Penerimaan SWDKLLJ Jasa Raharja Capai 53,18% di Semester I-2025
Selasa, 05 Agustus 2025 - 17:17 WIB
loading...
Rapat Kerja Tim Task Force Direktorat Operasional, di Denpasar, Bali. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Jasa Raharja mencatatkan realisasi penerimaan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar 53,18% dari target anggaran 2025 hingga Semester I-2025. Capaian itu mengalami pertumbuhan 29,51% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Namun, realisasi penerimaan Iuran Wajib (IW) masih tertahan di angka 46,73% dari target tahunan sebesar Rp524,14 miliar. Hingga Juni 2025, Jasa Raharja baru menghimpun Rp244,91 miliar dari komponen tersebut, atau turun 2,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan utamanya disebabkan melemahnya penerimaan dari sektor Iuran Wajib Pesawat Udara (IWPU) sebesar 4,93%.
Baca Juga: Jasaraharja Putera Raih The Excellent Performance General Insurance Company
Plt Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan transformasi mendasar dalam pengelolaan penerimaan SWDKLLJ dan IW. "Kami tak lagi bersikap pasif. Kini kami aktif mendorong peningkatan kepatuhan dan penerimaan dengan semangat growth mindset," ujar dia dalam pernyataannya, Selasa (5/8).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Tim Task Force Direktorat Operasional, di Denpasar, Bali. Pertemuan strategis yang berlangsung pada 1-2 Agustus 2025 ini melibatkan Kepala Cabang dan Kepala KPJR Tingkat I dari seluruh Indonesia.
Selain mengevaluasi capaian Semester I-2025, rapat kerja juga membahas langkah-langkah operasional yang akan ditempuh pada Semester II-2025. Tingkat kepatuhan nasional per akhir Juni 2025 tercatat sebesar 49,69%, meningkat 2,28% dibandingkan tahun lalu. Meski menunjukkan tren positif, capaian tersebut masih belum memenuhi target yang ditetapkan.
Dewi menambahkan, keberhasilan optimalisasi penerimaan SWDKLLJ dan IW sangat bergantung pada penguatan sistem dan akurasi data. "Kami memperkuat kolaborasi lintas lembaga, khususnya dengan Pembina Samsat di tingkat nasional dan provinsi, untuk memperbaiki sistem dan memperluas jangkauan," kata Dewi.
Baca Juga: Berapa Gaji Magang LBJR Jasa Raharja 2025? Lulusan SMA Bisa Daftar
Rapat kerja tersebut juga merumuskan empat langkah utama untuk mengakselerasi target Semester II-2025, yakni memperkuat koordinasi antarwilayah, melakukan evaluasi rutin terhadap program strategis, memperbarui data potensi melalui sistem DASI-JR Modul IWKBU versi terbaru, serta menyusun outlook 2026 sebagai dasar RKAP mendatang.
Dewi menegaskan bahwa penerimaan yang optimal akan berdampak langsung pada peningkatan layanan publik. "Dengan penerimaan yang lebih baik, kami dapat memperluas program pelayanan, termasuk di bidang keselamatan transportasi dan perlindungan asuransi penumpang," tuturnya.
Pihaknya juga menargetkan penyatuan visi dan strategi dalam tubuh internal melalui pendekatan berbasis data dan pembaruan sistem informasi. "Kami ingin memastikan bahwa setiap wilayah mampu berkontribusi maksimal dalam pencapaian target nasional," ujarnya.
Namun, realisasi penerimaan Iuran Wajib (IW) masih tertahan di angka 46,73% dari target tahunan sebesar Rp524,14 miliar. Hingga Juni 2025, Jasa Raharja baru menghimpun Rp244,91 miliar dari komponen tersebut, atau turun 2,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan utamanya disebabkan melemahnya penerimaan dari sektor Iuran Wajib Pesawat Udara (IWPU) sebesar 4,93%.
Baca Juga: Jasaraharja Putera Raih The Excellent Performance General Insurance Company
Plt Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan transformasi mendasar dalam pengelolaan penerimaan SWDKLLJ dan IW. "Kami tak lagi bersikap pasif. Kini kami aktif mendorong peningkatan kepatuhan dan penerimaan dengan semangat growth mindset," ujar dia dalam pernyataannya, Selasa (5/8).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Tim Task Force Direktorat Operasional, di Denpasar, Bali. Pertemuan strategis yang berlangsung pada 1-2 Agustus 2025 ini melibatkan Kepala Cabang dan Kepala KPJR Tingkat I dari seluruh Indonesia.
Selain mengevaluasi capaian Semester I-2025, rapat kerja juga membahas langkah-langkah operasional yang akan ditempuh pada Semester II-2025. Tingkat kepatuhan nasional per akhir Juni 2025 tercatat sebesar 49,69%, meningkat 2,28% dibandingkan tahun lalu. Meski menunjukkan tren positif, capaian tersebut masih belum memenuhi target yang ditetapkan.
Dewi menambahkan, keberhasilan optimalisasi penerimaan SWDKLLJ dan IW sangat bergantung pada penguatan sistem dan akurasi data. "Kami memperkuat kolaborasi lintas lembaga, khususnya dengan Pembina Samsat di tingkat nasional dan provinsi, untuk memperbaiki sistem dan memperluas jangkauan," kata Dewi.
Baca Juga: Berapa Gaji Magang LBJR Jasa Raharja 2025? Lulusan SMA Bisa Daftar
Rapat kerja tersebut juga merumuskan empat langkah utama untuk mengakselerasi target Semester II-2025, yakni memperkuat koordinasi antarwilayah, melakukan evaluasi rutin terhadap program strategis, memperbarui data potensi melalui sistem DASI-JR Modul IWKBU versi terbaru, serta menyusun outlook 2026 sebagai dasar RKAP mendatang.
Dewi menegaskan bahwa penerimaan yang optimal akan berdampak langsung pada peningkatan layanan publik. "Dengan penerimaan yang lebih baik, kami dapat memperluas program pelayanan, termasuk di bidang keselamatan transportasi dan perlindungan asuransi penumpang," tuturnya.
Pihaknya juga menargetkan penyatuan visi dan strategi dalam tubuh internal melalui pendekatan berbasis data dan pembaruan sistem informasi. "Kami ingin memastikan bahwa setiap wilayah mampu berkontribusi maksimal dalam pencapaian target nasional," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :