UMKM Jateng Kian Melejit hingga Tembus Pasar Luar Negeri
Rabu, 30 Juli 2025 - 16:34 WIB
loading...
Ismiyati, owner Super Roti. (Foto: dok iNews Media Group/Agustina Wulandari)
A
A
A
SEMARANG - Di tengah geliat ekonomi Jawa Tengah, Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sektor yang krusial dalam menyokong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu UMKM yang sukses dan dikenal luas hingga ke luar negeri adalah Super Roti. UMKM binaan Bank Indonesia (BI) ini sukses membawa produk andalan Lentul atau Bagelen Bekatul hingga ke Singapura.
Berawal dari sang suami terkena PHK pada 2011, Ismiyati mulai merintis usaha roti bekatul yang kemudian diberi nama Super Roti. Bekatul sendiri adalah lapisan luar beras yang terlepas saat penggilingan padi untuk menghasilkan beras putih.
Bekatul menjadi bahan utama dalam proses pengolahan roti, karena kandungannya rendah gula, cocok untuk pegiat gaya hidup sehat. "Memilih bekatul karena ini adalah ide yang baru dan unik, bahkan bekatul punya manfaat yang baik untuk kesehatan, terutama untuk penderita gula darah," ucapnyadi Semarang, Kamis (24/7/2025).
Ia menerangkan, dalam pengolahan roti, bekatul menjadi pengganti tepung. "Adapun bahan gula pasir diganti menjadi gula merah dan margarin diganti dengan minyak kelapa. Semua ada informasi gizinya dan uji labnya, bahkan sudah bersertifikat SNI," ucap wanita 50 tahun ini.
Usaha Super Roti semakin berkembang ketika menjadi binaanBI sejak 2019. Karena pendampingan dan dukungan yang diberikan, Super Roti tetap bertahan dan berkembang saat pandemi Covid-19. Super Roti memperoleh pendampingan onboarding digital BI melalui penyusunan profil usaha, penguatanproduct knowledge, dan promosi daring melalui berbagai media sosial Facebook, Instagram, dan TikTok.
“Bersama BI saya mulai banyak tampil di pameran, sehingga saat event UMKM Gayeng 2022, saya bertemu dengan buyer dari Singapura yaitu Onna Food, kemudian hingga kini saya ekspor produk bagelen bekatul ke Singapura,” katanya.
Pada 2023, Super Roti berhasil menembus pasar retail besar, seperti Superindo, Lottemart, Aneka Jaya, dan berbagai pusat oleh-oleh di Jawa Tengah. Di tahun 2023, usahanya sudah memasuki tahap success to digital.
Selanjutnya, pada 2024, BI memperluas pendampingan Super Roti lewat program UMKM Gayeng dan Industri Kreatif Syariah, termasuk pameran business matching penjualan. Melalui kegiatan ini pula, juga semakin banyak konsumen yang tertarik dengan produknya.
Kini, Super Roti mengalami peningkatan pesanan dan perluasan distribusi secara nasional, mencakup wilayah Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, hingga Kepulauan Riau.
Lewat Digital Farming, Penyaluran Beras Organik Lebih Teratur
Selain kategori food and beverages, sektor pertanian pun menjadi penopang perekonomian Jateng lewat produk beras organik. Salah satu UMKM yang mampu menjadi penggerak pertanian adalah Koperasi Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekar Langit di Magelang Jateng.
Berdiri pada 2014, Gupon Sekar Langit memproduksi beras organik, sayur, dan palawija di atas lahan 626 hektare, sementara lahan yang sudah tersertifikasi organik mencapai 393 hektare.
“Didirikan tahun 2014, kini Gupon Sekar Langit sudah ada anggota 11 desa, 1.700 petani, dan 33 kelompok tani yang sudah tersertifikasi,” ujar Manajer Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jumat (25/7).
![UMKM Jateng Kian Melejit hingga Tembus Pasar Luar Negeri]()
Manager Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad. (Foto: dok iNews Media Group/Agustina Wulandari)
Pada 2020, kelompok usaha beras organik ini mengikuti berbagai kegiatan pengembangan klaster bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.
Fuad membeberkan, pendampingan dan dukungan dari BI berupa digitalisasi hingga sertifikasi pertanian meningkatkan daya saing petani.
“Paket bantuan dari BI adalah digitalisasi pertanian melalui alat digital farming, seperti alat sensor PH, kelembaban tanah, udara, kecepatan angin, kekeruhan air dan pendampingan digital farming, sehingga membantu kami dalam mendata dan mengetahui tingkat kesuburan tanah di lahan,” tuturnya.
“Dari Bank Indonesia juga membantu kami dari sisi pelatihan dan juga sertifikasi seperti sertifikasi FSSC ISO 22000. Kami juga dilatih juga tentang HACCP dan juga GMP yang baik dan benar. Dengan adanya sertifikasi pelanggan semakin percaya pada kami, merasa aman dan semakin banyak permintaan,” katanya.
Fuad juga mengaku dengan dukungan digital farming yang diberikan, pihaknya merasa lebih nyaman dalam bekerja, karena tidak lagi meraba-raba. Misalnya, pemantauan tingkat kesuburan tanahbisa dipantau melalui komputerisasi.
Selain menerima bantuan sarana dan prasarana produksi digital farming, Gupon Sekar Langit memperoleh fasilitasi business matching dan promosi perdagangan, serta sosialisasi perizinan dan keamanan pangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
Gupon Sekar Langit juga telah sukses memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar, khususnya petani. Klaster ini juga mendorong anggota untuk memaksimalkan lahan pertanian melalui pengelolaan yang efektif dan efisien dan mendorong anggota responsif terhadap ide perubahan.
Tak hanya menyerap hasil panen dengan harga yang lebih baik, namun juga menata petani sebagai mitra kerja saling menguntungkan, membentuk rantai pasok yang efisien (dalam wadah Poktan, Gapoktan, dan Koperasi). Sehingga terwujud kawasan pertanian organik modern yang berdaya saing tinggi yang meningkat skala ekonominya.
Saat ini, area pemasaran produk beras Gupon Sekar Langit telah menjangkau area Jawa - Bali melalui kemitraan dengan berbagai industri seperti PT Swasembada (KFC) dengan volume transaksi 200 ton/bulan, PT Hasanah Boga (25 ton/bulan), CV Eka Farm, CV Murni Organik, serta PT Padi Organik Indonesia.
Bank Indonesia Dampingi UMKM untuk Naik Kelas
![UMKM Jateng Kian Melejit hingga Tembus Pasar Luar Negeri]()
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra. (Foto: dok iNews Media Group/Agustina Wulandari)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengungkapkan, ada 315 UMKM se-Jawa Tengah, terdiri dari sektor agro sebanyak 38, food and beverage 106 UMKM, sektor fashion ada 63 pelaku usaha, sebanyak 66 sektor kerajinan, dan furniture 42 UMKM.
Adapun Bank Indonesia memiliki target UMKM dalam empat level, yakni potensial, kemudian sukses, digital, dan ekspor. “Jadi kami membina UMKM-UMKM itu yang potensial kita upayakan bisa menjadi sukses,” ujarnya kepada media di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Kamis (24/7).
“Setelah sukses kita upayakan juga dia menjadi digital, lalu go ekspor. Dan beberapa program sudah kami lakukan, ada program pendampingan, pendampingannya baik dari sisi produksi, pemasaran, digital, maupun akses pembiayaan. Akses pembiayaan tentunya kita mendampingi mereka dengan pembukuan-pembukuan sederhana,” ucapnya.
Ia menyebut bahwa UMKM dan kelompok usaha dibekali juga sistem aplikasi namanya aplikasi pembukuan yaitu SIAPIK. Selain itu, ada pula showcase di pameran UMKM. “Kalau di Jawa Tengah ini ada UMKM Gayeng namanya,” kata Rahmat.
Rahmat juga menyebut, BI bersama Pemprov dan Pemda juga berkolaborasi mendampingi para UMKM-UMKM potensial ini supaya kapasitasnya lebih meningkat dan dapat bersaing menghadapi produk-produk impor.
