Mentan Sesumbar Bisa Kuatkan Rupiah Jadi Rp1.000 per USD dengan Hilirisasi Pertanian

Kamis, 07 Agustus 2025 - 16:47 WIB
loading...
Mentan Sesumbar Bisa...
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi pembicara pada Rakordal Pembangunan DIY triwulan II 2205 di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (30/7/2025). Foto/Dok
A A A
YOGYAKARTA - Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut program hilirisasi pertanian akan menjadikan Indonesia menjadi negara superpower. Mentan juga menyebut bahwa nilai tukar rupiah bisa menguat hingga Rp1.000 per dolar AS (USD) apabila hilirisasi komoditas ekspor dijalankan secara segera dari sekarang.

Menurut Amran, Presiden Prabowo sudah menyetujui program hilirisasi nasional. Alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp371 triliun. Khusus di bidang pertanian akan fokus produk kakao, kacang mete dan kopi.

“Anggaran hilirisasi Rp371 triliun sudah disetujui. Hari ini saya tandatangani anggaran turun Rp40 triliun. Sudah cair,” kata Amran pada Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pembangunan DIY Triwulan II 2025 di Gedung Pracimosono, Komplek Pemda DIY, pada akhir Juli lalu.

Baca Juga: Hilirisasi Pertanian, Kementan Maksimalkan Pemanfaatan Internet of Things

Ia menjelaskan soal potensi hilirisasi sejumlah komoditas ekspor Indonesia. Komoditas pertanian yang permintaannya tergolong tinggi di pasar global di antaranya cokelat, kacang mete, kopi, dan kelapa.

Amran lantas menjabarkan potensi komoditas kelapa sebagai contoh. Dia menyebut bahwa ekspor kelapa Indonesia saat ini bernilai sekitar Rp 20 triliun. Dengan hilirisasi, nilai ekspor kelapa disebutnya bisa meroket hingga 100 kali lipat menjadi Rp2.000 triliun.

“Kalau semua komoditas ke luar negeri dihilirisasi Rp20 triliun sampai Rp50 triliun, bisa satu dolar menjadi Rp1.000 rupiah,” kata Amran.

Program hilirisasi ini harus dilakukan mulai saat ini. Paling sulit adalah merubah mind set terkait mental masyarakat. Setidaknya ada enam komoditas yang menjadi prioritas dari 13 program strategis. Salah satunya kelapa, yang harga setiap butir di Eropa mencapai Rp34.000.

“Kalau ekspor kita Rp600 triliun, kita kali saja 100 atau 50 sudah Rp3.000 triliun. Ini akan mencapai Indonesia emas dan mencapai superpower,” katanya.

Dicontohkannya, produk kakao selama ini dikirim ke Singapura. Setelah diolah harganya akan naik menjadi 38 kali lipat. Saat ini telah disiapkan anggaran Rp4 triliun hingga Rp7 triliun untuk mengolah.

“Kita ulek-ulek (giling) sendiri di dalam negeri,” katanya.

Amran menyebut pertanian merupakan masa depan Bangsa Indonesia. Mengelola pertanian bisa dilakukan sepanjang tahun selama 12 bulan, berbeda dengan negara lian yang tergantung cuaca. Selain itu juga sumber daya alam dan airnya sangat melimpah.

“Pertanian juga akan menggerakkan sektor lain, dari transportasi, pestisida sampai sarana prasarana,” katanya.

Baca Juga: Petani Diminta Tingkatkan Nilai Tambah melalui Hilirisasi Pertanian

Sektor pertanian tangguh akan menjadi negara Indonesia aman. Sejumlah negara kini dilanda krisis pangan dan krisis energi. Indonesia ikut berkontribusi sebagai penggerak harga pangan dunia.

Terobosan untuk mmebuat lumbung pangan juga terus dilakukan Presiden Prabowo. Bahkan di Merauke yang selama ini tidak berjalan, kini pertanian sudah berkembang. Begitu juga di Kalimantan Tengah telah berhasil menciptakan sawah baru yang didukung sistem pertanian modern.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved