Kisah UMKM di Sitaro Sukses Pasok Program MBG Berkat KUR BRI
Minggu, 03 Agustus 2025 - 14:13 WIB
loading...
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah kepulauan melalui dukungan pembiayaan produktif. FOTO/BRI
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah kepulauan melalui dukungan pembiayaan produktif. Kolaborasi ini menunjukkan dampak nyata, salah satunya melalui keberhasilan UMKM yang menjadi pemasok utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Jane Katang, pemilik usaha sembako Aiko Maju di Kecamatan Siau Barat, adalah salah satu penerima manfaatnya. Usahanya kini menjadi pemasok bahan baku untuk MBG yang menjangkau ribuan siswa di Sitaro.
"Awalnya, saya hanya menyuplai beras dan telur. Namun, seiring meningkatnya permintaan, saya mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk mengembangkan usaha," ujar Jane dalam keterangan pers, Minggu (3/8).
Ia bisa memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan berjat KUR BRI. Kini Aiko Maju melayani 154 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, yang totalnya mencapai lebih dari 2.400 siswa.
Namun, menjalankan usaha di wilayah kepulauan tidaklah mudah. Jane harus menghadapi tantangan logistik yang kompleks. Buah-buahan segar seperti salak memang bisa didapat dari petani lokal, tetapi jenis buah lain harus didatangkan dari Manado. "Jika telat, stok bisa rusak. Saya harus menghitung dengan tepat jadwal kapal dan daya tahan bahan," jelasnya.
Baca Juga: Didukung Pembiayaan BRI, UMKM di Wilayah Kepulauan Ini Berhasil Jadi Pemasok Program MBG
Untuk memenuhi kebutuhan sayur dan ikan, Jane mengandalkan pasokan dari pasar lokal Siau. Strategi ini memastikan dapur MBG dapat terus beroperasi dan anak-anak sekolah mendapat asupan gizi yang lengkap setiap hari.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa dukungan bank tidak hanya sebatas pembiayaan. BRI juga memberikan pendampingan kepada UMKM agar bisa terlibat dalam program strategis pemerintah.
"Kisah Aiko Maju membuktikan bahwa UMKM memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan pasokan, bahkan di wilayah dengan geografi yang menantang," kata Agustya.
Baca Juga: Berawal dari Proyek Mahasiswa, Kumora Cookies Kini Sukses Berkat Rumah BUMN BRI
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan akses gizi bagi anak sekolah. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada peran aktif UMKM lokal seperti Aiko Maju, yang mampu menjadi garda terdepan dalam penyediaan kebutuhan bahan pangan.
Jane Katang, pemilik usaha sembako Aiko Maju di Kecamatan Siau Barat, adalah salah satu penerima manfaatnya. Usahanya kini menjadi pemasok bahan baku untuk MBG yang menjangkau ribuan siswa di Sitaro.
"Awalnya, saya hanya menyuplai beras dan telur. Namun, seiring meningkatnya permintaan, saya mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk mengembangkan usaha," ujar Jane dalam keterangan pers, Minggu (3/8).
Ia bisa memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan berjat KUR BRI. Kini Aiko Maju melayani 154 sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, yang totalnya mencapai lebih dari 2.400 siswa.
Namun, menjalankan usaha di wilayah kepulauan tidaklah mudah. Jane harus menghadapi tantangan logistik yang kompleks. Buah-buahan segar seperti salak memang bisa didapat dari petani lokal, tetapi jenis buah lain harus didatangkan dari Manado. "Jika telat, stok bisa rusak. Saya harus menghitung dengan tepat jadwal kapal dan daya tahan bahan," jelasnya.
Baca Juga: Didukung Pembiayaan BRI, UMKM di Wilayah Kepulauan Ini Berhasil Jadi Pemasok Program MBG
Untuk memenuhi kebutuhan sayur dan ikan, Jane mengandalkan pasokan dari pasar lokal Siau. Strategi ini memastikan dapur MBG dapat terus beroperasi dan anak-anak sekolah mendapat asupan gizi yang lengkap setiap hari.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa dukungan bank tidak hanya sebatas pembiayaan. BRI juga memberikan pendampingan kepada UMKM agar bisa terlibat dalam program strategis pemerintah.
"Kisah Aiko Maju membuktikan bahwa UMKM memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan pasokan, bahkan di wilayah dengan geografi yang menantang," kata Agustya.
Baca Juga: Berawal dari Proyek Mahasiswa, Kumora Cookies Kini Sukses Berkat Rumah BUMN BRI
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan akses gizi bagi anak sekolah. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada peran aktif UMKM lokal seperti Aiko Maju, yang mampu menjadi garda terdepan dalam penyediaan kebutuhan bahan pangan.
(nng)
Lihat Juga :