Biodata Kwik Kian Gie yang Wafat di Usia 90 Tahun
Rabu, 30 Juli 2025 - 08:41 WIB
loading...
Ekonom senior Kwik Kian Gie meninggal dunia pada Senin malam, 28 Juli 2025, pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. FOTO/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Ekonom senior dan tokoh politik nasional Kwik Kian Gie meninggal dunia pada Senin malam, 28 Juli 2025, pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Ia wafat di usia 90 tahun setelah menjalani perawatan beberapa minggu karena gangguan pencernaan.
Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Kompleks RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Upacara kremasi dijadwalkan berlangsung Kamis, 31 Juli 2025 pukul 11.00 WIB dan hanya akan dihadiri keluarga dekat sesuai permintaan pihak keluarga.
Sejumlah tokoh turut berbelasungkawa termasuk Presiden Prabowo Subianto, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Mengenang Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Agar Indonesia Tak Tergantung IMF dan Terjebak Utang Asing
Kwik Kian Gie lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan studi pascasarjana di Nederlandse Economische Hogeschool, Belanda, yang kini menjadi bagian dari Erasmus University Rotterdam.
Setelah kembali ke Tanah Air pada awal 1970-an, Kwik aktif sebagai akademisi dan pengusaha. Ia juga mulai dikenal sebagai analis ekonomi yang vokal dalam menyuarakan pandangan kritis terhadap kebijakan ekonomi, terutama di era Orde Baru.
Kwik pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1999–2000, lalu sebagai Kepala Bappenas pada 2001–2004 di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI tahun 1999.
Di ranah politik, Kwik merupakan kader senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan terlibat aktif dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ia dikenal sebagai tokoh yang menjaga integritas dan tak ragu mengkritik kebijakan partai bila tak sesuai nuraninya.
Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Menko Kwik Kian Gie Meninggal Dunia
Kwik Kian Gie juga memberikan kontribusi besar di bidang pendidikan. Ia mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII), yang menjadi salah satu sarana penting untuk mencetak ekonom muda Indonesia.
Sepanjang hidupnya, Kwik dikenal sebagai pemikir ekonomi yang tajam dan berpihak pada kepentingan rakyat. Ia banyak menulis opini dan memberikan masukan kebijakan ekonomi melalui media massa dan berbagai forum nasional.
Tempat Tanggal Lahir: Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935
Pendidikan: Fakultas Ekonomi UI; Nederlandse Economische Hogeschool, Belanda
Jabatan: Menko Ekuin (1999–2000), Kepala Bappenas (2001–2004), Wakil Ketua MPR (1999)
Afliasi Politik: PDI Perjuangan
Kiprah: Ekonom, akademisi, politisi senior, pendiri IBII
Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Kompleks RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Upacara kremasi dijadwalkan berlangsung Kamis, 31 Juli 2025 pukul 11.00 WIB dan hanya akan dihadiri keluarga dekat sesuai permintaan pihak keluarga.
Sejumlah tokoh turut berbelasungkawa termasuk Presiden Prabowo Subianto, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Mengenang Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Agar Indonesia Tak Tergantung IMF dan Terjebak Utang Asing
Kwik Kian Gie lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1935. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan studi pascasarjana di Nederlandse Economische Hogeschool, Belanda, yang kini menjadi bagian dari Erasmus University Rotterdam.
Setelah kembali ke Tanah Air pada awal 1970-an, Kwik aktif sebagai akademisi dan pengusaha. Ia juga mulai dikenal sebagai analis ekonomi yang vokal dalam menyuarakan pandangan kritis terhadap kebijakan ekonomi, terutama di era Orde Baru.
Kwik pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1999–2000, lalu sebagai Kepala Bappenas pada 2001–2004 di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI tahun 1999.
Di ranah politik, Kwik merupakan kader senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan terlibat aktif dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ia dikenal sebagai tokoh yang menjaga integritas dan tak ragu mengkritik kebijakan partai bila tak sesuai nuraninya.
Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Menko Kwik Kian Gie Meninggal Dunia
Kwik Kian Gie juga memberikan kontribusi besar di bidang pendidikan. Ia mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII), yang menjadi salah satu sarana penting untuk mencetak ekonom muda Indonesia.
Sepanjang hidupnya, Kwik dikenal sebagai pemikir ekonomi yang tajam dan berpihak pada kepentingan rakyat. Ia banyak menulis opini dan memberikan masukan kebijakan ekonomi melalui media massa dan berbagai forum nasional.
Biodata Kwik Kian Gie:
Nama Lengkap: Kwik Kian GieTempat Tanggal Lahir: Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935
Pendidikan: Fakultas Ekonomi UI; Nederlandse Economische Hogeschool, Belanda
Jabatan: Menko Ekuin (1999–2000), Kepala Bappenas (2001–2004), Wakil Ketua MPR (1999)
Afliasi Politik: PDI Perjuangan
Kiprah: Ekonom, akademisi, politisi senior, pendiri IBII
(nng)
Lihat Juga :