Pos Indonesia Pastikan Penyaluran BSU di Wilayah 3 T Lancar dan Tepat Sasaran
Selasa, 05 Agustus 2025 - 13:31 WIB
loading...
Wapres Gibran Rakabuming Raka datang menyaksikan langsung proses penyaluran BSU yang dilakukan Pos Indonesia sekaligus melakukan evaluasi. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
MAKASSAR - PT Pos Indonesia (Persero) memastikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 tepat sasaran dan tersalurkan seluruhnya, termasuk di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terpencil). Komitmen pemerintah dalam penyaluran BSU 2025 ini dapat dilihat dari kehadiran Wapres Gibran Rakabuming Raka di Kantorpos di enam wilayah, yaitu Tangerang (Banten), Jakarta, Boyolali (Jawa Tengah), Pekanbaru (Riau), Padang (Sumatra Barat), dan Mataram (Nusa Tenggara Barat).
Wapres Gibran datang untuk menyaksikan langsung proses penyaluran BSU , sekaligus melakukan evaluasi. Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia Haris mengatakan, kunjungan ini menjadi simbol bahwa pemerintah peduli kepada seluruh rakyat Indonesia, dari pinggir pantai hingga perbukitan. Baca juga: BSU 2025 Tersalurkan 93,79%, Pos Indonesia Optimistis Tuntas 100% dalam 5 Hari
”Kehadiran Wapres Gibran ke Kantorpos Mataram menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir tidak hanya di pusat kota, namun juga mengutamakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” katanya, Selasa (5/8/2025).
Menurut data terbaru per 1 Agustus 2025, total alokasi penerima BSU 2025 yang diterima Pos Indonesia mencapai 5,7 juta pekerja. Dari jumlah tersebut, Pos Indonesia telah berhasil menyalurkan sekitar 91,25% dari total alokasi."Kami terus berupaya dengan maksimal untuk menyelesaikan sisa penyaluran, apalagi di daerah yang sulit dijangkau," lanjutnya optimistis.
Untuk wilayah 3T, proses penyaluran masih berlangsung, dengan progres sekitar 80% tercapai di daerah-daerah yang sulit dijangkau, seperti Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua. Pos Indonesia memiliki tenggat waktu penyaluran hingga 6 Agustus 2025.
Salah satu tantangan terbesar dalam penyaluran BSU adalah akurasi data dan lokasi penerima, terutama di daerah 3T. Pos Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alamat yang tidak lengkap hingga penerima yang sudah tidak bekerja lagi. Proses verifikasi yang intensif menjadi kunci untuk memastikan setiap bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Untuk memastikan penyaluran BSU 2025 tepat sasaran, Pos Indonesia telah mempersiapkan skema dan sistem yang dapat memantau perkembangan penyaluran secara real-time. Kementerian Ketenagakerjaan selaku pemberi kerja bisa melihat pergerakan menyeluruh.
Perekaman data penerima BSU ini dilakukan di semua wilayah di Indonesia, termasuk daerah 3T yang terjangkau sinyal. “Berbicara daerah 3T, ada lokasi-lokasi blind spot. Tentunya harus ada treatment khusus. Aplikasi kami ini disiapkan juga untuk daerah yang belum terjangkau internet,” tuturnya.
Selain menyiapkan dashboard yang dapat memantau proses penyaluran BSU secara real-time, Pos Indonesia juga menyiapkan strategi penyaluran melalui tiga metode. Ketiganya yaitu disalurkan di Kantorpos, di perusahaan tempat penerima bekerja, dan diantarkan langsung ke rumah (door to door) bagi pekerja yang sedang sakit. Baca juga: Kisah Baida Rani, Guru Madrasah yang Setia Mengajar di Pedalaman 3T demi Anak Negeri
Tidak hanya soal distribusi, Pos Indonesia juga memiliki strategi khusus untuk mengedukasi penerima yang belum mencairkan BSU. Beberapa metode digunakan, mulai dari pengingat melalui WhatsApp blast, telepon, hingga pengumuman di media sosial dan media massa.
Salah satu penerima BSU 2025, Madalia Sartiana Ningsi mengungkapkan pengalamannya dalam mencairkan BSU. "Pelayanan di Kantorpos cukup baik. Walaupun sedikit antre karena saya datang pas pulang kerja, penerimaan uangnya cepat. BSU sangat membantu kebutuhan sehari-hari, terutama karena saya gajian di tanggal 10, jadi BSU ini sangat tepat waktu pada akhir bulan," katanya.
Wapres Gibran datang untuk menyaksikan langsung proses penyaluran BSU , sekaligus melakukan evaluasi. Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia Haris mengatakan, kunjungan ini menjadi simbol bahwa pemerintah peduli kepada seluruh rakyat Indonesia, dari pinggir pantai hingga perbukitan. Baca juga: BSU 2025 Tersalurkan 93,79%, Pos Indonesia Optimistis Tuntas 100% dalam 5 Hari
”Kehadiran Wapres Gibran ke Kantorpos Mataram menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir tidak hanya di pusat kota, namun juga mengutamakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih,” katanya, Selasa (5/8/2025).
Menurut data terbaru per 1 Agustus 2025, total alokasi penerima BSU 2025 yang diterima Pos Indonesia mencapai 5,7 juta pekerja. Dari jumlah tersebut, Pos Indonesia telah berhasil menyalurkan sekitar 91,25% dari total alokasi."Kami terus berupaya dengan maksimal untuk menyelesaikan sisa penyaluran, apalagi di daerah yang sulit dijangkau," lanjutnya optimistis.
Untuk wilayah 3T, proses penyaluran masih berlangsung, dengan progres sekitar 80% tercapai di daerah-daerah yang sulit dijangkau, seperti Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua. Pos Indonesia memiliki tenggat waktu penyaluran hingga 6 Agustus 2025.
Salah satu tantangan terbesar dalam penyaluran BSU adalah akurasi data dan lokasi penerima, terutama di daerah 3T. Pos Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alamat yang tidak lengkap hingga penerima yang sudah tidak bekerja lagi. Proses verifikasi yang intensif menjadi kunci untuk memastikan setiap bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Untuk memastikan penyaluran BSU 2025 tepat sasaran, Pos Indonesia telah mempersiapkan skema dan sistem yang dapat memantau perkembangan penyaluran secara real-time. Kementerian Ketenagakerjaan selaku pemberi kerja bisa melihat pergerakan menyeluruh.
Perekaman data penerima BSU ini dilakukan di semua wilayah di Indonesia, termasuk daerah 3T yang terjangkau sinyal. “Berbicara daerah 3T, ada lokasi-lokasi blind spot. Tentunya harus ada treatment khusus. Aplikasi kami ini disiapkan juga untuk daerah yang belum terjangkau internet,” tuturnya.
Selain menyiapkan dashboard yang dapat memantau proses penyaluran BSU secara real-time, Pos Indonesia juga menyiapkan strategi penyaluran melalui tiga metode. Ketiganya yaitu disalurkan di Kantorpos, di perusahaan tempat penerima bekerja, dan diantarkan langsung ke rumah (door to door) bagi pekerja yang sedang sakit. Baca juga: Kisah Baida Rani, Guru Madrasah yang Setia Mengajar di Pedalaman 3T demi Anak Negeri
Tidak hanya soal distribusi, Pos Indonesia juga memiliki strategi khusus untuk mengedukasi penerima yang belum mencairkan BSU. Beberapa metode digunakan, mulai dari pengingat melalui WhatsApp blast, telepon, hingga pengumuman di media sosial dan media massa.
Salah satu penerima BSU 2025, Madalia Sartiana Ningsi mengungkapkan pengalamannya dalam mencairkan BSU. "Pelayanan di Kantorpos cukup baik. Walaupun sedikit antre karena saya datang pas pulang kerja, penerimaan uangnya cepat. BSU sangat membantu kebutuhan sehari-hari, terutama karena saya gajian di tanggal 10, jadi BSU ini sangat tepat waktu pada akhir bulan," katanya.
(poe)
Lihat Juga :