Tingkatkan Ekonomi Pesisir, SIG dan Pemprov Jatim Tanam 17.845 Bibit Mangrove
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:55 WIB
loading...
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanam 17.845 bibit mangrove di Pantai Bahak, Curahdringu, Tongas, Probolinggo, Jawa Timur. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanam 17.845 bibit mangrove di Pantai Bahak, Curahdringu, Tongas, Probolinggo, Jawa Timur. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Mangrove ke-7 Jawa Timur, sekaligus wujud komitmen menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Festival yang digelar tahunan ini dihadiri Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup RI, Sigit Reliantoro; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Bupati Probolinggo, Mohammad Haris; Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra; serta jajaran kepala daerah dan Forkopimda di wilayah setempat.
Baca Juga: SIG Catatkan Pendapatan Konsolidasian Rp15,61 Triliun di Semester I-2025
Provinsi Jawa Timur tercatat memiliki lahan mangrove terluas di Pulau Jawa, yakni 30.839 hektare atau 48,38 persen dari total luas mangrove di pulau tersebut. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, luasan mangrove di provinsi ini bertambah 3.618 hektare atau naik 13,29 persen dalam empat tahun terakhir.
Deputi Tata Lingkungan dan SDA KLHK, Sigit Reliantoro, mengapresiasi kepeloporan Jawa Timur dalam menggerakkan kolaborasi multipihak, termasuk dunia usaha dan akademisi, untuk memperkuat ekosistem pesisir. Menurutnya, pendekatan ini bukan hanya memperkuat ketahanan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
"Kami berharap Jawa Timur menjadi pelopor dalam rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove yang dapat direplikasi ke daerah lain. Keterlibatan masyarakat, akademisi, dan pembiayaan inovatif adalah kunci keberhasilan," ujar Sigit dalam pernyataannya, Minggu (23/8).
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pembangunan ekosistem mangrove tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi. Melalui kegiatan ini, masyarakat lokal dapat terlibat dalam budidaya mangrove, pengolahan produk turunan, hingga pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan.
"Dukungan SIG dalam Festival Mangrove ini luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam mangrove, tetapi juga melepasliarkan bibit kepiting dan burung untuk memperkuat ekosistem laut. Kita ingin ekosistem yang sehat sekaligus mendukung ekonomi masyarakat pesisir," kata Khofifah.
Baca Juga: Gubernur Khofifah: Ratusan Ribu Ojol dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Nikmati Manfaat Pemutihan Pajak
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Penanaman bibit mangrove yang berasal dari budidaya petani lokal diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Sebagai BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk memelihara lingkungan dan memberdayakan masyarakat. Penanaman 17.845 bibit ini diharapkan memberi manfaat ganda, baik untuk lingkungan maupun perekonomian warga," ujar Indrieffouny.
Festival Mangrove ke-7 juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang peduli pada kelestarian ekosistem mangrove, termasuk SIG. Selain itu, kegiatan ini turut diisi pelepasliaran empat burung pecuk padi hitam, empat burung ibis kepala hitam, dan penebaran 325 ekor benih kepiting di kawasan pantai.
Acara ini juga dimeriahkan edukasi pelestarian mangrove, fashion show batik mangrove, pameran produk olahan mangrove, hingga pengobatan gratis bagi masyarakat. Semua rangkaian tersebut bertujuan menguatkan peran masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
Festival yang digelar tahunan ini dihadiri Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup RI, Sigit Reliantoro; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Bupati Probolinggo, Mohammad Haris; Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra; serta jajaran kepala daerah dan Forkopimda di wilayah setempat.
Baca Juga: SIG Catatkan Pendapatan Konsolidasian Rp15,61 Triliun di Semester I-2025
Provinsi Jawa Timur tercatat memiliki lahan mangrove terluas di Pulau Jawa, yakni 30.839 hektare atau 48,38 persen dari total luas mangrove di pulau tersebut. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, luasan mangrove di provinsi ini bertambah 3.618 hektare atau naik 13,29 persen dalam empat tahun terakhir.
Deputi Tata Lingkungan dan SDA KLHK, Sigit Reliantoro, mengapresiasi kepeloporan Jawa Timur dalam menggerakkan kolaborasi multipihak, termasuk dunia usaha dan akademisi, untuk memperkuat ekosistem pesisir. Menurutnya, pendekatan ini bukan hanya memperkuat ketahanan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
"Kami berharap Jawa Timur menjadi pelopor dalam rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove yang dapat direplikasi ke daerah lain. Keterlibatan masyarakat, akademisi, dan pembiayaan inovatif adalah kunci keberhasilan," ujar Sigit dalam pernyataannya, Minggu (23/8).
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pembangunan ekosistem mangrove tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi. Melalui kegiatan ini, masyarakat lokal dapat terlibat dalam budidaya mangrove, pengolahan produk turunan, hingga pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan.
"Dukungan SIG dalam Festival Mangrove ini luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam mangrove, tetapi juga melepasliarkan bibit kepiting dan burung untuk memperkuat ekosistem laut. Kita ingin ekosistem yang sehat sekaligus mendukung ekonomi masyarakat pesisir," kata Khofifah.
Baca Juga: Gubernur Khofifah: Ratusan Ribu Ojol dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Nikmati Manfaat Pemutihan Pajak
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Penanaman bibit mangrove yang berasal dari budidaya petani lokal diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Sebagai BUMN, kami memiliki tanggung jawab untuk memelihara lingkungan dan memberdayakan masyarakat. Penanaman 17.845 bibit ini diharapkan memberi manfaat ganda, baik untuk lingkungan maupun perekonomian warga," ujar Indrieffouny.
Festival Mangrove ke-7 juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang peduli pada kelestarian ekosistem mangrove, termasuk SIG. Selain itu, kegiatan ini turut diisi pelepasliaran empat burung pecuk padi hitam, empat burung ibis kepala hitam, dan penebaran 325 ekor benih kepiting di kawasan pantai.
Acara ini juga dimeriahkan edukasi pelestarian mangrove, fashion show batik mangrove, pameran produk olahan mangrove, hingga pengobatan gratis bagi masyarakat. Semua rangkaian tersebut bertujuan menguatkan peran masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :