Bangun Ekosistem Kepercayaan, Blibli Tak Cuma Jualan Tapi Beri Nilai Lebih
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 13:02 WIB
loading...
Kusumo Martanto, CEO & Co-Founder Blibli.
A
A
A
JAKARTA - Perilaku belanja konsumen kelas menengah Indonesia yang semakin digital dan cerdas telah berubah. Kini, mereka tidak hanya mencari harga murah, tetapi juga kepastian, kenyamanan, dan kendali penuh atas pengalaman berbelanja. Blibli, sebagai pelopor e-commerce dengan pendekatan omnichannel, menjawab tantangan ini dengan strategi yang berfokus pada pembangunan kepercayaan, bukan sekadar transaksi.
Menurut data Badan Pusat Statistik 2024, Indonesia memiliki lebih dari 47,85 juta konsumen kelas menengah. Kelompok ini dikenal selektif dan menuntut fleksibilitas, mulai dari menjelajah produk secara online, mengambil barang di toko fisik, hingga jaminan layanan purna jual. "Tahun 2024 menjadi bukti bahwa strategi kami dalam membangun pengalaman belanja yang seamless, aman, dan tepercaya mampu menciptakan pertumbuhan yang sehat," ujar Kusumo Martanto, CEO & Co-Founder Blibli.
Strategi Omnichannel Blibli Untuk menanggapi kebutuhan konsumen yang kompleks, Blibli memperluas ekosistem omnichannel-nya yang mencakup 223 toko fisik elektronik konsumen, 58 gerai supermarket premium dioperasikan oleh Ranch Market, 36 pusat pengalaman rumah dan gaya hidup oleh Dekoruma, Lebih dari 7.000 toko Click & Collect, Lebih dari 8.000 toko Blibli In-Store, serta Program keanggotaan dan poin loyalitas terpadu (Blibli Tiket Rewards)
Strategi ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belanja yang mulus dan terintegrasi antara dunia online dan offline.
Selain memperluas jangkauan fisik, Blibli juga memperkuat infrastruktur logistiknya. Dengan 13 gudang di kota-kota besar yang total luasnya mencapai 200.000 meter persegi, Blibli menggunakan model hub-and-spoke untuk memastikan efisiensi pengiriman. Layanan seperti Fulfillment at Speed (FAS) dan Fulfillment by Blibli (FBB) membantu para penjual mengoptimalkan distribusi dengan waktu pengiriman yang cepat.
Menurut data Badan Pusat Statistik 2024, Indonesia memiliki lebih dari 47,85 juta konsumen kelas menengah. Kelompok ini dikenal selektif dan menuntut fleksibilitas, mulai dari menjelajah produk secara online, mengambil barang di toko fisik, hingga jaminan layanan purna jual. "Tahun 2024 menjadi bukti bahwa strategi kami dalam membangun pengalaman belanja yang seamless, aman, dan tepercaya mampu menciptakan pertumbuhan yang sehat," ujar Kusumo Martanto, CEO & Co-Founder Blibli.
Strategi Omnichannel Blibli Untuk menanggapi kebutuhan konsumen yang kompleks, Blibli memperluas ekosistem omnichannel-nya yang mencakup 223 toko fisik elektronik konsumen, 58 gerai supermarket premium dioperasikan oleh Ranch Market, 36 pusat pengalaman rumah dan gaya hidup oleh Dekoruma, Lebih dari 7.000 toko Click & Collect, Lebih dari 8.000 toko Blibli In-Store, serta Program keanggotaan dan poin loyalitas terpadu (Blibli Tiket Rewards)
Strategi ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belanja yang mulus dan terintegrasi antara dunia online dan offline.
Selain memperluas jangkauan fisik, Blibli juga memperkuat infrastruktur logistiknya. Dengan 13 gudang di kota-kota besar yang total luasnya mencapai 200.000 meter persegi, Blibli menggunakan model hub-and-spoke untuk memastikan efisiensi pengiriman. Layanan seperti Fulfillment at Speed (FAS) dan Fulfillment by Blibli (FBB) membantu para penjual mengoptimalkan distribusi dengan waktu pengiriman yang cepat.
Lihat Juga :