KAI Digrogoti Utang Whoosh ke China, Bayar Bunga Rp2 Triliun per Tahun
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
"Jika sebagian utang dialihkan ke Danantara, KAI bisa kembali fokus sebagai operator bisnis. Struktur keuangannya akan lebih sehat, sehingga tidak terjebak masalah likuiditas," ujarnya.
Lebih lanjut, Toto menilai Danantara memiliki ruang gerak lebih fleksibel untuk mengembangkan potensi ekonomi di sekitar jalur kereta cepat. Salah satunya melalui pemanfaatan aset lahan untuk pengembangan kawasan atau kerja sama komersial lainnya.
"Pengembangan kawasan menjadi kunci. Beberapa konsorsium KCIC, seperti WIKA, sudah memiliki akses ke pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Halim dan lokasi lain. Potensi ini bisa dimaksimalkan agar Whoosh tidak hanya mengandalkan penjualan tiket," jelas Toto.
Ia menambahkan, pengembangan properti, pusat bisnis, maupun kawasan industri di sekitar jalur kereta cepat bisa menjadi sumber pendapatan tambahan. "Jika potensi ini dioptimalkan, Whoosh bisa menghasilkan pemasukan lebih besar dan menjadi proyek yang berkelanjutan," pungkasnya.
Lebih lanjut, Toto menilai Danantara memiliki ruang gerak lebih fleksibel untuk mengembangkan potensi ekonomi di sekitar jalur kereta cepat. Salah satunya melalui pemanfaatan aset lahan untuk pengembangan kawasan atau kerja sama komersial lainnya.
"Pengembangan kawasan menjadi kunci. Beberapa konsorsium KCIC, seperti WIKA, sudah memiliki akses ke pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Halim dan lokasi lain. Potensi ini bisa dimaksimalkan agar Whoosh tidak hanya mengandalkan penjualan tiket," jelas Toto.
Ia menambahkan, pengembangan properti, pusat bisnis, maupun kawasan industri di sekitar jalur kereta cepat bisa menjadi sumber pendapatan tambahan. "Jika potensi ini dioptimalkan, Whoosh bisa menghasilkan pemasukan lebih besar dan menjadi proyek yang berkelanjutan," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :