Pemuda Lahat Miliki 10 Jaringan AgenBRILink, Permudah Transaksi Petani hingga Pekerja Tambang
Kamis, 07 Agustus 2025 - 19:33 WIB
loading...
Sony Pranata berhasil mengembangkan usahanya menjadi jaringan layanan keuangan digital AgenBRILink. FOTO/BRI
A
A
A
LAHAT - Dari sebuah toko kecil penjual pulsa di Desa Ulak Pandan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Sony Pranata berhasil mengembangkan usahanya menjadi jaringan layanan keuangan digital AgenBRILink yang kini memiliki 10 gerai. Bisnis yang dirintis sejak 2022 itu tak hanya membuka akses keuangan di pelosok, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 15 warga sekitar.
Sony memulai usahanya dengan nama “Putra Cell”, awalnya hanya untuk mendukung kebutuhan transaksi bisnis pribadinya. Namun, seiring meningkatnya permintaan dari warga sekitar, ia kemudian membuka layanan keuangan dasar, seperti transfer dana, pembayaran tagihan, hingga tarik tunai, bagi masyarakat umum.
"Saya awalnya cuma ingin alat buat transfer belanja dagangan sendiri. Tapi makin banyak yang datang, minta tolong bayar listrik, tarik tunai, transfer, bayar tagihan, dan lain-lain," kata Sony. "Promosi pun nggak ada, cuma dari mulut ke mulut."
Baca Juga: Punya Banyak Cabang, AgenBRILink Milik Pemuda Asal Lahat Ini Buka Lapangan Kerja untuk Warga Sekitar
Bermodal Rp10 juta sebagai dana awal untuk perputaran transaksi harian, Sony bersama istrinya mengelola bisnis ini secara mandiri. Kepercayaan masyarakat terus tumbuh, mendorongnya membuka lebih banyak gerai dan melibatkan anggota keluarga sebagai mitra kerja.
Gerai-gerai AgenBRILink milik Sony tersebar di desa-desa sekitar Ulak Pandan dengan jarak antar toko rata-rata hanya dua kilometer. Model ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan layanan keuangan ke masyarakat desa yang selama ini masih terbatas aksesnya.
"Pelanggan kami banyak yang petani kopi dan pekerja tambang batu bara. Saat tanggal gajian, biasanya toko ramai untuk tarik tunai atau transfer uang," ujar Sony.
Bisnis AgenBRILink milik Sony tak hanya mendukung inklusi keuangan, tapi juga membawa dampak sosial positif. Hingga kini, sedikitnya 15 warga sekitar telah dipekerjakan untuk mengelola gerai-gerai yang tersebar di wilayah tersebut.
Tak hanya fokus pada pertumbuhan usaha, Sony juga rutin mengadakan kegiatan sosial di lingkungannya. Ia menyelenggarakan turnamen olahraga dan kegiatan berbagi saat hari besar keagamaan sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap masyarakat.
Sony menjadi contoh nyata bagaimana anak muda desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi keuangan yang sederhana namun efektif. Ia berharap usahanya dapat menginspirasi pemuda lain untuk memulai bisnis dari potensi yang ada di sekitar mereka.
Baca Juga: 1,19 Juta AgenBRILink Gerakkan Ekonomi Desa di 67.013 Lokasi
Sementara, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, AgenBRILink merupakan salah satu kekuatan utama BRI dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. Per Juni 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen, tumbuh 22,60% secara tahunan.
"AgenBRILink kini hadir di 67 ribu desa di seluruh Indonesia, dengan volume transaksi sebesar Rp843 triliun per Juni 2025. Ini bukti nyata bahwa kehadiran agen di desa-desa sangat vital dalam memperluas akses layanan keuangan," ujar Akhmad.
Sony memulai usahanya dengan nama “Putra Cell”, awalnya hanya untuk mendukung kebutuhan transaksi bisnis pribadinya. Namun, seiring meningkatnya permintaan dari warga sekitar, ia kemudian membuka layanan keuangan dasar, seperti transfer dana, pembayaran tagihan, hingga tarik tunai, bagi masyarakat umum.
"Saya awalnya cuma ingin alat buat transfer belanja dagangan sendiri. Tapi makin banyak yang datang, minta tolong bayar listrik, tarik tunai, transfer, bayar tagihan, dan lain-lain," kata Sony. "Promosi pun nggak ada, cuma dari mulut ke mulut."
Baca Juga: Punya Banyak Cabang, AgenBRILink Milik Pemuda Asal Lahat Ini Buka Lapangan Kerja untuk Warga Sekitar
Bermodal Rp10 juta sebagai dana awal untuk perputaran transaksi harian, Sony bersama istrinya mengelola bisnis ini secara mandiri. Kepercayaan masyarakat terus tumbuh, mendorongnya membuka lebih banyak gerai dan melibatkan anggota keluarga sebagai mitra kerja.
Gerai-gerai AgenBRILink milik Sony tersebar di desa-desa sekitar Ulak Pandan dengan jarak antar toko rata-rata hanya dua kilometer. Model ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan layanan keuangan ke masyarakat desa yang selama ini masih terbatas aksesnya.
"Pelanggan kami banyak yang petani kopi dan pekerja tambang batu bara. Saat tanggal gajian, biasanya toko ramai untuk tarik tunai atau transfer uang," ujar Sony.
Bisnis AgenBRILink milik Sony tak hanya mendukung inklusi keuangan, tapi juga membawa dampak sosial positif. Hingga kini, sedikitnya 15 warga sekitar telah dipekerjakan untuk mengelola gerai-gerai yang tersebar di wilayah tersebut.
Tak hanya fokus pada pertumbuhan usaha, Sony juga rutin mengadakan kegiatan sosial di lingkungannya. Ia menyelenggarakan turnamen olahraga dan kegiatan berbagi saat hari besar keagamaan sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap masyarakat.
Sony menjadi contoh nyata bagaimana anak muda desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi keuangan yang sederhana namun efektif. Ia berharap usahanya dapat menginspirasi pemuda lain untuk memulai bisnis dari potensi yang ada di sekitar mereka.
Baca Juga: 1,19 Juta AgenBRILink Gerakkan Ekonomi Desa di 67.013 Lokasi
Sementara, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, AgenBRILink merupakan salah satu kekuatan utama BRI dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. Per Juni 2025, jumlah AgenBRILink telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen, tumbuh 22,60% secara tahunan.
"AgenBRILink kini hadir di 67 ribu desa di seluruh Indonesia, dengan volume transaksi sebesar Rp843 triliun per Juni 2025. Ini bukti nyata bahwa kehadiran agen di desa-desa sangat vital dalam memperluas akses layanan keuangan," ujar Akhmad.
(nng)
Lihat Juga :