7 Negara Amerika Latin Antusias Gabung BRICS, Apa yang Terjadi dengan AS?

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 07:35 WIB
loading...
7 Negara Amerika Latin...
Tujuh negara di kawasan Amerika Latin kini secara terbuka menyatakan minat untuk bergabung dengan aliansi BRICS. FOTO/Watcher Guru
A A A
JAKARTA - Tujuh negara di kawasan Amerika Latin kini secara terbuka menyatakan minat untuk bergabung dengan aliansi BRICS. Langkah ini dinilai berpotensi mengubah peta perdagangan global sekaligus mengikis dominasi dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi internasional.

Minat tersebut muncul di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang semakin kompleks. Dari pengajuan resmi Bolivia hingga pembicaraan diplomatik tertutup yang dilakukan Kolombia, sinyal ketertarikan ini menjadi indikator bahwa pengaruh BRICS kian meluas ke benua Amerika.

Baca Juga: Kirim Surat Edaran ke BRICS, India Hentikan Penggunaan Dolar AS

BRICS sejatinya telah mencoba memperluas pengaruhnya di Amerika Latin dengan mengundang Argentina pada 2023. Namun, undangan itu ditolak Presiden terpilih Javier Milei. Ia bahkan melontarkan kritik tajam terhadap BRICS, menyebutnya sebagai kelompok yang sebagian besar beranggotakan "para diktator".

Penolakan Argentina sempat menghambat upaya BRICS masuk ke pasar Amerika Latin. Meski demikian, tujuh negara lainnya justru menunjukkan sikap sebaliknya. Mereka adalah Bolivia, Chile, Kolombia, Kuba, Honduras, Peru, dan Venezuela, sebagaimana dilaporkan Watcher Guru.

Ketertarikan tersebut didorong berbagai faktor, mulai dari keinginan mengakses pasar internasional yang lebih luas hingga mencari alternatif kemitraan ekonomi di luar pengaruh AS. Bagi sebagian negara, BRICS dipandang sebagai jalur untuk menghidupkan kembali perekonomian yang tertekan.

Selama beberapa dekade, sejumlah negara Amerika Latin mengalami tekanan ekonomi akibat sanksi, tarif, dan kebijakan perdagangan AS. Situasi tersebut semakin sulit karena sebagian di antaranya berada di bawah rezim otoriter yang memicu isolasi politik dan ekonomi.

Baca Juga: Trump-Putin Bertemu di Alaska Hari Ini, Perang Rusia-Ukraina Bakal Berakhir?

BRICS dalam kondisi ini menawarkan peluang baru. Melalui perdagangan dan fasilitas pinjaman dari New Development Bank (NDB), aliansi ini mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Selain itu, keanggotaan di BRICS diyakini dapat membuka akses pembiayaan infrastruktur, memperluas pasar ekspor, dan mempererat kerja sama antarnegara berkembang. Hal ini selaras dengan agenda BRICS untuk memperkuat posisi tawar di hadapan ekonomi maju.

Meski peluang terbuka, proses keanggotaan tidak instan. Setiap negara harus melalui mekanisme persetujuan internal BRICS termasuk kesepakatan di antara anggota lama.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Berita Terkini
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved