OJK Siap Benahi Tata Kelola Asuransi Demi Penetrasi
Jum'at, 11 September 2020 - 00:13 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Direktur Pengawasan Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kristianto Andi Handoko juga menjelaskan pihaknya terus menyempurnakan aturan penilaian tingkat kesehatan lembaga jasa keuangan non-bank. Sebelumnya fokus hanya penilaian tingkat risiko dan peraturan pelaksanaan dari perusahaan asuransi.
"Kami sempurnakan P-OJK 10 dengan terbitkan Lembaga Jasa Keuangan Non Bank (LJKNB) versi kedua. Dasar pengawasan tidak lagi sekadar menilai tingkat risiko dari perusahaan asuransi. Tetapi lebih luas bagaimana tingkat kesehatan dari perusahaan asuransi tersebut," ujar Krstianto.
Menurutnya, konsep tingkat kesehatan ini lebih komprehensif, karena terkait faktor tata kelola, profil risiko, rentabilitas, dan permodalan. Kemudian OJK juga membuat semacam formula untuk menilai tingkat kesehatan dari perusahaan asuransi berdasarkan unsur-unsur tersebut.
Selain itu, P-OJK yang baru terkait tingkat kesehatan ini sudah dilengkapi menjadi sembilan risiko, dari yang sebelumnya hanya tujuh. Risiko- risiko bertambah menjadi 9 yaitu risiko asuransi, risiko strategis, risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. "Kami di sini juga akan bersinergi dengan pengawasan perbankan yang ada,” katanya
"Kami sempurnakan P-OJK 10 dengan terbitkan Lembaga Jasa Keuangan Non Bank (LJKNB) versi kedua. Dasar pengawasan tidak lagi sekadar menilai tingkat risiko dari perusahaan asuransi. Tetapi lebih luas bagaimana tingkat kesehatan dari perusahaan asuransi tersebut," ujar Krstianto.
Menurutnya, konsep tingkat kesehatan ini lebih komprehensif, karena terkait faktor tata kelola, profil risiko, rentabilitas, dan permodalan. Kemudian OJK juga membuat semacam formula untuk menilai tingkat kesehatan dari perusahaan asuransi berdasarkan unsur-unsur tersebut.
Selain itu, P-OJK yang baru terkait tingkat kesehatan ini sudah dilengkapi menjadi sembilan risiko, dari yang sebelumnya hanya tujuh. Risiko- risiko bertambah menjadi 9 yaitu risiko asuransi, risiko strategis, risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. "Kami di sini juga akan bersinergi dengan pengawasan perbankan yang ada,” katanya
(nng)
Lihat Juga :