“Dari pembinaan yang dilakukan BI kemudian juga bekerja sama dengan pemerintah di Jawa Tengah ini Alhamdulillah beberapa UMKM pembinaan kami banyak yang sudah go export,” ucapnya.
Salah satu UMKM yang sukses dan dikenal luas hingga ke luar negeri adalah Super Roti. UMKM binaan Bank Indonesia (BI) ini sukses membawa produk andalan Lentul atau Bagelen Bekatul hingga ke Singapura.
Berawal dari sang suami terkena PHK pada 2011, Ismiyati mulai merintis usaha roti bekatul yang kemudian diberi nama Super Roti. Bekatul sendiri adalah lapisan luar beras yang terlepas saat penggilingan padi untuk menghasilkan beras putih.
Bekatul menjadi bahan utama dalam proses pengolahan roti, karena kandungannya rendah gula, cocok untuk pegiat gaya hidup sehat. "Memilih bekatul karena ini adalah ide yang baru dan unik, bahkan bekatul punya manfaat yang baik untuk kesehatan, terutama untuk penderita gula darah," ucapnyadi Semarang, Kamis (24/7/2025).
Ia menerangkan, dalam pengolahan roti, bekatul menjadi pengganti tepung. "Adapun bahan gula pasir diganti menjadi gula merah dan margarin diganti dengan minyak kelapa. Semua ada informasi gizinya dan uji labnya, bahkan sudah bersertifikat SNI," ucap wanita 50 tahun ini.
Usaha Super Roti semakin berkembang ketika menjadi binaanBI sejak 2019. Karena pendampingan dan dukungan yang diberikan, Super Roti tetap bertahan dan berkembang saat pandemi Covid-19. Super Roti memperoleh pendampingan onboarding digital BI melalui penyusunan profil usaha, penguatanproduct knowledge, dan promosi daring melalui berbagai media sosial Facebook, Instagram, dan TikTok.
“Bersama BI saya mulai banyak tampil di pameran, sehingga saat event UMKM Gayeng 2022, saya bertemu dengan buyer dari Singapura yaitu Onna Food, kemudian hingga kini saya ekspor produk bagelen bekatul ke Singapura,” katanya.
Pada 2023, Super Roti berhasil menembus pasar retail besar, seperti Superindo, Lottemart, Aneka Jaya, dan berbagai pusat oleh-oleh di Jawa Tengah. Di tahun 2023, usahanya sudah memasuki tahap success to digital.
Selanjutnya, pada 2024, BI memperluas pendampingan Super Roti lewat program UMKM Gayeng dan Industri Kreatif Syariah, termasuk pameran business matching penjualan. Melalui kegiatan ini pula, juga semakin banyak konsumen yang tertarik dengan produknya.
Kini, Super Roti mengalami peningkatan pesanan dan perluasan distribusi secara nasional, mencakup wilayah Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, hingga Kepulauan Riau.
Lewat Digital Farming, Penyaluran Beras Organik Lebih Teratur
Selain kategori food and beverages, sektor pertanian pun menjadi penopang perekonomian Jateng lewat produk beras organik. Salah satu UMKM yang mampu menjadi penggerak pertanian adalah Koperasi Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekar Langit di Magelang Jateng.
Berdiri pada 2014, Gupon Sekar Langit memproduksi beras organik, sayur, dan palawija di atas lahan 626 hektare, sementara lahan yang sudah tersertifikasi organik mencapai 393 hektare.
“Didirikan tahun 2014, kini Gupon Sekar Langit sudah ada anggota 11 desa, 1.700 petani, dan 33 kelompok tani yang sudah tersertifikasi,” ujar Manajer Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad saat ditemui awak media di kediamannya di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jumat (25/7).

Manager Gupon Sekar Langit Miftakhul Fuad. (Foto: dok iNews Media Group/Agustina Wulandari)
Pada 2020, kelompok usaha beras organik ini mengikuti berbagai kegiatan pengembangan klaster bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah.
Fuad membeberkan, pendampingan dan dukungan dari BI berupa digitalisasi hingga sertifikasi pertanian meningkatkan daya saing petani.
