Pidato Powell Guncang Pasar, Harga Emas Antam Hari Ini Melambung Rp17.000

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:00 WIB
loading...
Pidato Powell Guncang...
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melambung hari ini, Sabtu (23/8). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melambung hari ini, Sabtu (23/8), dengan kenaikan signifikan sebesar Rp17.000 per gram. Harga emas Antam tercatat menjadi Rp1.933.000 per gram, sejalan dengan penguatan harga emas global yang dipicu oleh sentimen dari pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell.

Kenaikan ini juga berlaku untuk harga buyback atau harga jual kembali emas batangan, yang juga naik Rp17.000 menjadi Rp1.779.000 per gram. Momentum penguatan ini terjadi setelah harga emas Antam sempat mencatatkan kenaikan sebelumnya.

Di pasar global, harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan kemarin, dan melaju positif sepanjang minggu ini. Harga emas dunia di pasar spot tercatat USD 3.371,09 per troy ons, bertambah 0,95% dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tak Terbendung, Hari Ini Naik Lagi ke Rp1.916.000/Gram

Lonjakan harga emas ini didorong oleh perkembangan dari Amerika Serikat (AS), khususnya simposium tahunan bank sentral Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Gubernur Jerome Powell dalam pidatonya mengindikasikan bahwa The Fed terbuka terhadap kemungkinan penurunan suku bunga acuan pada rapat bulan depan.

Menurut laporan Bloomberg, Powell menjelaskan bahwa stabilitas tingkat pengangguran dan berbagai indikator pasar tenaga kerja lainnya memungkinkan The Fed untuk "memulai proses mengubah posisi (stance) kebijakan moneter dengan hati-hati."

Meski demikian, Powell tetap menggarisbawahi adanya risiko yang harus diperhatikan. "Pergeseran keseimbangan bisa jadi mengubah stance kebijakan kami," ujarnya, mengindikasikan bahwa The Fed siap menyesuaikan kembali kebijakan jika kondisi ekonomi berubah.

Pernyataan Powell ini langsung memicu kenaikan harga emas. Emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), menjadi lebih menarik ketika suku bunga turun. Investor cenderung beralih ke emas saat biaya peluang memegang aset berimbal hasil seperti obligasi berkurang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp25.000 per Gram, Berikut Rincian Lengkapnya
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp25.000, Sentuh Rp2,805 Juta per Gram
Sinergi Perkuat Bahan...
Sinergi Perkuat Bahan Baku Emas Nasional
Rekomendasi
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved