Mentan Amran Dapat Perintah Setop Impor Gula dan Hilirisasi Pangan
Senin, 04 Agustus 2025 - 16:10 WIB
loading...
Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman mendapatkan perintah ntuk mempercepat program hilirisasi pangan dan menghentikan impor gula. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan untuk mempercepat program hilirisasi pangan dan menghentikan impor gula . Mentan Amran menyatakan, hilirisasi merupakan salah satu program prioritas nasional dan menjadi kunci untuk masa depan sektor pertanian Indonesia yang gemilang.
“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan memproduksi pangan yang demand-nya tinggi di tingkat dunia. Termasuk menyetop impor white sugar maupun raw sugar,” ujar Mentan Amran dalam pernyataan resminya pada Senin (4/8/2025).
Mentan Amran menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengolahan, pengemasan, dan pemasaran hasil pertanian ke pasar global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, BUMN, dan pihak swasta untuk mencapai tujuan tersebut.
Baca Juga: Tom Lembong Hormati Pihak yang Gelisah dengan Abolisi
“Kami ingin petani tidak berjalan sendiri. Mereka harus terhubung dengan industri, didampingi oleh BUMN, dan didukung oleh teknologi serta investasi swasta. Tujuannya satu, nilai tambah dan kesejahteraan petani,” tegas Amran.
Untuk mendukung implementasi program hilirisasi ini, Mentan Amran menyebut pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan dengan total investasi mencapai Rp371 triliun. Program ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga 8,6 juta orang dan akan dilaksanakan melalui pola kemitraan strategis.
Adapun hilirisasi yang digagas Kementan meliputi pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, pembangunan infrastruktur logistik, penguatan akses ekspor, hingga digitalisasi rantai pasok dari hulu ke hilir. Pemerintah juga dikatakan Amran telah menargetkan hilirisasi terhadap 14 komoditas strategis nasional yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Eks Direktur PT PPI Dituntut 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Importasi Gula
“Kalau ini kita penuhi, InsyaAllah dunia bisa kita genggam lewat pangan. Kita yakin Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia dan kesejahteraan petani meningkat,” pungkas Mentan Amran.
“Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan memproduksi pangan yang demand-nya tinggi di tingkat dunia. Termasuk menyetop impor white sugar maupun raw sugar,” ujar Mentan Amran dalam pernyataan resminya pada Senin (4/8/2025).
Mentan Amran menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengolahan, pengemasan, dan pemasaran hasil pertanian ke pasar global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, BUMN, dan pihak swasta untuk mencapai tujuan tersebut.
Baca Juga: Tom Lembong Hormati Pihak yang Gelisah dengan Abolisi
“Kami ingin petani tidak berjalan sendiri. Mereka harus terhubung dengan industri, didampingi oleh BUMN, dan didukung oleh teknologi serta investasi swasta. Tujuannya satu, nilai tambah dan kesejahteraan petani,” tegas Amran.
Untuk mendukung implementasi program hilirisasi ini, Mentan Amran menyebut pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan dengan total investasi mencapai Rp371 triliun. Program ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga 8,6 juta orang dan akan dilaksanakan melalui pola kemitraan strategis.
Adapun hilirisasi yang digagas Kementan meliputi pengembangan industri pengolahan hasil pertanian, pembangunan infrastruktur logistik, penguatan akses ekspor, hingga digitalisasi rantai pasok dari hulu ke hilir. Pemerintah juga dikatakan Amran telah menargetkan hilirisasi terhadap 14 komoditas strategis nasional yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Eks Direktur PT PPI Dituntut 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Importasi Gula
“Kalau ini kita penuhi, InsyaAllah dunia bisa kita genggam lewat pangan. Kita yakin Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia dan kesejahteraan petani meningkat,” pungkas Mentan Amran.
(akr)
Lihat Juga :