“Paket bantuan dari BI adalah digitalisasi pertanian melalui alat digital farming, seperti alat sensor PH, kelembaban tanah, udara, kecepatan angin, kekeruhan air dan pendampingan digital farming, sehingga membantu kami dalam mendata dan mengetahui tingkat kesuburan tanah di lahan,” tuturnya.
“Dari Bank Indonesia juga membantu kami dari sisi pelatihan dan juga sertifikasi seperti sertifikasi FSSC ISO 22000. Kami juga dilatih juga tentang HACCP dan juga GMP yang baik dan benar. Dengan adanya sertifikasi pelanggan semakin percaya pada kami, merasa aman dan semakin banyak permintaan,” katanya.
Fuad juga mengaku dengan dukungan digital farming yang diberikan, pihaknya merasa lebih nyaman dalam bekerja, karena tidak lagi meraba-raba. Misalnya, pemantauan tingkat kesuburan tanahbisa dipantau melalui komputerisasi.
Selain menerima bantuan sarana dan prasarana produksi digital farming, Gupon Sekar Langit memperoleh fasilitasi business matching dan promosi perdagangan, serta sosialisasi perizinan dan keamanan pangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).
Gupon Sekar Langit juga telah sukses memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar, khususnya petani. Klaster ini juga mendorong anggota untuk memaksimalkan lahan pertanian melalui pengelolaan yang efektif dan efisien dan mendorong anggota responsif terhadap ide perubahan.
Tak hanya menyerap hasil panen dengan harga yang lebih baik, namun juga menata petani sebagai mitra kerja saling menguntungkan, membentuk rantai pasok yang efisien (dalam wadah Poktan, Gapoktan, dan Koperasi). Sehingga terwujud kawasan pertanian organik modern yang berdaya saing tinggi yang meningkat skala ekonominya.
Saat ini, area pemasaran produk beras Gupon Sekar Langit telah menjangkau area Jawa - Bali melalui kemitraan dengan berbagai industri seperti PT Swasembada (KFC) dengan volume transaksi 200 ton/bulan, PT Hasanah Boga (25 ton/bulan), CV Eka Farm, CV Murni Organik, serta PT Padi Organik Indonesia.
Bank Indonesia Dampingi UMKM untuk Naik Kelas

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra. (Foto: dok iNews Media Group/Agustina Wulandari)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra mengungkapkan, ada 315 UMKM se-Jawa Tengah, terdiri dari sektor agro sebanyak 38, food and beverage 106 UMKM, sektor fashion ada 63 pelaku usaha, sebanyak 66 sektor kerajinan, dan furniture 42 UMKM.
Adapun Bank Indonesia memiliki target UMKM dalam empat level, yakni potensial, kemudian sukses, digital, dan ekspor. “Jadi kami membina UMKM-UMKM itu yang potensial kita upayakan bisa menjadi sukses,” ujarnya kepada media di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Kamis (24/7).
“Setelah sukses kita upayakan juga dia menjadi digital, lalu go ekspor. Dan beberapa program sudah kami lakukan, ada program pendampingan, pendampingannya baik dari sisi produksi, pemasaran, digital, maupun akses pembiayaan. Akses pembiayaan tentunya kita mendampingi mereka dengan pembukuan-pembukuan sederhana,” ucapnya.
Ia menyebut bahwa UMKM dan kelompok usaha dibekali juga sistem aplikasi namanya aplikasi pembukuan yaitu SIAPIK. Selain itu, ada pula showcase di pameran UMKM. “Kalau di Jawa Tengah ini ada UMKM Gayeng namanya,” kata Rahmat.
Rahmat juga menyebut, BI bersama Pemprov dan Pemda juga berkolaborasi mendampingi para UMKM-UMKM potensial ini supaya kapasitasnya lebih meningkat dan dapat bersaing menghadapi produk-produk impor.
“Dari pembinaan yang dilakukan BI kemudian juga bekerja sama dengan pemerintah di Jawa Tengah ini Alhamdulillah beberapa UMKM pembinaan kami banyak yang sudah go export,” ucapnya.
(aik)
Lihat Juga :