Gaji Almira Fajriyati, ASN BPS Istri Aditya Hanafi yang Pinjamkan Kunci Rumah Dinas untuk Bunuh Teman Serumahnya

Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:52 WIB
loading...
Gaji Almira Fajriyati,...
Almira Fajriyati Marsaoly (kanan) ASN di BPS Halmahera Timur, Maluku Utara. FOTO/Tangkapan Layar/Youtube
A A A
JAKARTA - Nama Almira Fajriyati Marsaoly, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur, Maluku Utara, menjadi sorotan publik setelah suaminya, Aditya Hanafi, terlibat kasus pembunuhan terhadap rekan kerja sekaligus teman serumahnya, Karya Listiyanti Pertiwi alias Tiwi.

Almira diketahui meminjamkan kunci rumah dinas yang ia tempati bersama Tiwi kepada Aditya. Kunci tersebut kemudian digunakan untuk masuk ke rumah dinas dan melancarkan aksi pembunuhan pada 19 Juli 2025. Meski demikian, keterlibatan langsung Almira dalam tindak pidana ini belum dapat dipastikan secara hukum.

Baca Juga: Gaji Aditya Hanafi, ASN BPS yang Bunuh dan Curi Uang Temannya untuk Biaya Nikah

Pada hari kejadian, Almira sedang cuti menikah dan berada di Ternate untuk mempersiapkan pernikahan. Ia tidak berada di lokasi saat peristiwa tragis itu terjadi. Penyidik masih menelusuri apakah pemberian akses kunci kepada Aditya dilakukan dengan kesadaran penuh atau tanpa mengetahui niat suaminya.

Sebagai ASN BPS, Almira memperoleh penghasilan dari gaji pokok dan tunjangan kinerja sesuai peraturan yang berlaku. Berdasarkan kisaran gaji ASN di BPS untuk posisi setara, penghasilan per bulan diperkirakan antara Rp4,3 juta hingga Rp8,6 juta, tergantung golongan pangkat, masa kerja, dan lokasi penugasan. Halmahera Timur termasuk daerah tertentu yang memberikan tambahan tunjangan khusus.

Aditya sendiri menjabat sebagai Statistisi Ahli Pertama di BPS dengan kisaran gaji yang sama. Selain gaji pokok, keduanya juga berhak atas tunjangan kinerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2018, yang besarnya bervariasi sesuai kelas jabatan.

Kasus ini bermula ketika Aditya meminjam kunci rumah dinas dari Almira pada 16 Juli 2025. Ia masuk dan bersembunyi di salah satu kamar selama tiga hari. Pada 19 Juli 2025, Aditya membunuh Tiwi setelah korban menolak memberikan pinjaman uang untuk menutup utang akibat pinjaman online dan judi.

Usai melakukan pembunuhan, Aditya mengambil dana milik korban melalui aplikasi keuangan digital. Aksi ini semakin memperkuat motif ekonomi di balik peristiwa tersebut. Hingga kini, penyidik Polda Maluku Utara masih memeriksa Almira untuk mendalami perannya.

Baca Juga: KPK Tetapkan ASN Kemenhub Tersangka Baru Korupsi Pembangunan Jalur Kereta Api

Ia menjalani pemeriksaan intensif sekitar 19 jam di Ternate, didampingi psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) mengingat kondisi mentalnya yang dinilai terpukul. Almira dan Tiwi sebelumnya tinggal di rumah dinas yang sama sebagai rekan kerja di BPS, meski menempati kamar terpisah.

Tidak ada catatan adanya perselisihan di antara keduanya sebelum insiden. Kasus ini menyita perhatian setelah Almira menikah dengan Aditya sekitar sepekan setelah pembunuhan terjadi.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Rekomendasi
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Berita Terkini
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved