Halangi China Beli Minyak Rusia, AS Ancam Jatuhkan Tarif 100 Persen

Kamis, 31 Juli 2025 - 22:00 WIB
loading...
Halangi China Beli Minyak...
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan, telah memperingatkan pejabat China bahwa pembelian minyak Rusia bisa dikenakan sanksi dan dijatuhi tarif 100%. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan, telah memperingatkan pejabat China bahwa pembelian minyak Rusia bisa dikenakan sanksi dan dijatuhi tarif 100% . Sedangkan Beijing menekankan, bakal melindungi kedaulatan energi domestik.

Mengakhiri dua hari pembicaraan perdagangan AS-China di Stockholm, Bessent mengaku dia juga mengekspresikan ketidakpuasan AS (Amerika Serikat) terhadap pembelian minyak Iran oleh China, dan penjualan barang teknologi dual-use senilai lebih dari USD15 miliar kepada Rusia yang dinilai memperkuat Moskow dalam perang melawan Ukraina.

Bessent mengatakan, undang-undang di Kongres AS memberikan wewenang kepada Trump untuk mengenakan tarif hingga 500% pada negara-negara yang membeli minyak Rusia yang terkena sanksi. Selain itu ada dorongan kepada sekutu-sekutu AS untuk mengambil langkah serupa, dalam upaya memotong pendapatan energi Rusia.

Baca Juga: Rusia Diskon Minyak Besar-besaran, China Dapat Tawaran Menggiurkan

Sebelumnya Trump pada awal pekan kemarin memperpendek tenggat waktu bagi Moskow untuk membuat kemajuan dala kesepakatan damai perang Ukraina. Trump juga melontarkan ancaman bahwa pelanggan minyak Rusia, bisa dikenakan tarif sekunder sebesar 100% dalam waktu 10 hingga 12 hari.

"Jadi saya pikir siapa pun yang membeli minyak Rusia yang disanksi harus siap untuk ini," kata Bessent dalam konferensi pers.

Pejabat China menanggapi, ancaman AS itu dengan menyatakan bahwa China adalah negara berdaulat dengan kebutuhan energi, dan pembelian minyak akan didasarkan pada kebijakan internal negara tersebut.

"China sangat serius mengenai kedaulatan mereka. Kami tidak ingin mengganggu kedaulatan, jadi mereka ingin membayar tarif 100%," kata Bessent.

Baca Juga: Negosiasi Dagang AS-China Memanas, Sasar Pembelian Minyak Rusia dan Iran

Sebagai informasi China masih menjadi pembeli terbesar minyak Rusia, dengan jumlah mencapai sekitar 2 juta barel per hari, diikuti oleh India dan Turki. Bessent juga mengatakan, bahwa dia telah memperingatkan rekannya, Wakil Perdana Menteri He Lifeng, bahwa penjualan barang-barang Tiongkok yang berakhir menjadi senjata akan merugikan upaya mereka untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan Eropa.

"Saya menunjukkan kepada mereka bahwa itu sangat merusak persepsi publik mereka di Eropa karena mereka berkontribusi pada perang di perbatasan Eropa," ujar Bessent.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Rekomendasi
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Berita Terkini
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Danamon Gelar DIVE-Chapter...
Danamon Gelar DIVE-Chapter Youth, Kenalkan Perbankan ke Generasi Muda
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved