BPS Minta Tambahan Anggaran Jumbo Rp1,65 Triliun, Buat Apa?

Rabu, 27 Agustus 2025 - 11:18 WIB
loading...
BPS Minta Tambahan Anggaran...
Badan Pusat Statistik (BPS) mengajukan tambahan anggaran kepada Komisi X DPR. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,65 triliun untuk tahun 2026 kepada Komisi X DPR. Dana tersebut diajukan di luar pagu anggaran final sebesar Rp6,85 triliun yang sebelumnya telah disetujui pemerintah.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk membiayai sejumlah program statistik strategis yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam pagu anggaran final. Total kebutuhan BPS untuk 2026 mencapai Rp8,5 triliun.

"Kami sangat berharap dukungan agar kegiatan statistik penting dan strategis bisa terlaksana, terutama untuk mendukung pembangunan 2026 dan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar berjalan optimal," ujar Amalia dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR, Selasa (26/8).

Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025

Amalia mengungkapkan, pada tahap awal BPS hanya mendapatkan pagu indikatif Rp3,69 triliun, jauh di bawah kebutuhan yang diajukan sebesar Rp12,13 triliun dalam rencana kerja awal (Renja). Setelah mengajukan usulan tambahan Rp4,91 triliun, pemerintah menyetujui tambahan Rp3,15 triliun sehingga pagu final menjadi Rp6,85 triliun.

Meski ada peningkatan anggaran, Amalia menilai dana tersebut masih belum mencukupi. Alokasi Rp6,85 triliun tersebut terbagi untuk Program Dukungan Manajemen Rp3,71 triliun dan Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS) Rp3,13 triliun.

Menurutnya, sejumlah kegiatan strategis seperti survei perdagangan barang domestik, survei statistik e-commerce, survei konversi gabah ke beras, survei pertanian terintegrasi (SITASI), serta survei pola barang distribusi belum bisa dijalankan maksimal. "Kami ingin memastikan semua kegiatan ini bisa berjalan tanpa hambatan," tambah Amalia.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS

Selain itu, sebagian komponen Sensus Ekonomi 2026 juga masih kekurangan pendanaan. Sensus ini menjadi salah satu program prioritas BPS yang bertujuan memetakan kondisi ekonomi nasional secara komprehensif untuk mendukung kebijakan pembangunan.

Rincian anggaran BPS menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan dana yang tersedia. Pagu awal dalam Renja 2026 sebesar Rp12,13 triliun dipangkas drastis menjadi Rp3,69 triliun dalam pagu indikatif. Meski mendapat tambahan Rp3,15 triliun, total Rp6,85 triliun yang kini ada masih menyisakan kebutuhan Rp1,65 triliun.

"Tambahan anggaran ini akan kami fokuskan untuk membiayai Sensus Ekonomi 2026 dan sembilan survei strategis lain yang sangat penting untuk mendukung penyediaan data akurat," jelas Amalia.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Rekomendasi
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Tersangka Kasus Bea...
Tersangka Kasus Bea Cukai Gunakan 'Dana Operasional' untuk Beli iPhone Istri
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Berita Terkini
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved