Krisis Demografi Hantam China, Orang Tua Ditawarkan Ratusan Juta Agar Punya Banyak Anak

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:31 WIB
loading...
Krisis Demografi Hantam...
Orang tua di China ditawarkan subsidi dari puluhan juta hingga ratusan juta, baik dari pemerintah pusat atau daerah agar setidaknya memiliki anak lebih dari satu. Foto/Dok China South Morning Pst
A A A
JAKARTA - Orang tua di China ditawarkan 3.600 yuan atau setara USD500 per tahun yang jika dirupiahkan mencapai Rp8,1 juta untuk setiap anak mereka yang berusia di bawah tiga tahun. Subsidi nasional pertama pemerintah itu dikucurkan demi meningkatkan angka kelahiran .

Seperti diketahui angka kelahiran di China merosot tajam, bahkan setelah Partai Komunis yang berkuasa mencabut kebijakan satu anak yang kontroversial hampir satu dekade lalu. Bantuan ini akan membantu sekitar 20 juta keluarga dalam biaya membesarkan anak, menurut media China.

Beberapa provinsi di seluruh China telah menjalankan beberapa bentuk subsidi untuk mendorong orang agar memiliki lebih banyak anak saat ekonomi terbesar kedua di dunia menghadapi krisis demografi yang mengancam.

Baca Juga: Populasi China Menyusut 3 Tahun Beruntun, Sekolah Kosong Disulap Jadi Panti Jompo

Skema yang diumumkan pada awal pekan kemarin itu, akan menawarkan subsidi kepada orang tua dengan total hingga 10.800 yuan (atau sekitar Rp24,6 juta) per anak. Kebijakan ini akan diterapkan secara retroaktif mulai awal tahun ini, kata CCTV, stasiun penyiaran negara Beijing.

Keluarga dengan anak yang lahir antara tahun 2022 dan 2024 juga dapat mengajukan subsidi. Langkah ini mengikuti upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan angka kelahiran di China.

Pada bulan Maret, Hohhot - sebuah kota di wilayah utara China - mulai menawarkan bantuan ke warganya senilai hingga 100.000 yuan per bayi (setara dengan Rp228,3 juta) untuk pasangan yang memiliki setidaknya tiga anak. Shenyang, sebuah kota di timur laut Beijing, menawarkan 500 yuan per bulan (Rp1,14 juta) kepada keluarga lokal yang memiliki anak ketiga di bawah usia tiga tahun.

Minggu lalu, Beijing juga mendorong pemerintah lokal untuk menyusun rencana pelaksanaan pendidikan prasekolah gratis. Sebagai sebuah negara, China termasuk salah satu tempat termahal di dunia untuk memiliki anak, dalam istilah relatif, menurut sebuah studi oleh YuWa Population Research Institute yang berbasis di China.

Baca Juga: Rusia Makin Dekat ke Krisis Demografi, Tingkat Kelahiran Terendah dalam 25 Tahun

Mengasuh seorang anak hingga usia 17 tahun di China memerlukan biaya rata-rata USD75.700 (Rp1,2 miliar), menurut studi tersebut. Pada bulan Januari, angka resmi menunjukkan bahwa populasi penduduk China turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2024. China mencatat 9,54 juta bayi lahir pada tahun 2024, menurut Biro Statistik Nasional.

Hal itu menandai peningkatan kecil dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi populasi keseluruhan China terus menyusut. Populasi 1,4 miliar negara itu juga cepat menua, menambah kekhawatiran demografis Beijing.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Rekomendasi
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
4 Negara Paling Banyak...
4 Negara Paling Banyak Perokok, Ada yang Tembus 300 Juta Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved