Trump Halangi India Membeli Minyak Rusia, Moskow Punya Cara Membalas
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menambahkan, bahwa pasokan global sudah tertekan. India membeli semua varietas dan kualitas minyak Rusia - termasuk Urals dari pelabuhan Barat, ESPO dan Sokol dari Pasifik, serta beberapa kualitas dari Arktik, menurut data LSEG.
Urals akan terkena dampak paling parah jika India berhenti membeli karena negara itu menampung hingga 70% dari kualitas ekspor terbesar Rusia berdasarkan volume. Menteri minyak India mengatakan bahwa negara tersebut bisa menemukan pasokan alternatif."
India perlu meningkatkan impor minyak mentah dari AS dan Timur Tengah atau mengurangi kapasitas penyulingan, yang akan menyebabkan lonjakan harga diesel, terutama di Eropa, yang mengimpor bahan bakar dari India. "Penyulingan India masih akan berjuang untuk menggantikan kualitas bminyak mentah Rusia, jadi mereka mungkin akhirnya mengurangi produksi," kata Neil Crosby dari Sparta Commodities.
Pendapatan minyak dan gas Rusia turun 33,7% year-on-year di bulan Juni untuk berada di level terendah sejak Januari 2023, menurut data kementerian keuangan. Pendapatan diperkirakan akan terus turun 37% di bulan Juli karena harga minyak global yang lebih lemah dan rubel yang kuat, menurut perhitungan Reuters.
Perusahaan Rusia disebut bakal perlu menyimpan minyak di kapal tanker jika India menghentikan pembelian, membayar biaya tambahan untuk pengiriman, dan terpaksa menawarkan potongan harga lebih besar kepada pembeli baru, kata para pelaku pasar.
Kehilangan ekspor 2 juta barel per hari mungkin juga secara bertahap mendorong Rusia untuk mulai mengurangi produksi minyak dari level saat ini yang mencapai 9 juta barel per hari. Produksi Rusia saat ini diatur oleh kuota OPEC+
Moskow juga dapat mengganggu kelancaran aliran pipa CPC untuk memastikan Barat merasakan dampak dari harga minyak yang lebih tinggi. Perusahaan minyak Barat seperti Exxon, Chevron, Shell, ENI, dan TotalEnergies mengirimkan hingga 1 juta barel per hari melalui CPC, yang memiliki total kapasitas 1,7 juta barel per hari.
Urals akan terkena dampak paling parah jika India berhenti membeli karena negara itu menampung hingga 70% dari kualitas ekspor terbesar Rusia berdasarkan volume. Menteri minyak India mengatakan bahwa negara tersebut bisa menemukan pasokan alternatif."
India perlu meningkatkan impor minyak mentah dari AS dan Timur Tengah atau mengurangi kapasitas penyulingan, yang akan menyebabkan lonjakan harga diesel, terutama di Eropa, yang mengimpor bahan bakar dari India. "Penyulingan India masih akan berjuang untuk menggantikan kualitas bminyak mentah Rusia, jadi mereka mungkin akhirnya mengurangi produksi," kata Neil Crosby dari Sparta Commodities.
Menggerus Pendapatan
Rusia berhasil terus menjual minyak sejak 2022 meskipun di tengah sanksi internasional, meski terpaksa harus menjualnya dengan diskon dibandingkan dengan harga global. Kejatuhan harga global berarti membuat pendapatan Rusia sudah berada di bawah tekanan.Pendapatan minyak dan gas Rusia turun 33,7% year-on-year di bulan Juni untuk berada di level terendah sejak Januari 2023, menurut data kementerian keuangan. Pendapatan diperkirakan akan terus turun 37% di bulan Juli karena harga minyak global yang lebih lemah dan rubel yang kuat, menurut perhitungan Reuters.
Perusahaan Rusia disebut bakal perlu menyimpan minyak di kapal tanker jika India menghentikan pembelian, membayar biaya tambahan untuk pengiriman, dan terpaksa menawarkan potongan harga lebih besar kepada pembeli baru, kata para pelaku pasar.
Kehilangan ekspor 2 juta barel per hari mungkin juga secara bertahap mendorong Rusia untuk mulai mengurangi produksi minyak dari level saat ini yang mencapai 9 juta barel per hari. Produksi Rusia saat ini diatur oleh kuota OPEC+
Bagaimana Respons Rusia?
"Rusia bisa saja mengalihkan sekitar 0,8 juta barel per hari minyak ke Mesir, Malaysia, Pakistan, Peru, Brunei, Afrika Selatan, dan Indonesia," kata JP Morgan.Moskow juga dapat mengganggu kelancaran aliran pipa CPC untuk memastikan Barat merasakan dampak dari harga minyak yang lebih tinggi. Perusahaan minyak Barat seperti Exxon, Chevron, Shell, ENI, dan TotalEnergies mengirimkan hingga 1 juta barel per hari melalui CPC, yang memiliki total kapasitas 1,7 juta barel per hari.
Lihat Juga :