Kecelakaan Jadi Penyebab Kematian Terbesar setelah TBC, Tiga Nyawa Melayang Tiap Jam

Kamis, 21 Agustus 2025 - 19:39 WIB
loading...
Kecelakaan Jadi Penyebab...
Kecelakaan masih menjadi ancaman serius di Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kecelakaan masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengungkapkan setiap jam sedikitnya tiga orang meninggal akibat kecelakaan, menjadikannya penyebab kematian terbesar ketiga setelah tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS.

"Bayangkan, setiap satu jam ada tiga orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Dan data ini baru mencakup kecelakaan transportasi darat," kata Aan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/8).

Baca Juga: Bawa 281 Orang, Pesawat Boeing Ini Terbakar di Udara

Ia menambahkan, data tersebut belum termasuk kecelakaan di moda transportasi laut, udara, dan kereta api. Angka sebenarnya, menurutnya, bisa lebih tinggi jika seluruh moda transportasi diperhitungkan.

Berdasarkan data Kemenhub, sepanjang 2023 tercatat 110.528 kasus kecelakaan lalu lintas di jalan. Dari jumlah itu, 18.357 orang meninggal dunia, 11.689 mengalami luka berat, dan 134.811 mengalami luka ringan. Angka ini menunjukkan peningkatan 6,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, tingkat fatalitas menurun 6,5 persen berkat penanganan cepat terhadap korban pada fase krusial setelah kecelakaan.

Kondisi pada 2024 justru menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Hingga Oktober, tercatat 220.647 kasus kecelakaan dengan 22.970 korban meninggal. Jika tren ini berlanjut hingga akhir tahun, diperkirakan angka kecelakaan tembus 1,15 juta kejadian dengan sekitar 27.000 korban jiwa, atau setara tiga hingga empat orang meninggal setiap jam.

Aan menekankan dampak kecelakaan tidak hanya sebatas kehilangan nyawa. "Kalau yang meninggal seorang bapak, anak-anak akan menjadi yatim. Begitu juga jika ibu yang meninggal, keluarga akan kehilangan sosok sentralnya. Ini bisa memicu kemiskinan baru dan menimbulkan masalah sosial yang lebih luas," ujarnya.

Mayoritas korban kecelakaan berada pada usia produktif, yaitu 15–59 tahun, dengan 75 persen di antaranya adalah laki-laki. “Ini bukan hanya tragedi individu atau keluarga, tetapi juga kerugian ekonomi besar karena hilangnya tenaga produktif,” tutur Aan.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Mobil Tabrak Truk di Tol Jombang Akibatkan 3 Orang Tewas

Untuk menekan angka kecelakaan, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terus memperkuat program keselamatan jalan. Upaya ini mencakup perbaikan infrastruktur, pengawasan ketat, kampanye edukasi, hingga kolaborasi dengan komunitas dan pemerintah daerah.

"Kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan untuk menghadirkan transportasi yang lebih aman," tegas Aan.

Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi keselamatan, mulai dari pemantauan arus lalu lintas secara digital hingga sistem peringatan dini di jalur rawan kecelakaan. Selain itu, peningkatan kompetensi pengemudi dan kesadaran masyarakat terhadap disiplin berkendara terus digencarkan.

Aan berharap momentum ini dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan di jalan. "Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak bersama agar tidak ada lagi keluarga yang kehilangan karena kelalaian atau kurangnya kesadaran di jalan raya," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Pool Taksi Listrik Green...
Pool Taksi Listrik Green SM Disidak Kemenhub Imbas Tabrakan KRL dan Argo Bromo
Buntut Tabrakan Kereta...
Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi, Izin Taksi Green SM Terancam Dicabut
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved