Kebutuhan MBG Setiap Harinya: Beras 6 Ribu Ton, Daging dan Sayur Capai 9.000 Ton per Hari
Minggu, 24 Agustus 2025 - 18:56 WIB
loading...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan akan membutuhkan suplai beras hingga 6.000 ton per hari. Jumlah fantastis tersebut diungkapkan oleh Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program
">Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan akan membutuhkan suplai beras hingga 6.000 ton per hari. Jumlah fantastis tersebut diungkapkan oleh Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) , Nyoto Suwignyo, dalam acara pelepasan Tim Ekspedisi Patriot di Jakarta, Minggu (24/8/2025)."Kebutuhan hariannya, itu kalau satu hari kita butuh beras, itu berarti butuhnya kalau satu (SPPG) 200 kilogram, tapi kalau 30 ribu (SPPG), semua dapur terbentuk, maka kita butuh sebanyak 6 ribu ton," kata Nyoto.
Kebutuhan bahan baku untuk program MBG tidak hanya berhenti pada beras. Dalam paparannya, Nyoto juga menyebut bahwa kebutuhan daging dan sayur masing-masing akan mencapai 9.000 ton per hari, seiring target layanan terhadap 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Pengusaha Patungan Bangun 270 Dapur MBG, Habiskan Dana Rp540 Miliar
Tak hanya itu, program ini juga diproyeksikan menyerap sekitar 10.500 ton buah per hari, serta hingga 90 juta butir telur setiap harinya. Untuk menunjang kecukupan gizi, sebanyak 13,5 juta liter susu juga dibutuhkan per hari bagi peserta program MBG.
Nyoto menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kerja sama lintas sektor dan kontribusi dari berbagai wilayah, termasuk kawasan transmigrasi. Salah satu upaya untuk mendukung kesiapan distribusi adalah peluncuran Tim Ekspedisi Patriot.
Baca Juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Disiapkan Rp335 Triliun Agar Menjangkau Pelosok
"Seandainya ini semua jalan, apakah siap? Dan kami berharap kesiapan ini diantaranya dari wilayah transmigrasi yang dipimpin oleh Pak Menteri, mudah-mudahan dengan gerakan tim Ekspedisi Patriot ini, semua apa yang kita harapkan bisa terdukung sebagian besarnya dari wilayah transmigrasi," jelasnya.
(akr)