Nota Keuangan dan RAPBN 2026: Realistis di Angka, Strategis di Arah Kebijakan
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 21:51 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, Misbakhun juga menyoroti target lifting minyak 610 ribu barel per hari dan lifting gas 984 ribu barel setara minyak per hari sebagai indikator penting bagi ketahanan energi. "Lifting minyak nasional kita saat ini sudah melebihi target APBN 2025, sudah menyentuh 608 ribu barel per hari. Jadi saya kira target tersebut sangat realistis," katanya.
Selain itu Ia juga mengingatkan adanya risiko global berupa perlambatan ekonomi China, dampak kesepakatan tarif impor Indonesia-AS, kenaikan harga komoditas akibat ketegangan geopolitik, serta potensi arus keluar modal dari negara berkembang. Sementara di sisi domestik, tantangan meliputi pengendalian inflasi pangan, percepatan hilirisasi industri, dan transformasi ekonomi digital.
"Pendapatan negara yang ditargetkan mencapai Rp3.147,7 triliun harus diimbangi dengan belanja negara yang berkualitas, bukan hanya besar secara nominal, agar defisit sekitar 2,4–2,6% PDB atau Rp638,8 triliun benar-benar produktif untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan," jelasnya.
Baca Juga: Rincian 8 Agenda Prioritas RAPBN 2026, Lengkap dengan Alokasi Anggarannya
Menutup pernyataannya, Misbakhun menegaskan komitmennya bahwa DPR RI melalui fungsi anggaran akan mengawal ketat implementasi RAPBN 2026 agar selaras dengan tujuan pembangunan nasional, menjaga stabilitas, dan mendorong kesejahteraan rakyat.
"Kami di Komisi XI akan mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengawal RAPBN 2026 ini agar menjadi instrumen fiskal yang mampu menjawab permasalahan fundamental dan mempersiapkan Indonesia menghadapi kompetisi global," tegasnya.
Selain itu Ia juga mengingatkan adanya risiko global berupa perlambatan ekonomi China, dampak kesepakatan tarif impor Indonesia-AS, kenaikan harga komoditas akibat ketegangan geopolitik, serta potensi arus keluar modal dari negara berkembang. Sementara di sisi domestik, tantangan meliputi pengendalian inflasi pangan, percepatan hilirisasi industri, dan transformasi ekonomi digital.
"Pendapatan negara yang ditargetkan mencapai Rp3.147,7 triliun harus diimbangi dengan belanja negara yang berkualitas, bukan hanya besar secara nominal, agar defisit sekitar 2,4–2,6% PDB atau Rp638,8 triliun benar-benar produktif untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan," jelasnya.
Baca Juga: Rincian 8 Agenda Prioritas RAPBN 2026, Lengkap dengan Alokasi Anggarannya
Menutup pernyataannya, Misbakhun menegaskan komitmennya bahwa DPR RI melalui fungsi anggaran akan mengawal ketat implementasi RAPBN 2026 agar selaras dengan tujuan pembangunan nasional, menjaga stabilitas, dan mendorong kesejahteraan rakyat.
"Kami di Komisi XI akan mendukung penuh langkah pemerintah dalam mengawal RAPBN 2026 ini agar menjadi instrumen fiskal yang mampu menjawab permasalahan fundamental dan mempersiapkan Indonesia menghadapi kompetisi global," tegasnya.
Lihat Juga :