Gelombang Baru BRICS, 32 Negara Berebut Kursi Keanggotaan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:31 WIB
loading...
Gelombang Baru BRICS,...
Sebanyak 32 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan aliansi BRICS. FOTO/Watcher Guru
A A A
JAKARTA - Sebanyak 32 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan aliansi BRICS, yang kini telah memperluas jaringannya dari 5 anggota pendiri menjadi 11 anggota penuh. Perluasan ini menunjukkan adanya ketertarikan masif dari berbagai negara untuk mencari alternatif dari lembaga-lembaga yang selama ini didominasi oleh kekuatan Barat.

Ekspansi BRICS terjadi secara bertahap. Setelah Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sebagai anggota pendiri, enam negara baru telah resmi bergabung. Mereka adalah Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Arab Saudi.

Baca Juga: Tak Ingin Hubungan dengan Rusia Retak, India Pertahankan Impor Minyak 1,75 Juta Barel per Hari

Selain itu, aliansi ini juga telah menetapkan 13 negara mitra yang memiliki posisi strategis di kawasan masing-masing, seperti Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan.

BRICS kini memiliki kekuatan ekonomi yang signifikan, menyumbang lebih dari 25% produk domestik bruto (PDB) global dan mewakili hampir setengah dari populasi dunia. Kekuatan ini menjadikan BRICS sebagai pemain kunci dalam ekonomi dan perdagangan internasional.

Menurut laporan Watcher Guru, dari 32 negara yang berminat, 23 di antaranya telah mengajukan permohonan resmi untuk menjadi anggota. Beberapa negara yang paling serius dalam upaya ini adalah Bahrain, Malaysia, Turki, Vietnam, Belarus, Sri Lanka, Meksiko, Kuwait, Thailand, dan Uzbekistan. Mereka tertarik bergabung dengan BRICS untuk mendapatkan akses ke pembiayaan alternatif melalui Bank Pembangunan Baru (NDB) dan mengurangi ketergantungan pada transaksi dengan mata uang dolar Amerika Serikat.

Bergabungnya negara-negara ini dapat memberikan keuntungan strategis bagi BRICS. Misalnya, negara-negara produsen minyak seperti Bahrain dan Kuwait akan memperkuat posisi BRICS dalam sektor energi. Meksiko dapat membuka akses pasar Amerika Latin, sementara Belarus akan membuka jalur strategis di Eropa Timur yang sebelumnya belum terjangkau oleh aliansi.

Baca Juga: Bawa Jet Tempur Siluman F-35, 3 Kapal Induk Unjuk Kekuatan di Laut Filipina Utara

Namun, proses perluasan ini tidak luput dari tantangan internal. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rio 2025, para pemimpin BRICS membahas kriteria keanggotaan baru. Meski demikian, perpecahan internal terlihat, di mana Tiongkok dan Rusia cenderung mendukung perluasan yang cepat, sedangkan Brasil dan India lebih memilih pendekatan yang hati-hati dalam menerima anggota baru.

Tantangan juga datang dari luar, terutama dari negara-negara Barat. Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan, "BRICS sudah mati," dan mengancam akan menaikkan tarif bagi negara-negara BRICS yang mencoba menggerus dominasi dolar AS. Hal ini menunjukkan kekhawatiran Barat terhadap pengaruh BRICS yang semakin besar.

Meski demikian, BRICS terus menarik anggota baru. Bank Pembangunan Baru sebagai salah satu instrumen keuangan utama aliansi telah menyalurkan lebih dari USD32 milar untuk 96 proyek sejak 2016. NDB menyediakan pinjaman infrastruktur dalam mata uang lokal yang mengurangi eksposur negara-negara berkembang terhadap volatilitas dolar AS.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Rekomendasi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved