Pakar hingga Filantropis Sambut Positif Ide Asuransi Alumni UI
Rabu, 20 Agustus 2025 - 21:55 WIB
loading...
Praktisi ekonomi syariah sekaligus filantropis UI, Afdhal Aliasar. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gagasan menghadirkan skema perlindungan berbasis asuransi bagi alumni Universitas Indonesia (UI) mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan, mulai dari ekonom, praktisi asuransi, hingga filantropis. Ide ini pertama kali dicetuskan oleh pasangan calon Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Ivan Ahda dan Andy Tirta.
Diskusi lanjutan mengenai gagasan tersebut digelar di Jakarta, Selasa (19/8). Pertemuan itu dihadiri tim Ivan Ahda bersama para pakar ekonomi, praktisi asuransi, serta filantropis UI.
Koordinator Networking tim Ivan Ahda, Salman Farishi, menjelaskan, semangat utama program ini adalah menghadirkan Iluni UI ketika alumni menghadapi musibah.
"Berbagai skema kita exercise, salah satunya dana tabarru’ atau iuran gotong-royong yang dikelola secara syariah dan profesional. Dengan begitu, santunan dapat diberikan tanpa premi memberatkan dan aturan yang menyulitkan," ujarnya.
Baca Juga: Peran ILUNI UI Disebut Krusial Hadapi Tantangan Ekonomi Generasi Sandwich
Ekonom UI, Banu Muhammad, menilai konsep ini sarat dengan nilai kebersamaan. “Skema ini mengedepankan semangat tolong-menolong, sehingga alumni dengan keterbatasan finansial tetap dapat merasakan perlindungan yang layak,” katanya.
Sementara, praktisi ekonomi syariah sekaligus filantropis UI, Afdhal Aliasar, menekankan perlunya penyesuaian dengan regulasi yang berlaku. "Perusahaan asuransi tetap perlu dilibatkan sesuai mekanisme pasar. Nantinya Iluni UI bisa mengambil peran sebagai lead branding, concept modeling, sekaligus koordinator program," ujarnya.
Menurut Afdhal, perusahaan asuransi dapat merancang produk khusus bagi alumni UI. Dalam skema ini, alumni yang lebih mampu bisa berkontribusi lebih sehingga premi alumni kurang mampu menjadi ringan, bahkan gratis. “Iluni UI juga dapat menggandeng dana abadi untuk memperkuat jaminan kelembagaan,” tambahnya.
Dari sisi teknis, praktisi asuransi Annisa R. A. Setiono menilai penting adanya edukasi kepada alumni mengenai fungsi dasar asuransi. “Iluni UI bisa menjadi garda depan dalam memberikan informasi agar alumni memahami produk sesuai kebutuhan mereka,” katanya.
Hal senada diungkapkan praktisi asuransi Eldiansyah Prawira. Ia menyebut konsep serupa pernah dijalankan salah satu perusahaan asuransi besar di Indonesia untuk mitra startup. Eldiansyah juga menyatakan siap membantu proses komunikasi awal dengan pihak perusahaan asuransi.
Baca Juga: Ivan Ahda Tawarkan 3 Pilar Advokasi Kebijakan Publik di Pemilihan Caketum ILUNI UI
Tim Ivan Ahda berencana menyusun proposal resmi Iluni UI untuk diajukan kepada perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK. Jika terpilih sebagai Ketua Umum Iluni UI periode 2025–2028, Ivan menargetkan program ini menjadi salah satu prioritas.
"Gagasan ini sebelumnya sudah mendapat sambutan positif dari Direksi RSUI. Ke depan, sinergi bisa diperluas dengan RSUI maupun jaringan rumah sakit lain sebagai mitra layanan kesehatan alumni," ujar Salman.
Ia menegaskan, skema perlindungan tersebut bersifat inklusif. "Menjadi karyawan ada masa pensiunnya, tetapi menjadi alumni UI adalah selamanya," katanya.
