Bahlil Ungkap 3 Biang Kerok Lifting Minyak Indonesia Belum Tercapai
Rabu, 30 Juli 2025 - 23:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu menurut Bahlil, masih banyak potensi cadangan migas (minyak dan gas) yang belum tergarap secara maksimal. Di sisi lain, investasi di sektor migas dinilai sangat besar dan penuh risiko, sehingga membuat banyak investor berpikir dua kali.
"Yang kedua, idle well (sumur tua) kita masih banyak. Dan yang ketiga, memang investasi di bidang migas ini luar biasa besarnya dengan risiko yang besar," ungkapnya.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, Bahlil menyatakan, optimisme atas kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) serta pelaku industri migas. Ia mengungkapkan bahwa saat ini telah ada tanda-tanda perbaikan dalam kinerja produksi minyak nasional.
"Saya baru habis bicara dengan CEO forum dari K3S di SKK Migas. Rasanya sih ada secercah harapan untuk kita menuju pada perbaikan lifting untuk mencapai target APBN," katanya.
Baca Juga: Lifting Minyak RI Menyusut, Bahlil: Demi Allah, Ini Ada Unsur Kesengajaan
"Yang kedua, idle well (sumur tua) kita masih banyak. Dan yang ketiga, memang investasi di bidang migas ini luar biasa besarnya dengan risiko yang besar," ungkapnya.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, Bahlil menyatakan, optimisme atas kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) serta pelaku industri migas. Ia mengungkapkan bahwa saat ini telah ada tanda-tanda perbaikan dalam kinerja produksi minyak nasional.
"Saya baru habis bicara dengan CEO forum dari K3S di SKK Migas. Rasanya sih ada secercah harapan untuk kita menuju pada perbaikan lifting untuk mencapai target APBN," katanya.
Baca Juga: Lifting Minyak RI Menyusut, Bahlil: Demi Allah, Ini Ada Unsur Kesengajaan
Lihat Juga :