Dukung Ketahanan Pangan, Pertamina Patra Niaga Olah Limbah Makanan Jadi Pakan Ternak

Rabu, 13 Agustus 2025 - 14:53 WIB
loading...
Dukung Ketahanan Pangan,...
Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi pengelolaan limbah organik. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi pengelolaan limbah organik yang berdampak langsung pada masyarakat. Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, perusahaan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menginisiasi program pemanfaatan limbah makanan dari Program Makan Bergizi Gratis sebagai pakan alternatif bagi peternakan rakyat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari pengembangan ekonomi sirkular berbasis komunitas, terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Limbah dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini tidak lagi menjadi sisa buangan yang mencemari lingkungan, melainkan diolah menjadi pakan produktif.

Tiga SPPG telah bergabung dalam program ini, yakni SPPG Mandai Bontoa 1, Mandai Bontoa 2, dan Biringkanaya Bakung 1. Setiap hari, tim Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baji Mangngai mengangkut 100–150 kilogram limbah yang telah dipilah dan ditimbang menuju peternakan bebek Kelompok Laleng Kassie di Dusun Tamarunang, Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Kelompok Laleng Kassie, yang didampingi Pertamina Patra Niaga sejak 2021 melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kini menjadi contoh sukses pemanfaatan limbah organik untuk usaha peternakan berkelanjutan.

"Program ini memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah organik. Kami ingin menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat sekitar," ujar Andreas Yanuar Arinawan, Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin dalam pernyataannya, Rabu (13/8).

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Transisi Energi Melalui Pengembangan SAF

Sejak berjalan, kelompok ini mampu memproduksi ratusan butir telur bebek segar setiap minggu. Mereka juga melakukan diversifikasi produk menjadi telur asin berkualitas tinggi yang bernilai jual lebih tinggi dan berdaya simpan lebih lama, sehingga pendapatan peternak meningkat signifikan.

Ketua Kelompok Laleng Kassie, Maryama, mengungkapkan manfaat program ini bagi komunitas. “Kami terbantu menekan biaya operasional, terutama untuk pakan yang selama ini menjadi pengeluaran terbesar. Dampaknya langsung terasa bagi keberlangsungan usaha kami,” katanya.

Sebagian limbah makanan yang tidak digunakan langsung untuk pakan bebek dimanfaatkan untuk budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF). Maggot yang kaya protein ini menjadi pakan tambahan berkualitas bagi bebek, sekaligus menekan biaya dan meningkatkan produktivitas. Inovasi ini juga membuka peluang usaha baru di desa.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Akan Perluas Distribusi Pertamax Green 95

Area Manager Communication, Relation, & CSR Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menyebut program ini sebagai bagian strategi CSR Pertamina Patra Niaga yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi sumber daya lokal. "Pendekatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 2 Tanpa Kelaparan dan SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab," jelasnya.

Pertamina Patra Niaga berencana mereplikasi program ini di berbagai wilayah lain di Indonesia. Tujuannya, menciptakan solusi yang menggabungkan pengurangan limbah, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Pasar Pet Food Premium...
Pasar Pet Food Premium Tumbuh, Bio Cat Bidik Pemilik Anabul
Kalimantan Selatan Jaga...
Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Makanan Panas Disantap...
Makanan Panas Disantap dengan Sendok Plastik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Rekomendasi
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved