Danantara dan IFG Perkuat Kolaborasi Komunikasi untuk Literasi Finansial
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 21:26 WIB
loading...
Danantara bersama IFG menggelar Corporate Communication Gathering sebagai upaya memperkuat kolaborasi komunikasi strategis di lingkungan ekosistem holding. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Danantara bersama Financial Group (IFG) menggelar Corporate Communication Gathering sebagai upaya memperkuat kolaborasi komunikasi strategis di lingkungan ekosistem holding. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi bagi para pengelola komunikasi untuk menyamakan visi dalam mendorong literasi finansial dan tata kelola informasi publik yang transparan.
Acara ini dihadiri oleh Managing Director Global Relations & Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief, Managing Director of Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas, serta jajaran fungsi komunikasi korporasi IFG. Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi untuk mendukung inklusi keuangan dan optimalisasi pengelolaan aset negara.
Baca Juga: Danantara Ambil Alih Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat
Mohamad Al-Arief menegaskan bahwa literasi finansial merupakan fondasi bagi masyarakat yang lebih sejahtera. "Literasi finansial adalah kunci agar masyarakat memahami pentingnya investasi dan proteksi diri. Danantara Indonesia bersama ekosistemnya, termasuk IFG, berkomitmen memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara transparan dan produktif, sehingga memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian," ujar dia, di Jakarta, Jumat (22/8).
Senada dengan itu, Managing Director of Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyoroti peran IFG dalam memperkuat komunikasi publik. Menurutnya, komunikasi yang efektif dan tata kelola yang kuat akan mendorong kepercayaan publik terhadap layanan keuangan nasional.
"IFG memiliki peran strategis dalam mendorong literasi dan komunikasi keuangan publik. Dengan tata kelola yang kokoh, kita membangun keyakinan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan akses kesehatan dan perlindungan untuk kualitas hidup yang lebih baik," ujar Rohan.
Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, juga menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung peran strategis Danantara. IFG, kata dia, melihat literasi keuangan sebagai faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"IFG berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang kuat dan komunikasi yang transparan. Literasi finansial adalah kunci agar masyarakat memahami manfaat investasi dan proteksi. Karena itu, IFG mendukung penuh Danantara untuk memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan rakyat," tegas Hexana.
Baca Juga: Prabowo Minta Danantara Setor Minimal Rp808 Triliun per Tahun ke Negara
Selain sesi diskusi, acara ini juga menampilkan berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik komunikasi korporasi, strategi manajemen isu, dan penguatan stakeholder engagement. Peserta mendapat wawasan baru mengenai cara memanfaatkan komunikasi sebagai alat strategis, bukan sekadar penyampaian informasi.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Danantara dan IFG berharap fungsi komunikasi dapat menjadi instrumen yang memperkuat ketahanan ekonomi, memperluas inklusi keuangan, dan membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem jasa keuangan nasional.
Penguatan literasi keuangan dan tata kelola informasi publik ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara ini dihadiri oleh Managing Director Global Relations & Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief, Managing Director of Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas, serta jajaran fungsi komunikasi korporasi IFG. Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi untuk mendukung inklusi keuangan dan optimalisasi pengelolaan aset negara.
Baca Juga: Danantara Ambil Alih Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat
Mohamad Al-Arief menegaskan bahwa literasi finansial merupakan fondasi bagi masyarakat yang lebih sejahtera. "Literasi finansial adalah kunci agar masyarakat memahami pentingnya investasi dan proteksi diri. Danantara Indonesia bersama ekosistemnya, termasuk IFG, berkomitmen memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara transparan dan produktif, sehingga memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian," ujar dia, di Jakarta, Jumat (22/8).
Senada dengan itu, Managing Director of Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyoroti peran IFG dalam memperkuat komunikasi publik. Menurutnya, komunikasi yang efektif dan tata kelola yang kuat akan mendorong kepercayaan publik terhadap layanan keuangan nasional.
"IFG memiliki peran strategis dalam mendorong literasi dan komunikasi keuangan publik. Dengan tata kelola yang kokoh, kita membangun keyakinan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan akses kesehatan dan perlindungan untuk kualitas hidup yang lebih baik," ujar Rohan.
Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, juga menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung peran strategis Danantara. IFG, kata dia, melihat literasi keuangan sebagai faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"IFG berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui tata kelola yang kuat dan komunikasi yang transparan. Literasi finansial adalah kunci agar masyarakat memahami manfaat investasi dan proteksi. Karena itu, IFG mendukung penuh Danantara untuk memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan rakyat," tegas Hexana.
Baca Juga: Prabowo Minta Danantara Setor Minimal Rp808 Triliun per Tahun ke Negara
Selain sesi diskusi, acara ini juga menampilkan berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik komunikasi korporasi, strategi manajemen isu, dan penguatan stakeholder engagement. Peserta mendapat wawasan baru mengenai cara memanfaatkan komunikasi sebagai alat strategis, bukan sekadar penyampaian informasi.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, Danantara dan IFG berharap fungsi komunikasi dapat menjadi instrumen yang memperkuat ketahanan ekonomi, memperluas inklusi keuangan, dan membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem jasa keuangan nasional.
Penguatan literasi keuangan dan tata kelola informasi publik ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :