AS dan China Sepakat Perpanjang Penundaan Tarif selama 90 Hari
Rabu, 30 Juli 2025 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Setelah berbulan-bulan mengancam akan mengenakan tarif tinggi pada mitra dagang, Trump telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa, Jepang, Indonesia, dan beberapa negara lain. Namun, kompleksitas ekonomi China dan kontrolnya terhadap pasokan logam langka global membuat pembicaraan ini menjadi sangat rumit.
Pada Mei lalu, kedua belah pihak sempat mundur dari rencana untuk memberlakukan tarif tinggi satu sama lain, yang sebanding dengan embargo perdagangan bilateral. Tanpa adanya kesepakatan, rantai pasok global dan pasar keuangan berpotensi menghadapi gejolak baru.
Bessent berharap dapat bertemu dengan Trump setelah keduanya kembali ke Washington. Presiden, lanjut Bessent, akan memiliki keputusan akhir mengenai perpanjangan penundaan tarif. "Perpanjangan 90 hari lagi adalah salah satu opsi," ujar Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer.
"Kami memiliki pertemuan konstruktif, tentu saja, untuk kembali dengan laporan positif. Namun, perpanjangan penundaan, dia yang akan memutuskan," kata Greer usai pembicaraan di Rosenbad, kantor perdana menteri Swedia di pusat Stockholm.
Baca Juga: 10 Negara Paling Malas Jalan Kaki di Dunia, Ternyata Indonesia Juaranya
Pada Mei lalu, kedua belah pihak sempat mundur dari rencana untuk memberlakukan tarif tinggi satu sama lain, yang sebanding dengan embargo perdagangan bilateral. Tanpa adanya kesepakatan, rantai pasok global dan pasar keuangan berpotensi menghadapi gejolak baru.
Bessent berharap dapat bertemu dengan Trump setelah keduanya kembali ke Washington. Presiden, lanjut Bessent, akan memiliki keputusan akhir mengenai perpanjangan penundaan tarif. "Perpanjangan 90 hari lagi adalah salah satu opsi," ujar Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer.
"Kami memiliki pertemuan konstruktif, tentu saja, untuk kembali dengan laporan positif. Namun, perpanjangan penundaan, dia yang akan memutuskan," kata Greer usai pembicaraan di Rosenbad, kantor perdana menteri Swedia di pusat Stockholm.
Baca Juga: 10 Negara Paling Malas Jalan Kaki di Dunia, Ternyata Indonesia Juaranya
Lihat Juga :