Di Forum Internasional, Andi Afdal Ungkap Pilar Pengembangan SDM Unggul BPJS Kesehatan
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 15:24 WIB
loading...
Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan Andi Afdal Abdullah memaparkan topik Sustaining Business Excellence Through Talentship dalam 52nd ARTDO International World Conference 2025 di Penang. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
PENANG - BPJS Kesehatan menunjukkan perannya di kancah global melalui partisipasi strategis dalam 52nd ARTDO International World Conference 2025 di Penang, Malaysia pada 27–29 Juli 2025. Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 250 praktisi, akademisi, dan pemimpin organisasi dari 20 negara. Dalam event internasional itu, BPJS Kesehatan yang diwakili Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, MBA., AAK., CHIA.
Pada forum ini, Andi Afdal hadir sebagai pembicara undangan dengan topik Sustaining Business Excellence Through Talentship. Dalam paparannya, Andi Afdal menyoroti bagaimana BPJS Kesehatan, sebagai pengelola sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia dengan 280 juta peserta, membangun keunggulan organisasi melalui tata kelola SDM yang berlandaskan nilai, penguatan budaya kerja, dan transformasi digital. Baca juga: 7,39 Juta Peserta PBI JKN Dicoret, Mensos: Tidak Terdaftar di DTSEN dan Dianggap Sejahtera
Ia menegaskan pelayanan berkualitas tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada konsistensi penerapan nilai-nilai organisasi. Menurutnya, mengelola sumber daya manusia di lembaga sebesar BPJS Kesehatan menuntut lebih dari keterampilan teknis.
”Dibutuhkan talentship yang memberi arah, coaching yang membentuk budaya pembelajaran, dan kepemimpinan digital yang mengintegrasikan inovasi dengan pelayanan. Semua ini berakar pada nilai-nilai yang diterapkan dengan baik. Di BPJS Kesehatan Tata Nilai INISIATIF menjadi kunci,” katanya
Sosok yang telah membawa BPJS Kesehatan meraih berbagai penghargaan di bidang human capital ini juga memaparkan strategi pengelolaan SDM dan inovasi layanan yang telah menjadikan BPJS Kesehatan sebagai pengelola sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia. Kehadirannya tidak hanya memperkuat jejaring kolaborasi global, tetapi juga memposisikan BPJS Kesehatan sebagai institusi berdaya saing tinggi yang mendorong terciptanya sistem perlindungan kesehatan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Salah satu strategi utamanya adalah program EXELLENT (Exponential Talentship), yang mencakup rekrutmen berbasis kompetensi, pembinaan berjenjang, serta platform pembelajaran digital Smart Corpu. Program ini memungkinkan setiap pegawai mengakses materi pembelajaran, mengikuti pelatihan daring, dan berkolaborasi lintas unit tanpa hambatan jarak dan waktu.
Transformasi digital juga menjadi pilar penting, dengan penguatan kompetensi digital pegawai untuk mempercepat adaptasi terhadap inovasi layanan. Tujuannya adalah membangun pengalaman kerja yang humanis, di mana teknologi digunakan untuk mendukung interaksi yang lebih personal dan solutif bagi peserta.
Dalam paparannya, Andi Afdal juga menyoroti kekuatan demografis SDM BPJS Kesehatan yang menjadi motor penggerak organisasi. Saat ini, 36,43% Duta BPJSKes berasal dari generasi Z dan 55,71% dari generasi milenial, merepresentasikan energi muda yang adaptif dan inovatif. Baca juga: Penyakit Jantung dan Kanker Paling Banyak Ditanggung BPJS Kesehatan, Totalnya Tembus Rp25,73 Triliun
Dengan dukungan 526 kantor di seluruh Indonesia, 88,62% Duta BPJSKes tersebar hingga pelosok daerah, sementara hanya 11,38% yang bertugas di kantor pusat. Komposisi ini menjadi modal strategis untuk memastikan layanan JKN menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi Tata Nilai INISIATIF melalui generasi yang siap berkolaborasi dan berinovasi.
Di akhir paparannya, Andi Afdal menekankan bahwa keunggulan organisasi tidak dapat dipisahkan dari komitmen terhadap nilai yang terus dihidupkan. “Keberhasilan BPJS Kesehatan bukan hanya hasil dari strategi bisnis, tetapi dari kesetiaan pada nilai yang memandu setiap langkah Insan BPJS Kesehatan. Di sinilah peran Tata Nilai INISIATIF kami hadir, menjadi pilar dalam mengembangkan SDM yang unggul sekaligus memastikan keberlanjutan layanan JKN bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
Pada forum ini, Andi Afdal hadir sebagai pembicara undangan dengan topik Sustaining Business Excellence Through Talentship. Dalam paparannya, Andi Afdal menyoroti bagaimana BPJS Kesehatan, sebagai pengelola sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia dengan 280 juta peserta, membangun keunggulan organisasi melalui tata kelola SDM yang berlandaskan nilai, penguatan budaya kerja, dan transformasi digital. Baca juga: 7,39 Juta Peserta PBI JKN Dicoret, Mensos: Tidak Terdaftar di DTSEN dan Dianggap Sejahtera
Ia menegaskan pelayanan berkualitas tidak hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada konsistensi penerapan nilai-nilai organisasi. Menurutnya, mengelola sumber daya manusia di lembaga sebesar BPJS Kesehatan menuntut lebih dari keterampilan teknis.
”Dibutuhkan talentship yang memberi arah, coaching yang membentuk budaya pembelajaran, dan kepemimpinan digital yang mengintegrasikan inovasi dengan pelayanan. Semua ini berakar pada nilai-nilai yang diterapkan dengan baik. Di BPJS Kesehatan Tata Nilai INISIATIF menjadi kunci,” katanya
Sosok yang telah membawa BPJS Kesehatan meraih berbagai penghargaan di bidang human capital ini juga memaparkan strategi pengelolaan SDM dan inovasi layanan yang telah menjadikan BPJS Kesehatan sebagai pengelola sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia. Kehadirannya tidak hanya memperkuat jejaring kolaborasi global, tetapi juga memposisikan BPJS Kesehatan sebagai institusi berdaya saing tinggi yang mendorong terciptanya sistem perlindungan kesehatan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Salah satu strategi utamanya adalah program EXELLENT (Exponential Talentship), yang mencakup rekrutmen berbasis kompetensi, pembinaan berjenjang, serta platform pembelajaran digital Smart Corpu. Program ini memungkinkan setiap pegawai mengakses materi pembelajaran, mengikuti pelatihan daring, dan berkolaborasi lintas unit tanpa hambatan jarak dan waktu.
Transformasi digital juga menjadi pilar penting, dengan penguatan kompetensi digital pegawai untuk mempercepat adaptasi terhadap inovasi layanan. Tujuannya adalah membangun pengalaman kerja yang humanis, di mana teknologi digunakan untuk mendukung interaksi yang lebih personal dan solutif bagi peserta.
Dalam paparannya, Andi Afdal juga menyoroti kekuatan demografis SDM BPJS Kesehatan yang menjadi motor penggerak organisasi. Saat ini, 36,43% Duta BPJSKes berasal dari generasi Z dan 55,71% dari generasi milenial, merepresentasikan energi muda yang adaptif dan inovatif. Baca juga: Penyakit Jantung dan Kanker Paling Banyak Ditanggung BPJS Kesehatan, Totalnya Tembus Rp25,73 Triliun
Dengan dukungan 526 kantor di seluruh Indonesia, 88,62% Duta BPJSKes tersebar hingga pelosok daerah, sementara hanya 11,38% yang bertugas di kantor pusat. Komposisi ini menjadi modal strategis untuk memastikan layanan JKN menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi Tata Nilai INISIATIF melalui generasi yang siap berkolaborasi dan berinovasi.
Di akhir paparannya, Andi Afdal menekankan bahwa keunggulan organisasi tidak dapat dipisahkan dari komitmen terhadap nilai yang terus dihidupkan. “Keberhasilan BPJS Kesehatan bukan hanya hasil dari strategi bisnis, tetapi dari kesetiaan pada nilai yang memandu setiap langkah Insan BPJS Kesehatan. Di sinilah peran Tata Nilai INISIATIF kami hadir, menjadi pilar dalam mengembangkan SDM yang unggul sekaligus memastikan keberlanjutan layanan JKN bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :