KAI Logistik Kirim 270 Gerbong Datar ke Sumatera, Targetkan Angkutan 20 Juta Ton
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Proses distribusi dimulai dari pabrik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Divisi Regional III KAI Palembang. Pengiriman melalui jalur laut dan darat, melintasi titik transit strategis seperti Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Riyanta menjelaskan seluruh proses pengiriman menggunakan armada truk trailer dan kapal penyeberangan. Kegiatan bongkar muat didukung alat berat seperti crane dan forklift untuk memastikan efisiensi.
"Kami mengutamakan keselamatan dan efisiensi. Setiap tahapan, mulai dari inspeksi bersama, verifikasi barang, hingga pemantauan armada, dilakukan secara ketat oleh personel khusus," katanya.
Riyanta menambahkan, proyek ini diharapkan dapat mendorong pencapaian target logistik jangka panjang KAI Group di Sumatera Selatan, khususnya untuk angkutan batu bara. Sumatera Selatan merupakan simpul strategis angkutan berbasis kereta api di Pulau Sumatera.
"Penambahan armada gerbong datar ini ditargetkan mampu mengakomodasi proyeksi kebutuhan angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Ini sejalan dengan strategi induk perusahaan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional melalui moda transportasi yang ramah lingkungan," tutur Riyanta.
Riyanta menjelaskan seluruh proses pengiriman menggunakan armada truk trailer dan kapal penyeberangan. Kegiatan bongkar muat didukung alat berat seperti crane dan forklift untuk memastikan efisiensi.
"Kami mengutamakan keselamatan dan efisiensi. Setiap tahapan, mulai dari inspeksi bersama, verifikasi barang, hingga pemantauan armada, dilakukan secara ketat oleh personel khusus," katanya.
Riyanta menambahkan, proyek ini diharapkan dapat mendorong pencapaian target logistik jangka panjang KAI Group di Sumatera Selatan, khususnya untuk angkutan batu bara. Sumatera Selatan merupakan simpul strategis angkutan berbasis kereta api di Pulau Sumatera.
"Penambahan armada gerbong datar ini ditargetkan mampu mengakomodasi proyeksi kebutuhan angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Ini sejalan dengan strategi induk perusahaan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional melalui moda transportasi yang ramah lingkungan," tutur Riyanta.
Lihat Juga :