Dalam jangka panjang, Iluni UI bahkan membuka peluang terbentuknya lembaga asuransi khusus alumni. Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa gagasan yang diusung Ivan Ahda bukan sekadar wacana, melainkan harapan bagi alumni UI untuk saling menjaga dalam berbagai kondisi.
Diskusi lanjutan mengenai gagasan tersebut digelar di Jakarta, Selasa (19/8). Pertemuan itu dihadiri tim Ivan Ahda bersama para pakar ekonomi, praktisi asuransi, serta filantropis UI.
Koordinator Networking tim Ivan Ahda, Salman Farishi, menjelaskan, semangat utama program ini adalah menghadirkan Iluni UI ketika alumni menghadapi musibah.
"Berbagai skema kita exercise, salah satunya dana tabarru’ atau iuran gotong-royong yang dikelola secara syariah dan profesional. Dengan begitu, santunan dapat diberikan tanpa premi memberatkan dan aturan yang menyulitkan," ujarnya.
Baca Juga: Peran ILUNI UI Disebut Krusial Hadapi Tantangan Ekonomi Generasi Sandwich
Ekonom UI, Banu Muhammad, menilai konsep ini sarat dengan nilai kebersamaan. “Skema ini mengedepankan semangat tolong-menolong, sehingga alumni dengan keterbatasan finansial tetap dapat merasakan perlindungan yang layak,” katanya.
Sementara, praktisi ekonomi syariah sekaligus filantropis UI, Afdhal Aliasar, menekankan perlunya penyesuaian dengan regulasi yang berlaku. "Perusahaan asuransi tetap perlu dilibatkan sesuai mekanisme pasar. Nantinya Iluni UI bisa mengambil peran sebagai lead branding, concept modeling, sekaligus koordinator program," ujarnya.
Menurut Afdhal, perusahaan asuransi dapat merancang produk khusus bagi alumni UI. Dalam skema ini, alumni yang lebih mampu bisa berkontribusi lebih sehingga premi alumni kurang mampu menjadi ringan, bahkan gratis. “Iluni UI juga dapat menggandeng dana abadi untuk memperkuat jaminan kelembagaan,” tambahnya.
Dari sisi teknis, praktisi asuransi Annisa R. A. Setiono menilai penting adanya edukasi kepada alumni mengenai fungsi dasar asuransi. “Iluni UI bisa menjadi garda depan dalam memberikan informasi agar alumni memahami produk sesuai kebutuhan mereka,” katanya.
Hal senada diungkapkan praktisi asuransi Eldiansyah Prawira. Ia menyebut konsep serupa pernah dijalankan salah satu perusahaan asuransi besar di Indonesia untuk mitra startup. Eldiansyah juga menyatakan siap membantu proses komunikasi awal dengan pihak perusahaan asuransi.
Baca Juga: Ivan Ahda Tawarkan 3 Pilar Advokasi Kebijakan Publik di Pemilihan Caketum ILUNI UI
Tim Ivan Ahda berencana menyusun proposal resmi Iluni UI untuk diajukan kepada perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK. Jika terpilih sebagai Ketua Umum Iluni UI periode 2025–2028, Ivan menargetkan program ini menjadi salah satu prioritas.
"Gagasan ini sebelumnya sudah mendapat sambutan positif dari Direksi RSUI. Ke depan, sinergi bisa diperluas dengan RSUI maupun jaringan rumah sakit lain sebagai mitra layanan kesehatan alumni," ujar Salman.
Ia menegaskan, skema perlindungan tersebut bersifat inklusif. "Menjadi karyawan ada masa pensiunnya, tetapi menjadi alumni UI adalah selamanya," katanya.
Dalam jangka panjang, Iluni UI bahkan membuka peluang terbentuknya lembaga asuransi khusus alumni. Dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa gagasan yang diusung Ivan Ahda bukan sekadar wacana, melainkan harapan bagi alumni UI untuk saling menjaga dalam berbagai kondisi.
(nng)
Lihat Juga :