Untung Rugi Tarif Trump buat Ekonomi AS, Bulan Juni Raup Rp451,2 Triliun

Senin, 11 Agustus 2025 - 22:44 WIB
loading...
A A A
Distorsi yang disebabkan oleh penumpukan tersebut diyakini akan memudar, tetapi dalam jangka panjang banyak ekonom memprediksi bahwa pemerintahan Trump masih akan kesulitan menurunkan defisit perdagangan AS secara keseluruhan.

Hal itu dikarenakan mereka berpendapat, bahwa defisit terutama didorong oleh ketidakseimbangan struktural dalam ekonomi AS - pengeluaran nasional yang terus-menerus melebihi produksi nasional - daripada praktik perdagangan yang tidak adil yang ditujukan kepada Amerika oleh negara lain.

Ekspor China ke Amerika Menyusut

Trump menghukum China dengan menerapkan tarif mencapai 145% pada suatu waktu. Namun saat ini tarif tersebut telah turun menjadi 30%, tetapi dampak dari konflik perdagangan tersebut terhadap perdagangan China dengan Amerika tetap signifikan.

Nilai ekspor China ke AS dalam enam bulan pertama tahun 2025 turun 11% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Sementara itu ekspor China ke beberapa mitra dagangnya yang lain telah meningkat, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan China telah berhasil menemukan pelanggan di negara lain.

Ekspor China ke India tahun ini meningkat 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dan dengan Uni Eropa dan Inggris, meningkat masing-masing 7% dan 8%. Beberapa yang menarik perhatian adalah peningkatan 13% dalam nilai ekspor China ke negara-negara ASEAN, yang mencakup Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Malaysia, selama periode tersebut.

Pemerintahan Trump khawatir tentang kemungkinan perusahaan-perusahaan China berusaha untuk menghindari tarif AS dengan mendirikan operasi di negara-negara Asia Tenggara yang berdekatan - di mana mereka mengekspor barang setengah jadi - dan mengekspor barang jadi ke AS dari sana.

Fenomena 'melompati tarif' ini terjadi ketika Donald Trump memberlakukan tarif pada panel surya China di masa jabatannya yang pertama. Beberapa ekonom berpendapat bahwa peningkatan ekspor China ke negara-negara ASEAN bisa terkait dengan fenomena yang sama.

Lebih Banyak Kesepakatan Dagang

Beberapa negara telah merespons perang dagang Trump dengan berusaha memperdalam hubungan perdagangan dengan negara lain, alih-alih membangun hambatan mereka sendiri. Inggris dan India telah menandatangani kesepakatan perdagangan yang sudah mereka negosiasikan selama tiga tahun terakhir.

Norwegia, Islandia, Swiss, dan Liechtenstein - yang tergabung dalam kelompok yang disebut Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) - juga telah menyelesaikan kesepakatan perdagangan baru dengan sejumlah negara Amerika Latin dalam kelompok yang dikenal sebagai Mercosur.

Sementara UE sedang melanjutkan kesepakatan perdagangan baru dengan Indonesia. Lalu ada Kanada yang menjajaki perjanjian perdagangan bebas bersama ASEAN. Beberapa negara juga memanfaatkan perpecahan perdagangan antara AS dan China.

Terpantau China secara tradisional merupakan pengimpor kedelai global yang signifikan dari AS, yang digunakan sebagai pakan bagi 440 juta babi mereka. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Beijing beralih untuk membeli kedelainya dari Brasil, bukan dari Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Rekomendasi
Apa Itu Khodam? Begini...
Apa Itu Khodam? Begini Penjelasan Khodam dalam Islam, Benarkah Ada Pendamping Gaib?
Luis Figo Ramaikan Pesta...
Luis Figo Ramaikan Pesta Bola HGI 2026, KORMINAS Perkuat Pengembangan Olahraga Pikiran
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved