Ketahanan Energi Masuk Program Prioritas, DEN: Tren Produksi Migas Sudah On Track

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 18:41 WIB
loading...
Ketahanan Energi Masuk...
Dewan Energi Nasional (DEN) menilai upaya peningkatan produksi migas berjalan di jalur yang tepat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan energi sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah dalam pidato kenegaraan 16 Agustus lalu. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produksi minyak dan gas (migas) , percepatan transisi energi bersih, serta penyaluran subsidi energi yang tepat sasaran.

Pemerintah bahkan menyiapkan dukungan fiskal sebesar Rp402,4 triliun pada 2026 untuk memperkuat agenda ini. Dewan Energi Nasional (DEN) menilai upaya peningkatan produksi migas berjalan di jalur yang tepat.

Anggota DEN, Abadi Poernomo optimistis target produksi satu juta barel minyak per hari (bph) bisa tercapai pada 2030. Optimisme ini sejalan dengan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) yang mencatat peningkatan lifting minyak dari 576.000 bph pada pertengahan 2024 menjadi 580.000 bph pada periode yang sama tahun 2025.

Baca Juga: Bahlil Ungkap 3 Biang Kerok Lifting Minyak Indonesia Belum Tercapai

"Peningkatan lifting minyak ini sudah on track untuk target satu juta bph. Namun memang masih ada kesenjangan antara kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang mencapai sekitar 1,5 juta bph dengan hasil lifting. Kondisi ini pun akhirnya memaksa kita untuk masih impor, baik dalam bentuk minyak mentah maupun produk jadi BBM," kata Abadi dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, pencapaian target satu juta bph akan menjadi langkah menuju swasembada energi, yaitu kondisi ketika seluruh kebutuhan energi primer dipenuhi dari sumber dalam negeri. Hal ini berbeda dengan ketahanan energi yang hanya menekankan ketersediaan pasokan, termasuk dari impor.

Untuk mendukung target tersebut, SKK Migas telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari eksplorasi cadangan baru, reaktivasi sumur-sumur tua, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

"Meskipun hasil dari sumur tua kecil-kecil, kalau jumlahnya banyak maka hasilnya signifikan," ujar Abadi.

Presiden Prabowo sebelumnya juga menyinggung besarnya beban impor migas Indonesia yang mencapai USD40 miliar atau sekitar Rp650 triliun per tahun. Ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan impor demi memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak menegaskan, bahwa transisi energi harus memperhatikan realitas. Menurutnya energi fosil masih menyumbang lebih dari 80% bauran energi nasional, sehingga peran hulu migas tidak bisa dikesampingkan.

"Transisi energi harus berjalan mulus dengan mengombinasikan fosil dan energi terbarukan secara bertahap. Peningkatan produksi hulu migas juga penting untuk mengurangi ketergantungan impor," jelas Ali.

Baca Juga: Menghidupkan Kembali Semangat Pertamina untuk Indonesia Berdaulat Energi

Data SKK Migas menunjukkan aktivitas pengeboran dan pengembangan migas terus meningkat. Hingga pertengahan 2025, tercatat 409 sumur pengembangan selesai dibor atau naik 14% dari tahun sebelumnya.

Selain itu kegiatan workover mencapai 517 sumur (naik 6%) dan layanan sumur (well service) menembus 20.644 kegiatan (naik 12%). Meski demikian, Ali menekankan pentingnya dukungan pemerintah agar sektor hulu migas dapat berkembang.

"Industri ini padat modal, padat teknologi, dan penuh risiko. Pemerintah perlu memberi kepastian hukum serta insentif fiskal, seperti pemotongan pajak, untuk menarik lebih banyak investor," ujarnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Sudirman Said Ungkap...
Sudirman Said Ungkap Tiga Faktor yang Mengancam Keamanan Energi
Rekomendasi
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Berita Terkini
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved