Mendefinisikan Ulang Ketangguhan dan Kepastian dalam Perjalanan
Selasa, 29 Juli 2025 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Ketidakpastian ini tidak hanya berdampak pada rekreasi, tetapi juga produktivitas. Sebanyak 85% pelaku perjalanan bisnis melaporkan penurunan produktivitas, dengan 45% tidak bisa hadir atau terlambat ke pertemuan penting, 40% menanggung biaya tambahan karena harus memesan ulang tiket dan akomodasi, serta lebih dari sepertiga harus bekerja lembur akibat keterlambatan.
Fenomena ini tak hanya disebabkan oleh gangguan eksternal. Di tiket.com, mayoritas permintaan perubahan perjalanan, yaitu sekitar 80% karena alasan pribadi. Penyebab utamanya meliputi alasan kesehatan, kehamilan, kedukaan, hingga kendala visa.
Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan fleksibilitas layanan perjalanan kini meluas, tidak hanya untuk situasi darurat, tetapi juga karena urusan pribadi wisatawan. Industri pun dituntut untuk merespons lebih cepat dan empatik terhadap kebutuhan ini.
Melihat dinamika ini, perusahaan layanan perjalanan seperti tiket.com menghadirkan pendekatan baru berbasis empati dan fleksibilitas. “Misi kami adalah memberikan solusi yang tidak hanya inovatif, namun juga penuh empati. Kami membangun platform yang memberikan kepercayaan, kendali, dan dukungan real time bila perjalanan tidak berjalan sesuai rencana,” kata Co-Founder & CEO, tiket.com, Dimas Surya Yaputra.
Fleksibilitas dalam perjalanan kini tertanam dalam infrastruktur yang mendukung setiap perjalanan dengan fitur-fitur yang dirancang khusus untuk mengurangi tekanan stress akibat perubahan dan gangguan yang tiba-tiba. Salah satu bentuk nyata pendekatan ini adalah kehadiran Flight Disruption Protection. Fitur ini memungkinkan pelanggan menerima kompensasi otomatis saat terjadi penundaan atau pembatalan, tanpa perlu proses klaim yang rumit. Konsumen akan mendapat notifikasi dan proses penyelesaian yang mudah secara digital.
Selain itu, fitur 100% Refund & Reschedule memberikan kelonggaran kepada konsumen untuk menyesuaikan rencana mereka hingga 24 jam sebelum keberangkatan. Dalam konteks tingginya pembatalan dan penjadwalan ulang karena alasan pribadi, fleksibilitas seperti ini memberikan ketenangan dan rasa aman saat menghadapi perubahan mendadak.
“Seiring meningkatnya harapan konsumen terhadap keandalan dan empati dalam layanan perjalanan, transformasi semacam ini di industri pariwisata semakin diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Platform pemesanan kini tidak lagi hanya dituntut efisien, namun juga adaptif dan tanggap terhadap situasi darurat. Karena pada akhirnya, dalam dunia yang tak bisa ditebak, fleksibilitas bukan lagi soal kenyamanan tambahan, melainkan landasan utama membangun kepercayaan,” jelas Dimas.
Fenomena ini tak hanya disebabkan oleh gangguan eksternal. Di tiket.com, mayoritas permintaan perubahan perjalanan, yaitu sekitar 80% karena alasan pribadi. Penyebab utamanya meliputi alasan kesehatan, kehamilan, kedukaan, hingga kendala visa.
Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan fleksibilitas layanan perjalanan kini meluas, tidak hanya untuk situasi darurat, tetapi juga karena urusan pribadi wisatawan. Industri pun dituntut untuk merespons lebih cepat dan empatik terhadap kebutuhan ini.
Melihat dinamika ini, perusahaan layanan perjalanan seperti tiket.com menghadirkan pendekatan baru berbasis empati dan fleksibilitas. “Misi kami adalah memberikan solusi yang tidak hanya inovatif, namun juga penuh empati. Kami membangun platform yang memberikan kepercayaan, kendali, dan dukungan real time bila perjalanan tidak berjalan sesuai rencana,” kata Co-Founder & CEO, tiket.com, Dimas Surya Yaputra.
Fleksibilitas dalam perjalanan kini tertanam dalam infrastruktur yang mendukung setiap perjalanan dengan fitur-fitur yang dirancang khusus untuk mengurangi tekanan stress akibat perubahan dan gangguan yang tiba-tiba. Salah satu bentuk nyata pendekatan ini adalah kehadiran Flight Disruption Protection. Fitur ini memungkinkan pelanggan menerima kompensasi otomatis saat terjadi penundaan atau pembatalan, tanpa perlu proses klaim yang rumit. Konsumen akan mendapat notifikasi dan proses penyelesaian yang mudah secara digital.
Selain itu, fitur 100% Refund & Reschedule memberikan kelonggaran kepada konsumen untuk menyesuaikan rencana mereka hingga 24 jam sebelum keberangkatan. Dalam konteks tingginya pembatalan dan penjadwalan ulang karena alasan pribadi, fleksibilitas seperti ini memberikan ketenangan dan rasa aman saat menghadapi perubahan mendadak.
“Seiring meningkatnya harapan konsumen terhadap keandalan dan empati dalam layanan perjalanan, transformasi semacam ini di industri pariwisata semakin diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Platform pemesanan kini tidak lagi hanya dituntut efisien, namun juga adaptif dan tanggap terhadap situasi darurat. Karena pada akhirnya, dalam dunia yang tak bisa ditebak, fleksibilitas bukan lagi soal kenyamanan tambahan, melainkan landasan utama membangun kepercayaan,” jelas Dimas.
Lihat Juga :