Kadin Dorong PLN Terbitkan Green Bonds Bangun Transmisi Listrik

Kamis, 21 Agustus 2025 - 22:55 WIB
loading...
Kadin Dorong PLN Terbitkan...
Kadin mendorong PLN menerbitkan green bonds untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Aryo Djojohadikusumo, mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerbitkan green bonds sebagai solusi pembiayaan pembangunan jaringan transmisi listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Instrumen ini dinilai penting untuk mempercepat transisi energi nasional sekaligus menarik investasi global.

Menurut Aryo, hambatan terbesar pengembangan EBT di Indonesia bukan terletak pada potensi sumber daya, melainkan minimnya investasi di sektor transmisi. "Internal rate of return (IRR) untuk pembangunan transmisi hanya sekitar 6 persen. Angka ini terlalu rendah bagi investor swasta sehingga proyek transmisi harus diambil alih oleh PLN. Di sinilah green bonds bisa menjadi sumber pendanaan yang efektif," ujarnya dalam forum Energy Insights bertajuk The Energy We Share di Jakarta, Rabu (20/8) malam.

Baca Juga: Pengusaha Patungan Bangun 270 Dapur MBG, Habiskan Dana Rp540 Miliar

Ia menjelaskan, penerbitan green bonds memungkinkan PLN memperoleh dana yang khusus dialokasikan untuk proyek ramah lingkungan, termasuk pembangkit dan jaringan transmisi EBT. "Indonesia tidak kekurangan sumber energi bersih. Tantangannya adalah menyediakan skema pembiayaan yang menjembatani potensi tersebut dengan kebutuhan listrik yang terus meningkat," kata Aryo.

Kadin Dorong PLN Terbitkan Green Bonds Bangun Transmisi Listrik

Waketum Kadin Bidang ESDM, Aryo Djojohadikusumo

Green bonds sendiri merupakan obligasi hijau yang digunakan secara eksklusif untuk proyek ramah lingkungan, mulai dari pembangunan pembangkit, penguatan transmisi hijau, hingga sistem penyimpanan energi. Kejelasan alokasi dana ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor internasional yang kini semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

Bagi Indonesia, Aryo menambahkan, green bonds dapat menjadi instrumen penting untuk menutup kebutuhan investasi pembangkit dan transmisi yang diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun. "Langkah ini juga akan meningkatkan kredibilitas transisi energi Indonesia di mata dunia," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan SEVP Hukum, Regulasi, dan Kepatuhan PLN, Nurlely Aman. Menurutnya, pembangunan infrastruktur energi, termasuk pembangkit dan jaringan transmisi, tidak bisa dilakukan PLN sendirian. "RUPTL 2025–2034 menargetkan 76 persen tambahan kapasitas berasal dari energi terbarukan. Namun pertanyaannya bukan lagi apa yang dilakukan, melainkan bagaimana mengeksekusinya bersama-sama. Peran aktif swasta mutlak diperlukan," ujarnya.

Baca Juga: Anindya Bakrie Bertemu Dubes RI untuk AS, Bahas Akses Pasar UMKM usai Penetapan Tarif

Nurlely mengungkapkan, dalam RUPTL terbaru, lebih dari 70 persen pendanaan proyek diharapkan berasal dari Independent Power Producer (IPP). Untuk mewujudkannya, PLN mengandalkan kolaborasi internasional dan berbagai skema pembiayaan hijau, termasuk transition financing.

Dari sisi pelaku usaha, CEO Bosowa Corporindo, Subhan Aksa, menekankan perlunya percepatan penyediaan energi rendah emisi, terutama di kawasan Indonesia timur. "Pertumbuhan konsumsi energi di Sulawesi Selatan mencapai 9 persen per tahun. Namun, kekeringan ekstrem pada 2023 mengakibatkan shortage besar pada PLTA, hingga beberapa industri terpaksa berhenti beroperasi," ujarnya.

Subhan menilai, transisi energi seharusnya dilihat sebagai peluang, bukan beban. Namun, keberhasilan itu memerlukan dukungan kebijakan yang jelas. "Dengan insentif yang tepat, pelaku industri akan lebih percaya diri berinvestasi dalam energi hijau," ujarnya. Bosowa sendiri telah mulai mengembangkan pembangkit energi terbarukan dan memanfaatkan bahan bakar alternatif seperti biomassa.

Sementara itu, dari sektor digital, VP Operations DCI Indonesia, Lucas Adrian, mengingatkan bahwa lonjakan pertumbuhan pusat data (data center) juga menambah tekanan pada kebutuhan listrik nasional. "Pertumbuhan data center di Indonesia diperkirakan mencapai 20 persen per tahun dalam empat hingga lima tahun ke depan. Kebutuhan daya stabil menjadi krusial untuk menjaga standar layanan kami," katanya.



Lucas menegaskan, dukungan infrastruktur transmisi yang andal menjadi syarat mutlak agar sektor digital dapat berkembang beriringan dengan transisi energi yang lebih bersih.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved