).
Baca Juga: Tanam Pohon Paulownia di Sarawak, AYP Ajak Lestarikan Lingkungan dan Pacu Industri Hijau
Dia mengungkapkan, kedua pihak sepakat membentuk task force atau tim kerja bersama yang akan merumuskan berbagai kebijakan teknis untuk mendukung kelancaran perdagangan antar wilayah.
"Harapannya, semua pihak akan membentuk tim untuk merumuskan kebijakan-kebijakan untuk melancarkan hubungan bilateral di sektor perdagangan kedua negara," kata pria yang akrab disapa AYP ini.
Dalam forum bersama tersebut, fokus utama tim kerja adalah penyusunan regulasi perdagangan, perizinan, serta skema investasi yang lebih terbuka antara pelaku usaha Indonesia dan Sarawak. Upaya ini diharapkan mempercepat alur investasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Sementara itu, Timbalan Premier Sarawak yang juga Menteri Perdagangan Antarabangsa, Industri dan Pelaburan Sarawak Datuk Amar Haji Awang Tengah menyambut positif pembentukan tim kerja tersebut.
Dia menegaskan eratnya hubungan antara kedua wilayah yang selama ini sudah terjalin. “Kita memperbincangkan kepentingan bersama. Kita tahu bahwa Malaysia dan Indonesia, lebih-lebih lagi Sarawak, mempunyai hubungan yang begitu rapat," tuturnya.
Baca Juga: Kadin dan Sarawak Malaysia Dorong Kolaborasi Pengembangan Energi Terbarukan hingga Sport Tourism
Tak hanya antar pejabat, dia menyoroti kedekatan antar warga di kawasan perbatasan. “Pemimpin dengan pemimpin, hubungan itu begitu rapat sekali. Hubungan antara rakyat daripada kedua belah pihak juga sangat erat. Di Sarawak ini kita bersepadan dengan Kalimantan, dan ada tali persaudaraan,” terangnya.
Salah satu bentuk investasi Sarawak yang telah berjalan sampai saat ini adalah sektor energi listrik di Kalimantan Barat. Kadin berharap, keberhasilan ini bisa diperluas ke sektor-sektor lain seperti manufaktur, pertanian dan teknologi hijau.
Pertemuan ini menjadi awal baru bagi penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Malaysia, khususnya antara Kalimantan dan Sarawak, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
"Tentu, kami dari Kadin mendukung langkah pemerintah Malaysia atas arahan Ketua Umum Anindya Bakrie. Kita juga akan melakukan kolaborasi dengan pemerintahan Malaysia dalam hal ini Sarawak," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia yang juga Plt. Sekretaris Jenderal Partai Perindo Andi Yuslim Patawari, Sabtu (25/7).
Baca Juga: Tanam Pohon Paulownia di Sarawak, AYP Ajak Lestarikan Lingkungan dan Pacu Industri Hijau
Dia mengungkapkan, kedua pihak sepakat membentuk task force atau tim kerja bersama yang akan merumuskan berbagai kebijakan teknis untuk mendukung kelancaran perdagangan antar wilayah.
"Harapannya, semua pihak akan membentuk tim untuk merumuskan kebijakan-kebijakan untuk melancarkan hubungan bilateral di sektor perdagangan kedua negara," kata pria yang akrab disapa AYP ini.
Dalam forum bersama tersebut, fokus utama tim kerja adalah penyusunan regulasi perdagangan, perizinan, serta skema investasi yang lebih terbuka antara pelaku usaha Indonesia dan Sarawak. Upaya ini diharapkan mempercepat alur investasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Sementara itu, Timbalan Premier Sarawak yang juga Menteri Perdagangan Antarabangsa, Industri dan Pelaburan Sarawak Datuk Amar Haji Awang Tengah menyambut positif pembentukan tim kerja tersebut.
Dia menegaskan eratnya hubungan antara kedua wilayah yang selama ini sudah terjalin. “Kita memperbincangkan kepentingan bersama. Kita tahu bahwa Malaysia dan Indonesia, lebih-lebih lagi Sarawak, mempunyai hubungan yang begitu rapat," tuturnya.
Baca Juga: Kadin dan Sarawak Malaysia Dorong Kolaborasi Pengembangan Energi Terbarukan hingga Sport Tourism
Tak hanya antar pejabat, dia menyoroti kedekatan antar warga di kawasan perbatasan. “Pemimpin dengan pemimpin, hubungan itu begitu rapat sekali. Hubungan antara rakyat daripada kedua belah pihak juga sangat erat. Di Sarawak ini kita bersepadan dengan Kalimantan, dan ada tali persaudaraan,” terangnya.
Salah satu bentuk investasi Sarawak yang telah berjalan sampai saat ini adalah sektor energi listrik di Kalimantan Barat. Kadin berharap, keberhasilan ini bisa diperluas ke sektor-sektor lain seperti manufaktur, pertanian dan teknologi hijau.
Pertemuan ini menjadi awal baru bagi penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Malaysia, khususnya antara Kalimantan dan Sarawak, demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
(nng)
Lihat Juga :