Perdagangan Malaysia-BRICS Tembus Rp3.169 Triliun, Kontribusi 35% dari Total Ekspor

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 07:24 WIB
loading...
Perdagangan Malaysia-BRICS...
Perdagangan antara Malaysia dan negara-negara BRICS mencapai angka yang mengesankan. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Volume perdagangan antara Malaysia dan negara-negara BRICS mencapai angka yang mengesankan sebesar 818 miliar ringgit pada tahun 2024 atau setara dengan USD195 miliar atau setara dengan Rp3.169 triliun. Angka ini mewakili lebih dari 35,2% dari total nilai perdagangan luar negeri Malaysia secara keseluruhan, menurut data terbaru dari Bernama.

Selain volume perdagangan, investasi dari negara-negara BRICS di Malaysia mencapai 105 miliar ringgit atau setara dengan USD25 miliar. Pengembangan ini membantu Malaysia memasuki segmen pasar internasional yang lebih luas dengan menarik investasi dan modal tambahan.

Baca Juga: Pertarungan BRICS vs AS Dimulai: Rusia, China hingga India Jadi Target Utama

Investasi tersebut dilakukan seiring dengan status Malaysia sebagai Negara Mitra BRICS bersama dengan 11 negara lainnya. Negara-negara mitra tersebut meliputi Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam. Selain itu, Indonesia sebelumnya merupakan negara mitra, namun kini telah menjadi anggota resmi BRICS dan resmi bergabung pada tahun 2025.

"Meskipun Malaysia belum menjadi anggota penuh BRICS, negara ini sudah merasakan manfaat dari hubungan ekonomi dengan negara-negara anggota BRICS, karena sebagian besar di antaranya merupakan mitra dagang dan sumber investasi asing yang stabil di Malaysia," kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim dikutip dari Watcher Guru, Sabtu (9/8).

Malaysia memperoleh manfaat finansial dari BRICS sebagai negara mitra aliansi tersebut. Setelah Trump memberlakukan tarif terhadap negara-negara Global Selatan, Malaysia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dalam perdagangan dan investasi dengan anggota BRICS.

"Komitmen Malaysia adalah untuk memperkuat sistem perdagangan yang berbasis aturan dan inklusif. Bersama-sama, kita membangun masa depan ekonomi global yang lebih adil dan progresif," jelas Tengku Zafrul, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri.

Tarif Trump juga membuat Malaysia tetap setia pada aliansi BRICS dan ASEAN dalam hal perdagangan dan ekonomi. Negara-negara berkembang bersatu untuk menghindari tarif AS dan menginisiasi perjanjian perdagangan baru antar anggota.

Baca Juga: Pesawat Mata-mata Militer AS Berkeliaran di 'Depan Pintu' China

Adapun tujuannya untuk meningkatkan perekonomian mereka tanpa dukungan dolar AS dan bergantung pada mata uang lokal. Hal ini membuat mereka lebih kuat selama gejolak ekonomi dan memungkinkan mereka untuk menghindari penggunaan dolar AS dalam perdagangan dan tarif.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Rekomendasi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved