Berubah Lagi, Menkeu Sri Patok Pertumbuhan Ekonomi 5% di 2021

Jum'at, 11 September 2020 - 12:01 WIB
loading...
Berubah Lagi, Menkeu...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui RAPBN dan Nota Keuangan 2021 mematok pertumbuhan ekonomi tahun depan pada level 4,5%-5,5%. Namun, dalam rapat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR hari ini disepakati postur sementara APBN 2021 mematok pertumbuhan ekonomi 2021 di angka 5%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, patokan pertumbuhan ekonomi di 2021 ini cukup realistis dengan kondisi global serta pandemi Covid-19. (Baca juga: Corona Lumpuhkan Thailand, Nissan Hentikan Produksi Teana, X-Trail dan Sylphy )

"Pertumbuhan ekonomi dari 4,5% hingga 5,5% tahun 2021 telah ditetapkan titiknya adalah 5%. Saya rasa ini adalah keputusan yang tepat dan baik yang menggambarkan tadi antara harapan namun juga kehati-hatian terhadap kondisi tahun 2021," kata Sri Mulyani saat rapat dengan Badan Anggaran, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, perubahan postur hanya terjadi pada asumsi pertumbuhan ekonomi. Hal ini seiring perkembangan Covid-19 yang masih akan menekan ekonomi Indonesia di 2021. (Baca juga: Jakarta Dibatasi PSBB, Ekonomi Indonesia Bisa Mandek )

"Diakui dengan adanya perkembangan Covid-19 terutama akhir-akhir ini terlihat eskalasi ketidakpastian meningkat untuk tahun 2020 dan mungkin masih akan berlangsung di tahun 2021," katanya.

Adapun berikut ini asumsi dasar ekonomi makro tahun 2021.

1. Pertumbuhan ekonomi: 5,0%
2. Inflasi: 3,0%
3. Nilai tukar rupiah (kurs): Rp14.600
4. Tingkat suku bunga SBN 10 tahun: 7,29%
5. Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD 45 per barel
6. Lifting minyak mentah Indonesia: 705 ribu barel per hari
7. Lifting gas bumi: 1,007 juta barel setara minyak per hari
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buka MNC Forum ke-82,...
Buka MNC Forum ke-82, HT Ungkap Peran Strategis Pasar Modal bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Mengulik Kerentanan...
Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan, Purbaya: Angka Jelek Ribut, Angka Tinggi Ribut
Kejar Pertumbuhan Ekonomi...
Kejar Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Dekati 6%, Purbaya Ungkap Fokus Utama Pemerintah
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi...
Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran
RI Lepas dari Kutukan...
RI Lepas dari Kutukan Ekonomi 5%, Purbaya Ngak Stress Lagi
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Jebakan Pertumbuhan...
Jebakan Pertumbuhan 5 Persen
Tekanan Fiskal dan Belanja...
Tekanan Fiskal dan Belanja Berkualitas
Rekomendasi
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved